Memes, Sang, and πŸ€–: Putra Pria Dibakar Hidup-
 hidup: Abi Mana, Kok Tidak
 Salat?
 Liputan6.com Fernando Purba
 Diterbitkan: 06/08/2017 14:21
 Diperbarui: 06/08/2017 17:06
 842
 URL
 Keluarga korban dibakar hidup-hidup meminta kepolisian
Alif Saputra, putra sulung M Alzahra alias Joya (35) masih sulit melupakan sosok ayahnya sepekan kepergian almarhum. Bocah berusia 4 tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga. Bahkan, Alif terlihat belum pasrah. Ia kerap bolak balik mencari keberadaan ayahandanya yang meninggal akibat ulah massa setelah menuduhnya mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02-01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Menurut istri korban, Siti Jubaida (25), putranya itu sejatinya belum mengerti arti kematian. Alif hanya suka bertanya, mengapa ayah yang bekerja sebagai tukang reparasi sound system tersebut diamuk dan diperlakukan tak manusiawi. Pertanyaan itu dilontarkan saat Alif dan ibunya menyekar pusara Alzahra alias Joya. "Abi kok dibakar, emang ayam," kata Jubaida menirukan ucapan Alif. Tak pelak, Jubaida terlihat hendak tumbang. Secara perlahan, suara perempuan yang tengah mengandung 6 bulan itu lirih dan meneteskan air matanya. "Saya tak kuat, ia ngomong itu terus," ucap Jubaida. Perasaan Jubaida pun kian hancur. Apalagi saat langit menggelap dan azan magrib berkumandang. Di saat itu, sambung Jubaida, putranya kerap merindukan sosok sang ayah. "Abi enggak Aloh Akbal, Aloh Akbal (Allah Akbar, Allah Akbar)," ucap Jubaidah menirukan pertanyaan Alif yang cadel. Dia menambahkan, almarhum memang semasa hidup kerap membawa putranya mengaji dan salat bersama di Musala Baitur Rohman. Joya selalu menyempatkan waktu untuk beribadah dengan menggendong Alif, menuju tempat salat sederhana yang posisinya tak jauh dari kontrakan mereka. "Yang dia tahu kan, kalau sudah sore ayahnya sudah pulang ke rumah. Kalau sudah sore, dia nyariin terus. 'Abi mana, Abi mana. Abi kok gak olat (salat)'. Terus lari, bolak balik ke musala, nanyain orang-orang di situ. Kok abi enggak auloh akbar (Allahuakbar)," cerita Jubaida menahan air mata. Jubaida mengaku, tidaklah mudah menjawab pertanyaan tersebut. Ia kehilangan akal, dan hanya meminta agar para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Joya diproses secara adil. "Berat mas. Kemarin dia nanya ke neneknya. Nenek, nenek, kok abi tidur, tidurnya di tanah. 😭😭😭😭😭😭😭

Alif Saputra, putra sulung M Alzahra alias Joya (35) masih sulit melupakan sosok ayahnya sepekan kepergian almarhum. Bocah berusia 4 tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga. Bahkan, Alif terlihat belum pasrah. Ia kerap bolak balik mencari keberadaan ayahandanya yang meninggal akibat ulah massa setelah menuduhnya mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02-01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Menurut istri korban, Siti Jubaida (25), putranya itu sejatinya belum mengerti arti kematian. Alif hanya suka bertanya, mengapa ayah yang bekerja sebagai tukang reparasi sound system tersebut diamuk dan diperlakukan tak manusiawi. Pertanyaan itu dilontarkan saat Alif dan ibunya menyekar pusara Alzahra alias Joya. "Abi kok dibakar, emang ayam," kata Jubaida menirukan ucapan Alif. Tak pelak, Jubaida terlihat hendak tumbang. Secara perlahan, suara perempuan yang tengah mengandung 6 bulan itu lirih dan meneteskan air matanya. "Saya tak kuat, ia ngomong itu terus," ucap Jubaida. Perasaan Jubaida pun kian hancur. Apalagi saat langit menggelap dan azan magrib berkumandang. Di saat itu, sambung Jubaida, putranya kerap merindukan sosok sang ayah. "Abi enggak Aloh Akbal, Aloh Akbal (Allah Akbar, Allah Akbar)," ucap Jubaidah menirukan pertanyaan Alif yang cadel. Dia menambahkan, almarhum memang semasa hidup kerap membawa putranya mengaji dan salat bersama di Musala Baitur Rohman. Joya selalu menyempatkan waktu untuk beribadah dengan menggendong Alif, menuju tempat salat sederhana yang posisinya tak jauh dari kontrakan mereka. "Yang dia tahu kan, kalau sudah sore ayahnya sudah pulang ke rumah. Kalau sudah sore, dia nyariin terus. 'Abi mana, Abi mana. Abi kok gak olat (salat)'. Terus lari, bolak balik ke musala, nanyain orang-orang di situ. Kok abi enggak auloh akbar (Allahuakbar)," cerita Jubaida menahan air mata. Jubaida mengaku, tidaklah mudah menjawab pertanyaan tersebut. Ia kehilangan akal, dan hanya meminta agar para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Joya diproses secara adil. "Berat mas. Kemarin dia nanya ke neneknya. Nenek, nenek, kok abi tidur, tidurnya di tanah. 😭😭😭😭😭😭😭

memes
memes

memes

Sang
Sang

Sang

πŸ€–
πŸ€–

πŸ€–

alias
alias

alias

air
air

air

mana
mana

mana

com
com

com

dia
dia

dia

url
url

url

agar
agar

agar

akbar
akbar

akbar

allah
allah

allah

sound
sound

sound

abi
abi

abi

arty
arty

arty

tak
tak

tak

system
system

system

amplifier
amplifier

amplifier

gak
gak

gak

alife
alife

alife

aliasing
aliasing

aliasing

kata
kata

kata

mata
mata

mata

aires
aires

aires

para
para

para

fernando
fernando

fernando

artis
artis

artis

saya
saya

saya

pun
pun

pun

allah akbar
allah akbar

allah akbar

kian
kian

kian

berate
berate

berate

tahu
 tahu

tahu

dan
 dan

dan

sore
 sore

sore

istri
 istri

istri

purba
 purba

purba

artie
 artie

artie

massa
 massa

massa

None
None

None

None
None

None

Yang
Yang

Yang

Paras
Paras

Paras

Ayam
Ayam

Ayam

Suka
Suka

Suka

Kok
Kok

Kok

Terus
Terus

Terus

Liputan6
Liputan6

Liputan6

Pria
Pria

Pria

Saat
Saat

Saat

Allahuakbar
Allahuakbar

Allahuakbar

Putra Pria Dibakar Hidup- hidup Abi Mana Kok Tidak Salat? Liputan6com Fernando Purba Diterbitkan 06082017 1421 Diperbarui 06082017 1706 842 URL Keluarga korban dibakar hidup-hidup meminta kepolisian Alif Saputra putra sulung M Alzahra alias Joya 35 masih sulit melupakan sosok ayahnya sepekan kepergian almarhum Bocah berusia 4 tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga Bahkan Alif terlihat belum pasrah Ia kerap bolak balik mencari keberadaan ayahandanya yang meninggal akibat ulah massa setelah menuduhnya mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat RT 02-01 Hurip Jaya Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Menurut istri korban Siti Jubaida 25 putranya itu sejatinya belum mengerti arti kematian Alif hanya suka bertanya mengapa ayah yang bekerja sebagai tukang reparasi sound system tersebut diamuk dan diperlakukan tak manusiawi Pertanyaan itu dilontarkan saat Alif dan ibunya menyekar pusara Alzahra alias Joya Abi kok dibakar emang ayam kata Jubaida menirukan ucapan Alif Tak pelak Jubaida terlihat hendak tumbang Secara perlahan suara perempuan yang tengah mengandung 6 bulan itu lirih dan meneteskan air matanya Saya tak kuat ia ngomong itu terus ucap Jubaida Perasaan Jubaida pun kian hancur Apalagi saat langit menggelap dan azan magrib berkumandang Di saat itu sambung Jubaida putranya kerap merindukan sosok sang ayah Abi enggak Aloh Akbal Aloh Akbal Allah Akbar Allah Akbar ucap Jubaidah menirukan pertanyaan Alif yang cadel Dia menambahkan almarhum memang semasa hidup kerap membawa putranya mengaji dan salat bersama di Musala Baitur Rohman Joya selalu menyempatkan waktu untuk beribadah dengan menggendong Alif menuju tempat salat sederhana yang posisinya tak jauh dari kontrakan mereka Yang dia tahu kan kalau sudah sore ayahnya sudah pulang ke rumah Kalau sudah sore dia nyariin terus 'Abi mana Abi mana Abi kok gak olat salat' Terus lari bolak balik ke musala nanyain orang-orang di situ Kok abi enggak auloh akbar Allahuakbar cerita Jubaida menahan air mata Jubaida mengaku tidaklah mudah menjawab pertanyaan tersebut Ia kehilangan akal dan hanya meminta agar para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Joya diproses secara adil Berat mas Kemarin dia nanya ke neneknya Nenek nenek kok abi tidur tidurnya di tanah 😭😭😭😭😭😭😭 Meme

found @ 13572 likes ON 2017-08-28 08:17:26 BY me.me

source: instagram