Kim Jong-Un, Memes, and China: DARK SIDE
 OFDIMEN
 3 Triliun Dolar
 Dipertaruhkan nika
 Perang AS VS Korut
 Pecah
Ketegangan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat yang akhir-akhir ini terjadi kian mengkhawatirkan sejumlah pihak. Terlebih, kedua negara sama-sama memiliki kemampuan nuklir Jika ketegangan kedua negara pecah, perang termonuklir akan menjadi bencana kemanusiaan dan ekologis bagi seluruh wilayah. Radiasi akibat perang tersebut juga dapat menyebabkan bencana nuklir hingga ke Korea Selatan, China, Rusia, dan Jepang. Namun jika perang tersebut tak menggunakan senjata nuklir dan rezim Kim Jong-un jatuh, maka alternatif buruk lainnya tetap menghantui. Konsekuensi pertama adalah, keluarga Kim dan semua pihak yang berhubungan dengan Partai Buruh Korea yang berkuasa harus meninggalkan negaranya. Jadi, apa yang akan terjadi dengan rakyat Korea Utara tanpa Kim Jong-un sebagai pemimpin tertinggi mereka? Menurut Petrov, karena kekurangan uang, makanan, dan tempat tinggal, mereka juga mungkin akan mencari perlindungan di China, Rusia, dan Korea Selatan. Namun negara-negara itu tak akan selalu terbuka terhadap masuknya pengungsi Korea Utara. Menurut Petrov, hal yang mungkin terjadi adalah reunifikasi Korea Utara dan Selatan. Meski demikian itu akan berdampak pada masalah ekonomi dan sosial yang mendalam. "Korea Selatan kemungkinan menggunakan kesempatan itu untuk mengeksploitasi Korea Utara yang berpendidikan lebih rendah dan kurangnya pengalaman dalam keahlian. Jutaan pekerja Korut akan menjadi warga kelas dua, akan ada diskriminasi besar-besaran, bahkan perbatasan kemungkinan akan dijaga selama bertahun-tahun untuk menghentikan migrasi massal." "Akan dibutuhkan setidaknya 10 tahun sebelum angka kesejahteraan seimbang antara Utara dan Selatan. Selama 10 tahun itu, penyatuan kedua negara akan sangat mahal, US$ 3 triliun (sekitar Rp 40.029 triliun) atau lebih. Akan ada ketegangan sosial antara Korea Selatan dan Korea Utara." Sumber: Liputan6

Ketegangan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat yang akhir-akhir ini terjadi kian mengkhawatirkan sejumlah pihak. Terlebih, kedua negara sama-sama memiliki kemampuan nuklir Jika ketegangan kedua negara pecah, perang termonuklir akan menjadi bencana kemanusiaan dan ekologis bagi seluruh wilayah. Radiasi akibat perang tersebut juga dapat menyebabkan bencana nuklir hingga ke Korea Selatan, China, Rusia, dan Jepang. Namun jika perang tersebut tak menggunakan senjata nuklir dan rezim Kim Jong-un jatuh, maka alternatif buruk lainnya tetap menghantui. Konsekuensi pertama adalah, keluarga Kim dan semua pihak yang berhubungan dengan Partai Buruh Korea yang berkuasa harus meninggalkan negaranya. Jadi, apa yang akan terjadi dengan rakyat Korea Utara tanpa Kim Jong-un sebagai pemimpin tertinggi mereka? Menurut Petrov, karena kekurangan uang, makanan, dan tempat tinggal, mereka juga mungkin akan mencari perlindungan di China, Rusia, dan Korea Selatan. Namun negara-negara itu tak akan selalu terbuka terhadap masuknya pengungsi Korea Utara. Menurut Petrov, hal yang mungkin terjadi adalah reunifikasi Korea Utara dan Selatan. Meski demikian itu akan berdampak pada masalah ekonomi dan sosial yang mendalam. "Korea Selatan kemungkinan menggunakan kesempatan itu untuk mengeksploitasi Korea Utara yang berpendidikan lebih rendah dan kurangnya pengalaman dalam keahlian. Jutaan pekerja Korut akan menjadi warga kelas dua, akan ada diskriminasi besar-besaran, bahkan perbatasan kemungkinan akan dijaga selama bertahun-tahun untuk menghentikan migrasi massal." "Akan dibutuhkan setidaknya 10 tahun sebelum angka kesejahteraan seimbang antara Utara dan Selatan. Selama 10 tahun itu, penyatuan kedua negara akan sangat mahal, US$ 3 triliun (sekitar Rp 40.029 triliun) atau lebih. Akan ada ketegangan sosial antara Korea Selatan dan Korea Utara." Sumber: Liputan6

DARK SIDE OFDIMEN 3 Triliun Dolar Dipertaruhkan nika Perang AS VS Korut Pecah Ketegangan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat yang akhir-akhir ini terjadi kian mengkhawatirkan sejumlah pihak Terlebih kedua negara sama-sama memiliki kemampuan nuklir Jika ketegangan kedua negara pecah perang termonuklir akan menjadi bencana kemanusiaan dan ekologis bagi seluruh wilayah Radiasi akibat perang tersebut juga dapat menyebabkan bencana nuklir hingga ke Korea Selatan China Rusia dan Jepang Namun jika perang tersebut tak menggunakan senjata nuklir dan rezim Kim Jong-un jatuh maka alternatif buruk lainnya tetap menghantui Konsekuensi pertama adalah keluarga Kim dan semua pihak yang berhubungan dengan Partai Buruh Korea yang berkuasa harus meninggalkan negaranya Jadi apa yang akan terjadi dengan rakyat Korea Utara tanpa Kim Jong-un sebagai pemimpin tertinggi mereka? Menurut Petrov karena kekurangan uang makanan dan tempat tinggal mereka juga mungkin akan mencari perlindungan di China Rusia dan Korea Selatan Namun negara-negara itu tak akan selalu terbuka terhadap masuknya pengungsi Korea Utara Menurut Petrov hal yang mungkin terjadi adalah reunifikasi Korea Utara dan Selatan Meski demikian itu akan berdampak pada masalah ekonomi dan sosial yang mendalam Korea Selatan kemungkinan menggunakan kesempatan itu untuk mengeksploitasi Korea Utara yang berpendidikan lebih rendah dan kurangnya pengalaman dalam keahlian Jutaan pekerja Korut akan menjadi warga kelas dua akan ada diskriminasi besar-besaran bahkan perbatasan kemungkinan akan dijaga selama bertahun-tahun untuk menghentikan migrasi massal Akan dibutuhkan setidaknya 10 tahun sebelum angka kesejahteraan seimbang antara Utara dan Selatan Selama 10 tahun itu penyatuan kedua negara akan sangat mahal US$ 3 triliun sekitar Rp 40029 triliun atau lebih Akan ada ketegangan sosial antara Korea Selatan dan Korea Utara Sumber Liputan6 Meme

found @ 4290 likes ON 2017-05-02 11:54:30 BY ME.ME