Memes, Http, and International: DARK SIDE
 .0F DIMENSION
 Aksi Palinq Brutal
 Terhada
 Kejahatan Narkoba
 di Filipina
HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara, beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di terapkan terhadap kejahatan Narkotika di setiap negara berbeda-beda. Namun di Filipina kejahatan narkoba akan mendapatkan ganjaran yang sangat berat, tidak tanggung-tanggung tembak di tempat terhadap pengedar dan juga bandar sering di lakukan di Filipina. Wajar saja karena Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan dari sindikat penjualan narkoba terbesar di Asia Tenggara. Dan angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 104,9 triliun. Adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menerapkan kebijakan perang terhadap narkoba, dalam sebulan terakhir sejak dia berkuasa setidaknya sudah 400 orang pengedar narkoba meregang nyawa. Dalam suatu pidatonya, Duterte menegaskan tentang kebijakannya untuk tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba, dan hal itu berlaku untuk semua kalangan termasuk para politisi. Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga kemudian mengajak warga sipil untuk membunuh para bandar dan pengedar obat-obat terlarang dan akan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang. Uniknya para eksekutor yang di tugaskan untuk membasmi para gembong narkoba tidak hanya dari kalangan penegak hukum saja, namun juga melibatkan masyarakat yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran. Beberapa waktu terakhir Presiden Duterte terus diserang oleh dunia internasional terkait kebijakannya yang sangat kontroversial tersebut. Namun Duterte seperti menutup telinga terhadap kecaman dan juga kritik yang di lontarkan dunia international. Bahkan Duterte juga menyatakan bahwa dia siap mempertimbangkan untuk melaksanakan kembali hukuman mati bagi bandar dan juga pengedar narkotika di Filipina. Sumber: http:-www.adasaja.net

HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara, beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di terapkan terhadap kejahatan Narkotika di setiap negara berbeda-beda. Namun di Filipina kejahatan narkoba akan mendapatkan ganjaran yang sangat berat, tidak tanggung-tanggung tembak di tempat terhadap pengedar dan juga bandar sering di lakukan di Filipina. Wajar saja karena Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan dari sindikat penjualan narkoba terbesar di Asia Tenggara. Dan angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 104,9 triliun. Adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menerapkan kebijakan perang terhadap narkoba, dalam sebulan terakhir sejak dia berkuasa setidaknya sudah 400 orang pengedar narkoba meregang nyawa. Dalam suatu pidatonya, Duterte menegaskan tentang kebijakannya untuk tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba, dan hal itu berlaku untuk semua kalangan termasuk para politisi. Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga kemudian mengajak warga sipil untuk membunuh para bandar dan pengedar obat-obat terlarang dan akan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang. Uniknya para eksekutor yang di tugaskan untuk membasmi para gembong narkoba tidak hanya dari kalangan penegak hukum saja, namun juga melibatkan masyarakat yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran. Beberapa waktu terakhir Presiden Duterte terus diserang oleh dunia internasional terkait kebijakannya yang sangat kontroversial tersebut. Namun Duterte seperti menutup telinga terhadap kecaman dan juga kritik yang di lontarkan dunia international. Bahkan Duterte juga menyatakan bahwa dia siap mempertimbangkan untuk melaksanakan kembali hukuman mati bagi bandar dan juga pengedar narkotika di Filipina. Sumber: http:-www.adasaja.net

DARK SIDE 0F DIMENSION Aksi Palinq Brutal Terhada Kejahatan Narkoba di Filipina HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di terapkan terhadap kejahatan Narkotika di setiap negara berbeda-beda Namun di Filipina kejahatan narkoba akan mendapatkan ganjaran yang sangat berat tidak tanggung-tanggung tembak di tempat terhadap pengedar dan juga bandar sering di lakukan di Filipina Wajar saja karena Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan dari sindikat penjualan narkoba terbesar di Asia Tenggara Dan angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 1049 triliun Adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menerapkan kebijakan perang terhadap narkoba dalam sebulan terakhir sejak dia berkuasa setidaknya sudah 400 orang pengedar narkoba meregang nyawa Dalam suatu pidatonya Duterte menegaskan tentang kebijakannya untuk tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba dan hal itu berlaku untuk semua kalangan termasuk para politisi Bukan itu saja presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga kemudian mengajak warga sipil untuk membunuh para bandar dan pengedar obat-obat terlarang dan akan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang Uniknya para eksekutor yang di tugaskan untuk membasmi para gembong narkoba tidak hanya dari kalangan penegak hukum saja namun juga melibatkan masyarakat yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran Beberapa waktu terakhir Presiden Duterte terus diserang oleh dunia internasional terkait kebijakannya yang sangat kontroversial tersebut Namun Duterte seperti menutup telinga terhadap kecaman dan juga kritik yang di lontarkan dunia international Bahkan Duterte juga menyatakan bahwa dia siap mempertimbangkan untuk melaksanakan kembali hukuman mati bagi bandar dan juga pengedar narkotika di Filipina Sumber http-wwwadasajanet Meme

found @ 10765 likes ON 2017-07-10 22:34:31 BY ME.ME

source: instagram