Memes, Subway, and Baba: Demi Resepsi Anak, Bapak Iri
 Berjualan Hingga Basah
 Kuyup
 IDN Times Rosa Folia
 Diterbitkan: 20/07/2017 04:50
 267
 URL
 IT
Bertemu dengan Baba Hameed. Pada Jumat malam pukul 02.00 dini hari ketika sedang hujan deras dan semua orang buru-buru pulang ke rumah, seorang pria tua berdiri di jalan Khayaban e Ittehad berusaha sebaik mungkin untuk menjual rangkaian bunga melati. Aku memarkir mobilku beberapa meter dari tempatnya berada. Sembari melihatnya ada beberapa pertanyaan yang terbesit dalam pikiranku. Bukannya pulang ke rumah, mengapa dia justru basah kuyup karena hujan? Apa dia tidak tahu kalau sekarang pukul 02.00 dini hari? Tak ada mobil yang berhenti di dekatnya karena malam sudah larut, cuaca buruk atau mungkin karena alasan-alasan lain. Tapi dia tetap berusaha menjual rangkaian bunga. Kenapa? Aku memutuskan untuk berbincang dengannya. Sebelum mengawali obrolan, aku pergi terlebih dahulu ke restoran bernama Subway (yang kebetulan berada tepat di belakangnya) dan bertanya kepada staf mereka apakah mereka boleh membiarkan bapak tersebut makan di sana? Mereka menjadi dengan gestur yang ramah "kenapa tidak" Kemudian aku kembali kepada bapak itu dan bertanya: Aku: Sudahkah Anda makan malam? Dia: Belum. Aku: Maukah Anda makan malam bersama saya? Dia: (Dengan mengejutkan) Ya, di mana? (karena terlalu lapar dia langsung menjawab ya). Aku: Di sana, di belakang Anda. Setelah masuk, ia duduk di pojokan, mungkin karena dia malu dan ekspresinya menunjukkan bahwa ia tak pernah menyangka bisa makan di sana. Dia benar-benar basah kuyup, bajunya compang-camping dan ia mulai kedinginan karena pendingin ruangan. Bersambung (kolom komentar)

Bertemu dengan Baba Hameed. Pada Jumat malam pukul 02.00 dini hari ketika sedang hujan deras dan semua orang buru-buru pulang ke rumah, seorang pria tua berdiri di jalan Khayaban e Ittehad berusaha sebaik mungkin untuk menjual rangkaian bunga melati. Aku memarkir mobilku beberapa meter dari tempatnya berada. Sembari melihatnya ada beberapa pertanyaan yang terbesit dalam pikiranku. Bukannya pulang ke rumah, mengapa dia justru basah kuyup karena hujan? Apa dia tidak tahu kalau sekarang pukul 02.00 dini hari? Tak ada mobil yang berhenti di dekatnya karena malam sudah larut, cuaca buruk atau mungkin karena alasan-alasan lain. Tapi dia tetap berusaha menjual rangkaian bunga. Kenapa? Aku memutuskan untuk berbincang dengannya. Sebelum mengawali obrolan, aku pergi terlebih dahulu ke restoran bernama Subway (yang kebetulan berada tepat di belakangnya) dan bertanya kepada staf mereka apakah mereka boleh membiarkan bapak tersebut makan di sana? Mereka menjadi dengan gestur yang ramah "kenapa tidak" Kemudian aku kembali kepada bapak itu dan bertanya: Aku: Sudahkah Anda makan malam? Dia: Belum. Aku: Maukah Anda makan malam bersama saya? Dia: (Dengan mengejutkan) Ya, di mana? (karena terlalu lapar dia langsung menjawab ya). Aku: Di sana, di belakang Anda. Setelah masuk, ia duduk di pojokan, mungkin karena dia malu dan ekspresinya menunjukkan bahwa ia tak pernah menyangka bisa makan di sana. Dia benar-benar basah kuyup, bajunya compang-camping dan ia mulai kedinginan karena pendingin ruangan. Bersambung (kolom komentar)

Demi Resepsi Anak Bapak Iri Berjualan Hingga Basah Kuyup IDN Times Rosa Folia Diterbitkan 20072017 0450 267 URL IT Bertemu dengan Baba Hameed Pada Jumat malam pukul 0200 dini hari ketika sedang hujan deras dan semua orang buru-buru pulang ke rumah seorang pria tua berdiri di jalan Khayaban e Ittehad berusaha sebaik mungkin untuk menjual rangkaian bunga melati Aku memarkir mobilku beberapa meter dari tempatnya berada Sembari melihatnya ada beberapa pertanyaan yang terbesit dalam pikiranku Bukannya pulang ke rumah mengapa dia justru basah kuyup karena hujan? Apa dia tidak tahu kalau sekarang pukul 0200 dini hari? Tak ada mobil yang berhenti di dekatnya karena malam sudah larut cuaca buruk atau mungkin karena alasan-alasan lain Tapi dia tetap berusaha menjual rangkaian bunga Kenapa? Aku memutuskan untuk berbincang dengannya Sebelum mengawali obrolan aku pergi terlebih dahulu ke restoran bernama Subway yang kebetulan berada tepat di belakangnya dan bertanya kepada staf mereka apakah mereka boleh membiarkan bapak tersebut makan di sana? Mereka menjadi dengan gestur yang ramah kenapa tidak Kemudian aku kembali kepada bapak itu dan bertanya Aku Sudahkah Anda makan malam? Dia Belum Aku Maukah Anda makan malam bersama saya? Dia Dengan mengejutkan Ya di mana? karena terlalu lapar dia langsung menjawab ya Aku Di sana di belakang Anda Setelah masuk ia duduk di pojokan mungkin karena dia malu dan ekspresinya menunjukkan bahwa ia tak pernah menyangka bisa makan di sana Dia benar-benar basah kuyup bajunya compang-camping dan ia mulai kedinginan karena pendingin ruangan Bersambung kolom komentar Meme

found @ 11568 likes ON 2017-07-24 10:13:21 BY ME.ME

source: instagram