๐Ÿ”ฅ Popular | Latest

HUMANDoD Kita semua tahu jika 17 Agustus 1945 adalah hari Kemerdekaan bagi Indonesia. Tapi pada prosesnya itu tidak langsung diterima dengan mudah oleh para penjajah. Terbukti salah satu komandan Belanda Raymond Pierre Paul Westerling justru memerintahkan untuk membantai penduduk pribumi. Tepatnya di Sulawesi Selatan pada Desember 1946 sampai Februari 1947. Tragedi ini dikenal sebagai pembantaian Westerling. Menurut kisahnya, Raymond melakukan operasi militer Counter Insurgency alias penumpasan pemberontak. Awalnya operasi ini dilakukan untuk meminimalisir adanya pemberontak dan menghukum para pelaku kriminal. Namun lama kelamaan berubah menjadi pembantaian massal. Dari tiga tahap pembantaian yang dilakukan, total korban yang dilaporkan sekitar 40 ribu jiwa. Namun itu tidak dapat dipastikan karena keberingasan Raymond meluas sampai daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan. Sumber: http:-segiempat.com: DAR OF Tragedi Westerling HUMANDoD Kita semua tahu jika 17 Agustus 1945 adalah hari Kemerdekaan bagi Indonesia. Tapi pada prosesnya itu tidak langsung diterima dengan mudah oleh para penjajah. Terbukti salah satu komandan Belanda Raymond Pierre Paul Westerling justru memerintahkan untuk membantai penduduk pribumi. Tepatnya di Sulawesi Selatan pada Desember 1946 sampai Februari 1947. Tragedi ini dikenal sebagai pembantaian Westerling. Menurut kisahnya, Raymond melakukan operasi militer Counter Insurgency alias penumpasan pemberontak. Awalnya operasi ini dilakukan untuk meminimalisir adanya pemberontak dan menghukum para pelaku kriminal. Namun lama kelamaan berubah menjadi pembantaian massal. Dari tiga tahap pembantaian yang dilakukan, total korban yang dilaporkan sekitar 40 ribu jiwa. Namun itu tidak dapat dipastikan karena keberingasan Raymond meluas sampai daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan. Sumber: http:-segiempat.com

HUMANDoD Kita semua tahu jika 17 Agustus 1945 adalah hari Kemerdekaan bagi Indonesia. Tapi pada prosesnya itu tidak langsung diterima den...

Save