🔥 Popular | Latest

Crime, Memes, and Omg: CRIME SUAMI TEGA MEMBUNURH DAN MEMBELAH PERUT ISTRI YANG SEDANG HAMIL TUR ENTAH apa yang ada di pikiran Romi Septiawan (30) yang rela membunuh Erni Susanti S,spd (29) istrinya yang sedang hamil tua dan membelah perutnya. Kejadian ini terjadi pada Kamis (21-02) pukul 12.00 WIB, di Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Berawal dari pelaku yang marah kepada korban karna tidak diperbolehkan melihat handphone korban, setelah itu terjadilah cekcok. Pelaku kemudian keluar rumah setelah itu kembali lagi meminjam parang milik tetangga dengan alasan ingin membuka kelapa. Selanjutnya, masuk kedalam kamar menaruh parang tersebut di atas kasur dengan ditutupi selimut dalam posisi korban tertidur. Melihat pelaku masuk membuka pintu kamar, korban terbangun setelah itu cekcok kembali terjadi. Lantas, pelaku langsung mengambil parang yang telah disiapkannya dan menebas leher korban dalam posisi korban sedang berbaring di atas kasur. Kejamnya lagi, pelaku membela perut korban yang dalam posisi hamil dan mengambil anak yang ada didalam perut korban. Lalu pelaku keluar rumah dan sempat memberitahu tetangga sebelah rumah dan pelaku langsung kabur melarikan diri. Pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Buser Polres Bengkulu Ketika sedang bersembunyi di wilayah Tanjung Jaya Kota Bengkulu. Romi dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuan dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Dil) OMG!! Apa yang ada di dalam pikirannya. Tega banget!!

ENTAH apa yang ada di pikiran Romi Septiawan (30) yang rela membunuh Erni Susanti S,spd (29) istrinya yang sedang hamil tua dan membelah per...

Save
cnn.com, Memes, and Muslim: JENAZAH SEORANG WARGA DITOLAK KARENA BERAGAMR NON MUSLIM Koodinator Gusdurian Mojokerto, Imam Maliki yang mengawal kasus ini mengatakan bahwa sebelumnya warga sepakat jika pemakaman tanpa ritual kristen dan tanda salib. Pihak keluarga yang merupakan satu-satunya non-muslim di desa itu pun sepakat dengan syarat yang diajukan oleh para warga. Namun setelsh lewat dua hari setelah pemakaman, penolakan kembali muncul dari pada warga. Mereka menolak dengan alasan area pemakaman itu milik orang islam, tanahnya bukan tanah desa. Alasan lainnya karena kuburan itu dipenuhi kuburan muslim dan tak boleh dicampur dengan jenazah dari agama lain. ⠀ "Tanah itu tanah wakaf untuk orang Muslim, itu yang menjadi alasan penolakan. Warga yang menolak, tahu itu makamnya untuk Muslim," ujar Imam, melansir CNN Indonesia. Pegiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Aan Anshori dalam unggahan di akun Facebooknya mengatakan bahwa anak almarhumah bernama Novi hanya diam mengetahui penolakan warga. Sebagai warga desa, Novi berpendapat harusnya mereka juga mendapat layanan pemakaman yang sama tanpa memandang perbedaan agama. Atas masalah ini, Penggerak Gusdurian Mojokerto, Kukun Triyoga mengatakan musyawarah kembali dilakukan. Musyawarah itu dihadiri oleh pihak keluarga, perangkat desa, Polresta Mojokerto, Kodim, Kecamatan, Kelurahan, dan masyarakat sekitar. Solusi masalah ini adalah, adanya kesepakatan makam akan dipindahkan ke area pemakaman non-muslim. Pihak keluarga sudah menerima kesepakatan ini dengan lapang dada. Namun karena pemakaman non-muslim belum tersedia, untuk sementara makam belum dibongkar. Pemindahan jenazah akan dilakukan usai pemerintah menyediakan lahan untuk pemakaman non-muslim. ⠀ "Kami dari Gusdurian sebenarnya ingin makam Bu Nunuk tetap di desa itu. Kami menuntut ada fasilitas Desa Ngares Kidul untuk makam non-Muslim," kata Kukun. Pihak aparat meminta waktu 6 bulan untuk menyediakan lahan pemakaman non-muslim. Jika sudah tersedia, jenazah akan segera dipindahkan. ⠀ What do you think guys?? Tag teman kalian ya Follow @sejarah_mitos

Koodinator Gusdurian Mojokerto, Imam Maliki yang mengawal kasus ini mengatakan bahwa sebelumnya warga sepakat jika pemakaman tanpa ritual kr...

Save
Barbie, Memes, and Rosie: Kisah Boneka Barbie yang Jadi Pembongkar Kasus Pembunuhan Rumit Seorang Gadis 6 Tahun HUMANDoD Rosie Tapia, gadis 6 tahun dari Salt Lake City, Amerika Serikat, menjadi korban pembunuhan pada 1995. Sayangnya, pembunuhan tersebut cukup rumit dan belum terungkap hingga kini. Namun, pada minggu ini, polisi kembali mencoba mengungkap pembunuhan tersebut tepat pada ulang tahun Rosie ke-30, seperti diwartakan Daily Mirror pada Rabu (23-1-2019). Dan satu-satunya petunjuk tersisa yang bisa digunakan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini adalah sebuah boneka Barbie. Ibu anak sekolah itu, Lewine Tapia, mengatakan boneka itu ada di antara beberapa barang yang tersisa di kuburan putrinya. Sekarang, Koalisi Kasus Dingin Utah mengatakan, dua orang penyelidik yang terhubung dengan kasus tersebut, diduga memiliki fiksasi dengan boneka Barbie. Mainan itu dibawa pulang oleh Lewine, ia menjelaskan bahwa, benda itu bisa menjadi barang yang sangat berarti. Menurut tes DNA, boneka ini sedang diselidiki dari mana asalnya. Salah satu pendiri koalisi yang menyelidiki kasus ini, Karra Porter menjelaskan, "jika ada seseorang yang datang kesana mengetahui siapa yang meninggalkannya disana, mungkin informasi akan diterima. Bahkan mungkin, kami bisa menghemat sumber daya untuk menyelidiki kasus ini," terangnya. Meski demikian, ibunya, Lewine sendiri mengatakan tidak yakin bahwa investigasi ini akan membuahkan hasil. Dia hanya mengatakan bahwa, "Saya berharap Tuhan membiarkan saya hidup sampai kita menemukan orang yang membunuh putri saya." Rosie diculik dari rumahnya pada dini hari 13 Agustus 1995, dan secara brutal mengalami pelecehan seksual. Tubuhnya ditemukan di sebuah kanal beberapa jam kemudian. Tetapi, tidak ada yang pernah dihukum karena pembunuhan yang mengerikan itu belum berhasil terungkap. Satu-satunya benda yang mungkin bisa mengungkap pembunuhan itu hanyalah boneka Barbie yang secara misterius ditinggalkan di kuburannya. Sumber: intisari-online.com

HUMANDoD Rosie Tapia, gadis 6 tahun dari Salt Lake City, Amerika Serikat, menjadi korban pembunuhan pada 1995. Sayangnya, pembunuhan tersebu...

Save
Memes, Indonesia, and Michael: Ditengah Operasi Trikora, Kopassus Dapat Misi Dadakan Cari Sosok Anak Konglomerat di Suku Kanibal Papua HUMANDoD Sejarah pernah mencatat, Kopassus menjalani misi pencarian anak konglomerat Amerika Serikat di hutan Papua. Kisah itu dijalani oleh Sintong Panjaitan yang juga pernah menjadi Danjen Kopassus. Lalu siapa sosok yang dicari Kopassus itu untuk diselamatkan dari hutan Papua yang terkenal dihuni oleh suku 'kanibal'. Dia adalah Michael Rockfeller. Kisah hidup Michael Rockefeller berakhir misterius di belantara Papua. Michael Rockefeller adalah anak dari miliarder Amerika Serikat, Nelson Rockefeller. Michael Rockefeller diketahui telah lama ingin menjelajahi hutan Papua yang dulunya disebut Irian Barat. Michael Rockefeller dikenal senang berpetualang di alam liar. Di tahun 1961, para antropolog dunia memang sedang menggandrungi penjelajahan ke daerah-daerah yang belum dijamah. Sebut saja daerah tersebut adalah 'unexpected area' di Bumi. Satu di antara sasaran penjelajahan ialah di Hindia New Guinea atau Papua. Tujuan Michael Rockefeller ini ingin menemui Suku Asmat yang saat itu sama sekali belum dijamah oleh kehidupan luar. Dari keinginannya itu lah petualangan penuh teka-teki ini dimulai pada 17 November 1961. Bersama dengan seorang antropolog Belanda, Rene Wassing, Michael Rockefeller menaiki sebuah perahu tradisional. Mereka menyusuri sungai-sungai di belantara hutan Papua. Apes bagi mereka, pada 19 November 1961, perahu yang mereka tumpangi terbalik dan hanyut di sungai. Sampai di bantaran sungai, hanya Rene Wassing pemandu lokal mereka yang selamat. Sedangkan Michael Rockefeller hilang. Raibnya Michael Rockefeller muda ini bahkan menjadi headline berita di berbagai belahan dunia. Keluarganya di AS yang mendengar hilangnya Michael Rockefeller berusaha melakukan operasi pencarian. Namun mereka kesulitan mendapat akses. Pasalnya, kala itu di Irian Barat sedang ada operasi militer skala besar (Trikora) yang dilakukan Indonesia untuk merebut Bumi Cenderawasih dari tangan Belanda. Walaupun begitu, pencarian Michael Rockefeller tetap dilaksanakan. Banyak spekulasi muncul mengenai nasib Michael Rockefeller. Dari ia mati dimakan buaya, tenggelam, hingga yang paling heboh menjadi korban kanibalisme di pedalaman Papua. Next🔻

HUMANDoD Sejarah pernah mencatat, Kopassus menjalani misi pencarian anak konglomerat Amerika Serikat di hutan Papua. Kisah itu dijalani oleh...

Save