🔥 Popular | Latest

itkan : 09-08-2017 16:05 LINEfacebooktwitterwhatsappblackberryKEEPCOPY34 Siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah TRIBUNJABAR.CO.ID, SUKABUMI - Foto seorang bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) ini mendadak ramai jadi perbincangan netizen. Tampak pada foto, bocah tersebut sedang berbaring dengan alas tikar. Matanya terpejam dan wajahnya sudah pucat pasi. Ia masih mengenakan seragam sekolahnya saat dikabarkan meninggal dunia. Yang membuat geram, kabarnya ia meninggal dunia setelah mengalami bully dan tindak kekerasan dari teman sekelasnya. Rupanya, bocah itu merupakan siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Diposting oleh akun Instagram @nie_kha, bocah itu sempat dibawa ke puskesmas namun nyawanya sudah tidak tertolong. Ia dilaporkan pingsan di sekolah usai dipukul temannya. Begini keterangan yang ditulis : Ijin share untuk para orang tua dirumah Innalillahi wainna ilaihi roojiun…… Pembulian dan tindakan kekerasan antar teman sekolah kembali terjadi, dan memakan korban jiwa. Terjadi pada Anak SD. Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas Kejadian selasa, 8 agustus 2017 Sekitar pukul 06:30wib Kronologi….. Seorang siswa kelas II SD, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa setelah dipukul teman sekelasnya, Selasa (8-8-2017). Menurut kakak kandung SR, Abdurohim (37 tahun) warga kampung Citiris RT, 05-06, Desa Hergarmanah Kecamatan Cicantayan, ia mendapat kabar adiknya tewas sekitar pukul 06.30 WIB. “Saat itu teman-temannya mengadu SR pingsan setelah dipukuli temannya,” terang kakak kandung SR. Mendapat kabar, Abdurohim langung menuju sekolah. Ia melihat adiknya terkapar, dan langsung memegang denyut nadi SR. “Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” kata dia. Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SR sudah meninggal dunia. Mendapat kabar adiknya meninggal dunia, Abdurohim membawa SR ke RSUD Sekarwangi guna otopsi. Bersambung: Bocah SD di Sukabumi Tewas Masih Pakai Seragam, Lubang Teliganya Disumpal Keripik dan Disiram Air Tribunnews.com Diterbitkan: 09/08/2017 16:05 O 34 URL itkan : 09-08-2017 16:05 LINEfacebooktwitterwhatsappblackberryKEEPCOPY34 Siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah TRIBUNJABAR.CO.ID, SUKABUMI - Foto seorang bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) ini mendadak ramai jadi perbincangan netizen. Tampak pada foto, bocah tersebut sedang berbaring dengan alas tikar. Matanya terpejam dan wajahnya sudah pucat pasi. Ia masih mengenakan seragam sekolahnya saat dikabarkan meninggal dunia. Yang membuat geram, kabarnya ia meninggal dunia setelah mengalami bully dan tindak kekerasan dari teman sekelasnya. Rupanya, bocah itu merupakan siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Diposting oleh akun Instagram @nie_kha, bocah itu sempat dibawa ke puskesmas namun nyawanya sudah tidak tertolong. Ia dilaporkan pingsan di sekolah usai dipukul temannya. Begini keterangan yang ditulis : Ijin share untuk para orang tua dirumah Innalillahi wainna ilaihi roojiun…… Pembulian dan tindakan kekerasan antar teman sekolah kembali terjadi, dan memakan korban jiwa. Terjadi pada Anak SD. Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas Kejadian selasa, 8 agustus 2017 Sekitar pukul 06:30wib Kronologi….. Seorang siswa kelas II SD, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa setelah dipukul teman sekelasnya, Selasa (8-8-2017). Menurut kakak kandung SR, Abdurohim (37 tahun) warga kampung Citiris RT, 05-06, Desa Hergarmanah Kecamatan Cicantayan, ia mendapat kabar adiknya tewas sekitar pukul 06.30 WIB. “Saat itu teman-temannya mengadu SR pingsan setelah dipukuli temannya,” terang kakak kandung SR. Mendapat kabar, Abdurohim langung menuju sekolah. Ia melihat adiknya terkapar, dan langsung memegang denyut nadi SR. “Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” kata dia. Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SR sudah meninggal dunia. Mendapat kabar adiknya meninggal dunia, Abdurohim membawa SR ke RSUD Sekarwangi guna otopsi. Bersambung

itkan : 09-08-2017 16:05 LINEfacebooktwitterwhatsappblackberryKEEPCOPY34 Siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah TRIBUNJABAR.CO.ID, SUKABUMI...

Save
SEMOGA JADI PEMBELAJARAN Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi rumah keluarga Muhammad Alzahra, pria yang meninggal setelah dibakar massa di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat . Lukman pun berbincang dengan istri almarhum Zahra, Siti Zubaedah, yang tengah mengandung. Lukman berjanji akan menanggung biaya pendidikan putra almarhum Alzahra. "Insya Allah, jika keluarga almarhum mengizinkan, saya akan menanggung biaya pendidikan anak almarhum," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Senin 7 Agustus 2017. Lukman mengatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami Muhamamd Alzahra. Dia berharap peristiwa itu tidak terulang lagi. "Saya harap tindakan ini bisa diproses secara hukum dan kita semua bisa sama-sama mengambil pelajaran atas musibah yang menimpa keluarga Siti Zubaedah," kata Lukman. Bersamaan dengan Lukman, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga berkunjung ke kediaman Zahra. Muhammad Alzahra alias Azoy meninggal dunia karena dibakar massa setelah dituduh mencuri amplifier di sebuah mushola di Kampung Muara Bakti, RT 012 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu malam, 2 Agustus 2017. Hingga saat ini polisi sudah memeriksa delapan saksi terkait kasus tersebut. Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka: Menag Tanggung Biaya Pendidikan Anak Korban Pembakaran Massa Dream.co.id Diterbitkan: 07/08/2017 18:01 29 URL SEMOGA JADI PEMBELAJARAN Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi rumah keluarga Muhammad Alzahra, pria yang meninggal setelah dibakar massa di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat . Lukman pun berbincang dengan istri almarhum Zahra, Siti Zubaedah, yang tengah mengandung. Lukman berjanji akan menanggung biaya pendidikan putra almarhum Alzahra. "Insya Allah, jika keluarga almarhum mengizinkan, saya akan menanggung biaya pendidikan anak almarhum," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Senin 7 Agustus 2017. Lukman mengatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami Muhamamd Alzahra. Dia berharap peristiwa itu tidak terulang lagi. "Saya harap tindakan ini bisa diproses secara hukum dan kita semua bisa sama-sama mengambil pelajaran atas musibah yang menimpa keluarga Siti Zubaedah," kata Lukman. Bersamaan dengan Lukman, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga berkunjung ke kediaman Zahra. Muhammad Alzahra alias Azoy meninggal dunia karena dibakar massa setelah dituduh mencuri amplifier di sebuah mushola di Kampung Muara Bakti, RT 012 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu malam, 2 Agustus 2017. Hingga saat ini polisi sudah memeriksa delapan saksi terkait kasus tersebut. Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka

SEMOGA JADI PEMBELAJARAN Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi rumah keluarga Muhammad Alzahra, pria yang meninggal...

Save
Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita rasakan setiap hari. Rumah yang luas, pakaian bersih, tempat tidur dan selimut yang hangat dan makanan enak yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setiap kali merasa lapar. Pernahkah kita mensyukuri nikmat tersebut? Potret seorang remaja berusia 13 tahun ini bisa membukakan mata sekaligus mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur. Selain harus menderita kelaparan setiap malam, diceritakan bahwa ia belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Sangat menyedihkan kehidupan yang ia jalani.Kisah hidup remaja yang tak diketahui identitasnya tersebut mulanya diceritakan oleh seorang netizen bernama Xu Jan Hao. Setelah berkenalan dengan remaja tersebut, Hao akhirnya diajak untuk berkunjung ke rumahnya. Disana, ia melihat keadaan rumahnya yang memprihatinkan. "Kita perlu belajar bagaimana merasa puas dengan kehidupan kita dan menghargai hal-hal yang kita miliki. Saya tahu mengapa dia menderita kelaparan, lihat saja keadaan rumahnya. Tidak ada gas di dapur, dan kompor masak juga telah rusak. Ayahnya orang Malaysia, tapi dia tidak punya uang untuk membuat Mykad," cerita Hao seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz, Sabtu (27-5). Hao membagikan kisah remaja tersebut dengan harapan agar ada orang lain yang bisa membantunya. "Saya membagikan ini karena saya ingin membantu mereka, dan saya harap kalian juga bisa membantu mereka. Kamu tidak perlu menyumbangkan uang saat ini, karena ayahnya belum memiliki rekening bank. Yang paling penting adalah dia bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Mari kita bantu mereka bersama," tambahnya. Mie Goreng Jawa Kisah remaja tersebut yang diunggah Ho ke laman Facebook kemudian viral dan mendapatkan respons dari netizen. Ada salah satu foto yang membuat netizen merasa terenyuh yakni saat remaja itu bisa tetap tersenyum gembira Mereka sangat bersimpati dan menawarkan untuk menyumbangkan kebutuhan sehari-hari, perabotan dan uang. "Kita perlu membersihkan rumahnya terlebih dahulu dan kemudian akan kita update langkah selanjutnya," kata Ho. salaminspirasi: Potret kehidupan bocah miskin ini ingatkan kita untuk selalu bersyukur la belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Ismarlina Mokodompit Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita rasakan setiap hari. Rumah yang luas, pakaian bersih, tempat tidur dan selimut yang hangat dan makanan enak yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setiap kali merasa lapar. Pernahkah kita mensyukuri nikmat tersebut? Potret seorang remaja berusia 13 tahun ini bisa membukakan mata sekaligus mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur. Selain harus menderita kelaparan setiap malam, diceritakan bahwa ia belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Sangat menyedihkan kehidupan yang ia jalani.Kisah hidup remaja yang tak diketahui identitasnya tersebut mulanya diceritakan oleh seorang netizen bernama Xu Jan Hao. Setelah berkenalan dengan remaja tersebut, Hao akhirnya diajak untuk berkunjung ke rumahnya. Disana, ia melihat keadaan rumahnya yang memprihatinkan. "Kita perlu belajar bagaimana merasa puas dengan kehidupan kita dan menghargai hal-hal yang kita miliki. Saya tahu mengapa dia menderita kelaparan, lihat saja keadaan rumahnya. Tidak ada gas di dapur, dan kompor masak juga telah rusak. Ayahnya orang Malaysia, tapi dia tidak punya uang untuk membuat Mykad," cerita Hao seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz, Sabtu (27-5). Hao membagikan kisah remaja tersebut dengan harapan agar ada orang lain yang bisa membantunya. "Saya membagikan ini karena saya ingin membantu mereka, dan saya harap kalian juga bisa membantu mereka. Kamu tidak perlu menyumbangkan uang saat ini, karena ayahnya belum memiliki rekening bank. Yang paling penting adalah dia bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Mari kita bantu mereka bersama," tambahnya. Mie Goreng Jawa Kisah remaja tersebut yang diunggah Ho ke laman Facebook kemudian viral dan mendapatkan respons dari netizen. Ada salah satu foto yang membuat netizen merasa terenyuh yakni saat remaja itu bisa tetap tersenyum gembira Mereka sangat bersimpati dan menawarkan untuk menyumbangkan kebutuhan sehari-hari, perabotan dan uang. "Kita perlu membersihkan rumahnya terlebih dahulu dan kemudian akan kita update langkah selanjutnya," kata Ho. salaminspirasi

Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita r...

Save
Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah sosok siswa yang lugu, kuat dan tangguh. Yang mana tidak seperti biasanya anak muda jaman sekarang, sekolah bawa sepeda motor, keluyuran, main HP dll. Justru yono sangat luar biasa. Bila di jaman sekarang semangat dan tekad untuk sekolah patut diacungi jempol. Dia sekolah dengan mengayuh sepeda onthel yang sudah butut dari rumahnya Tunggul hingga Kauman sekitar 10 km. Dia tidak malu walau teman-temannya bawa sepeda motor bagus. Baginya tidaklah penting, yang terpenting bisa sekolah. Yang lebih luar biasa lagi, setiap pulang sekolah atau liburan dia bukan bermain atau kelayapan. Namun dia bekerja sebagai buruh pasir di sungai atau bengawan. Semua dilakukan untuk membantu ortu, biaya sekolah kakaknya Tari juga buat sekolah dirinya sendiri. Bila musim sawah, bapak Jiyo, istri, Yono, Tari, semua juga ikut kerja buruh tani, tandur, macul, matun, derep atau yang lain. Yang terpenting bagi keluarga ini kerja halal. Kisah ini adalah nyata dan sesuai fakta. Bila ingin mengetahui langsung, silahkan datang atau ketemu keluarga ini dengan alamat keluarga bapak Imam Sujiyo (Jiyo)-ibu Karni, Rt 03 RW 06 Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jawa Timur." Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan cerita mengenai keluarga itu. Ia dan tetangga lain pun merasa salut dengan semangat Tari dan Yono. Yuni mengaku tak tahu apakah dua anak itu mendapat beasiswa atau tidak. Beberapa waktu lalu, Jiyo sempat berniat untuk menghentikankuliah Tari karena ibunya jatuh sakit. Namun, Tari tetap bertahan dan memburuh apa saja agar tetap dapat kuliah. "Saya tetangga satu RT. Yang lain naik sepeda motor atau naik bus, dia cukup ngonthel. Tak bagus onthelnya, onthel jelek. Orang sekampung salut pokoknya," tutur Yuni. salaminspirasi: Media Sosial Kakak Beradik Asal Ngawi yang Viral dan Bikin Haru Netizen, Simak Kisahnya Kamis, 12 Januari 2017 09:04 G+ LINE Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah sosok siswa yang lugu, kuat dan tangguh. Yang mana tidak seperti biasanya anak muda jaman sekarang, sekolah bawa sepeda motor, keluyuran, main HP dll. Justru yono sangat luar biasa. Bila di jaman sekarang semangat dan tekad untuk sekolah patut diacungi jempol. Dia sekolah dengan mengayuh sepeda onthel yang sudah butut dari rumahnya Tunggul hingga Kauman sekitar 10 km. Dia tidak malu walau teman-temannya bawa sepeda motor bagus. Baginya tidaklah penting, yang terpenting bisa sekolah. Yang lebih luar biasa lagi, setiap pulang sekolah atau liburan dia bukan bermain atau kelayapan. Namun dia bekerja sebagai buruh pasir di sungai atau bengawan. Semua dilakukan untuk membantu ortu, biaya sekolah kakaknya Tari juga buat sekolah dirinya sendiri. Bila musim sawah, bapak Jiyo, istri, Yono, Tari, semua juga ikut kerja buruh tani, tandur, macul, matun, derep atau yang lain. Yang terpenting bagi keluarga ini kerja halal. Kisah ini adalah nyata dan sesuai fakta. Bila ingin mengetahui langsung, silahkan datang atau ketemu keluarga ini dengan alamat keluarga bapak Imam Sujiyo (Jiyo)-ibu Karni, Rt 03 RW 06 Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jawa Timur." Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan cerita mengenai keluarga itu. Ia dan tetangga lain pun merasa salut dengan semangat Tari dan Yono. Yuni mengaku tak tahu apakah dua anak itu mendapat beasiswa atau tidak. Beberapa waktu lalu, Jiyo sempat berniat untuk menghentikankuliah Tari karena ibunya jatuh sakit. Namun, Tari tetap bertahan dan memburuh apa saja agar tetap dapat kuliah. "Saya tetangga satu RT. Yang lain naik sepeda motor atau naik bus, dia cukup ngonthel. Tak bagus onthelnya, onthel jelek. Orang sekampung salut pokoknya," tutur Yuni. salaminspirasi

Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adala...

Save
Penemu nama Indonesia pertama adalah James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl. Nama Indonesia diusulkan pertama kali oleh Earl dalam jurnal karangannya yang berjudul "Journal of The Indian Archipelago and Eastern Asia" volume IV tahun 1850. Namun sebelum memberikan nama Indonesia, Earl sempat memilih nama Malayaunesia yang karena kebanyakan orang Indonesia merupakan ras Melayu. Tapi Logan lebih memilih nama Indunesia karena nama itu lebih cocok untuk Indian Island atau Indian Archipelago. Hingga akhirnya nama Indunesia dipilih, tapi huruf "U" diubah jadi "O" sehingga jadi Indonesia. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani , yakni "Indo" dan "Nesie" yang artinya kepulauan Hindia. Sementara nama Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno, nusa artinya pula dan antara berarti berhubungan. Jika disatukan Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau. Julukan tersebut diberikan karena Indonesia memang terdiri dari pulau-pulau yang terpisah oleh lautan. Sumber: http:-www.wowmenariknya.com: D-O-D DARK SIDE OF DIMENSION Balikpaparn D Sorong akarta Terkuak Penemu Nama indonesia Siapakah Oia? Penemu nama Indonesia pertama adalah James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl. Nama Indonesia diusulkan pertama kali oleh Earl dalam jurnal karangannya yang berjudul "Journal of The Indian Archipelago and Eastern Asia" volume IV tahun 1850. Namun sebelum memberikan nama Indonesia, Earl sempat memilih nama Malayaunesia yang karena kebanyakan orang Indonesia merupakan ras Melayu. Tapi Logan lebih memilih nama Indunesia karena nama itu lebih cocok untuk Indian Island atau Indian Archipelago. Hingga akhirnya nama Indunesia dipilih, tapi huruf "U" diubah jadi "O" sehingga jadi Indonesia. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani , yakni "Indo" dan "Nesie" yang artinya kepulauan Hindia. Sementara nama Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno, nusa artinya pula dan antara berarti berhubungan. Jika disatukan Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau. Julukan tersebut diberikan karena Indonesia memang terdiri dari pulau-pulau yang terpisah oleh lautan. Sumber: http:-www.wowmenariknya.com

Penemu nama Indonesia pertama adalah James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl. Nama Indonesia diusulkan pertama kali oleh Ea...

Save
Seperti yang dikisahkan seorang pengguna Facebook bernama Intan Mitra Konveksi, Sabtu (18-3) lalu. Intan yang saat itu mengikuti pameran di Ponpes Tebuireng dibuat haru oleh keinginan kuat santri kecil yang ingin membelikan baju untuk ibunya dengan uang yang ia sisihkan sendiri."Disaat kami mengikuti pameran diponpes tebuireng sangat membuat hati ini menangis terharu..entah malaikat apa yg menggerakkan langkah kaki anak ini..sdh 2 kali dia bolakbalik menanyakan baju cantik yg dipajang dipatung pameran," tulisnya seperti dilansir brilio.net, Senin (20-3).Pertama ia datang menanyakan harga sebuah baju yang dihargai Rp 200 ribu oleh Intan. Mungkin karena uangnya kurang, ia mengurungkan niatnya dan berlari meninggalkan stand pameran Namun sore, saat itu hujan turun dengan derasnya, anak kecil tersebut kembali datang ke stand dan menanyakan harga baju yang sama. Penasaran karena Intan mengira, ada orang yang menyuruh santri kecil asal Surabaya, Jawa Timur tersebut menanyakan harga, Intan pun menanyakan alasan kenapa anak tersebut tanya harga baju yang sama sebanyak dua kali. Dan kali ini jawabannya bikin haru."Anak kcl : mbak bajunya brp Me : 200 rb dik..kenapa dik? Adik disuruh siapa? Anak kcl : gak ada yg nyuruh bu..saya sendiri pingin belikan ibu saya.. Me : masyaAlloh..mulia banget nih anak pikirku..ternyata dia pingin banget belikan baju buat ibunya dr uang saku yg dikumpulkan.. Anak kcl..: carikan yg murah ya bu katanya," lanjut Intan dalam unggahannya yang sudah dibagikan sebanyak lebih dari 11 ribu kali.Singkat cerita, ia kemudian memilih sebuah baju warna cokelat seharga Rp 100 ribu. Setelah deal, ia kemudian berlari mengambil uang di pondoknya, ia dengan basah kuyup kembali ke stand."Ya Alloh muliakan anak ini.dia rela gak punya uang saku demi menyenangkan ibunya dgn membelikan baju bagus yg sebenarnya uangnya gak cukup buat beli..dia rela kehujanan basah kuyup demi sepotong baju cantik buat ibunya tersayang," Intan mendoakan anak tersebut dengan ikhlas.Berikut video percakapan antara santri kecil tersebut dengan Intan yang juga ia unggah dalam unggahan di media sosial tersebut. Lihatlah niat mulia si santri polos yang bikin haru. salaminspirasi: Kisah santri cilik yang ingirn belikan baju buat ibunya ini bikin haru Namun sore, saat itu hujan turun dengan derasnya, anak kecil tersebut kembali datang ke stand dan menanyakan harga baju yang sama. Angga Roni Priambodo K Home Made Order by NCERIN NSTAN HIUAB 40.00o NCERIN NSTAN HIUAB 40 000 Seperti yang dikisahkan seorang pengguna Facebook bernama Intan Mitra Konveksi, Sabtu (18-3) lalu. Intan yang saat itu mengikuti pameran di Ponpes Tebuireng dibuat haru oleh keinginan kuat santri kecil yang ingin membelikan baju untuk ibunya dengan uang yang ia sisihkan sendiri."Disaat kami mengikuti pameran diponpes tebuireng sangat membuat hati ini menangis terharu..entah malaikat apa yg menggerakkan langkah kaki anak ini..sdh 2 kali dia bolakbalik menanyakan baju cantik yg dipajang dipatung pameran," tulisnya seperti dilansir brilio.net, Senin (20-3).Pertama ia datang menanyakan harga sebuah baju yang dihargai Rp 200 ribu oleh Intan. Mungkin karena uangnya kurang, ia mengurungkan niatnya dan berlari meninggalkan stand pameran Namun sore, saat itu hujan turun dengan derasnya, anak kecil tersebut kembali datang ke stand dan menanyakan harga baju yang sama. Penasaran karena Intan mengira, ada orang yang menyuruh santri kecil asal Surabaya, Jawa Timur tersebut menanyakan harga, Intan pun menanyakan alasan kenapa anak tersebut tanya harga baju yang sama sebanyak dua kali. Dan kali ini jawabannya bikin haru."Anak kcl : mbak bajunya brp Me : 200 rb dik..kenapa dik? Adik disuruh siapa? Anak kcl : gak ada yg nyuruh bu..saya sendiri pingin belikan ibu saya.. Me : masyaAlloh..mulia banget nih anak pikirku..ternyata dia pingin banget belikan baju buat ibunya dr uang saku yg dikumpulkan.. Anak kcl..: carikan yg murah ya bu katanya," lanjut Intan dalam unggahannya yang sudah dibagikan sebanyak lebih dari 11 ribu kali.Singkat cerita, ia kemudian memilih sebuah baju warna cokelat seharga Rp 100 ribu. Setelah deal, ia kemudian berlari mengambil uang di pondoknya, ia dengan basah kuyup kembali ke stand."Ya Alloh muliakan anak ini.dia rela gak punya uang saku demi menyenangkan ibunya dgn membelikan baju bagus yg sebenarnya uangnya gak cukup buat beli..dia rela kehujanan basah kuyup demi sepotong baju cantik buat ibunya tersayang," Intan mendoakan anak tersebut dengan ikhlas.Berikut video percakapan antara santri kecil tersebut dengan Intan yang juga ia unggah dalam unggahan di media sosial tersebut. Lihatlah niat mulia si santri polos yang bikin haru. salaminspirasi
Save
Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di kamarnya yang tak terlalu luas, Ahmad Wahno menghabiskan waktu. Terbaring kaku karena penyakit rheumatoid klorosis yang ia derita. Sesekali ia memiringkan posisi tubuhnya agar bisa berinteraksi dengan sekitar. Penyakit ini membuat tubuhnya lumpuh, tak bisa bergerak bebas. Tetapi ujian hidup itu ia terima dengan lapang dada. Sabar, itu kata kunci buat laki-laki yang kerap disapa Mbah Sino ini untuk terus melakukan sesuatu buat orang lain. Salah satunya dengan menjadi guru ngaji. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Setiap hari Sekitar 150 santri datang menyambangi pria asli Lemiring, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah ini untuk belajar menulis dan membaca Alquran. Rumahnya tak pernah sepi, karena para santri silih berganti mengantri untuk belajar. Sebuah meja juga sengaja diletakkan sebelah ranjang tidurnya untuk menunjang proses belajar mengajar. Ketika santri datang, kakek 67 tahun ini langsung mengubah posisi tubuhnya dari telentang menjadi miring. Sembari memegang kayu atau tuding Alquran, ia telaten membimbing santri. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Berbekal ilmu agama dan Alquran yang ia dapat saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kalibeber, Wonosobo ia bertekat untuk mengajar. Biasanya para santri mulai datang pada siang hari hingga malam. “Kalau tidak digunakan ilmu yang sudah dipelajari nanti enggak ada manfaatnya. Supaya bermanfaat ilmunya ini satu-satunya cara,” kata Mbah Sino, saat temui pada Rabu, 7 Juni 2017. Mbah Sino sedang menulis doa-doa. (NET.CJ-Joko Winarno) Sembari menunggu muridnya, ia mengisi waktu luangnya Mbah Sino menuliskan doa-doa pada kertas yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada santri serta warga sekitar. salaminspirasi @thenewbikingregetan: Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR YAYAN SUPRIYANTO Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di kamarnya yang tak terlalu luas, Ahmad Wahno menghabiskan waktu. Terbaring kaku karena penyakit rheumatoid klorosis yang ia derita. Sesekali ia memiringkan posisi tubuhnya agar bisa berinteraksi dengan sekitar. Penyakit ini membuat tubuhnya lumpuh, tak bisa bergerak bebas. Tetapi ujian hidup itu ia terima dengan lapang dada. Sabar, itu kata kunci buat laki-laki yang kerap disapa Mbah Sino ini untuk terus melakukan sesuatu buat orang lain. Salah satunya dengan menjadi guru ngaji. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Setiap hari Sekitar 150 santri datang menyambangi pria asli Lemiring, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah ini untuk belajar menulis dan membaca Alquran. Rumahnya tak pernah sepi, karena para santri silih berganti mengantri untuk belajar. Sebuah meja juga sengaja diletakkan sebelah ranjang tidurnya untuk menunjang proses belajar mengajar. Ketika santri datang, kakek 67 tahun ini langsung mengubah posisi tubuhnya dari telentang menjadi miring. Sembari memegang kayu atau tuding Alquran, ia telaten membimbing santri. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Berbekal ilmu agama dan Alquran yang ia dapat saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kalibeber, Wonosobo ia bertekat untuk mengajar. Biasanya para santri mulai datang pada siang hari hingga malam. “Kalau tidak digunakan ilmu yang sudah dipelajari nanti enggak ada manfaatnya. Supaya bermanfaat ilmunya ini satu-satunya cara,” kata Mbah Sino, saat temui pada Rabu, 7 Juni 2017. Mbah Sino sedang menulis doa-doa. (NET.CJ-Joko Winarno) Sembari menunggu muridnya, ia mengisi waktu luangnya Mbah Sino menuliskan doa-doa pada kertas yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada santri serta warga sekitar. salaminspirasi @thenewbikingregetan

Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di...

Save
HUMANDoD Beberapa hari lalu, dunia heboh dengan kabar pendirian sebuah negara baru, yakni Asgardia. Menariknya, negara yang dicetuskan ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli ini tak akan berlokasi di Bumi, tetapi di luar angkasa dengan wilayah berupa wahana raksasa. Walaupun belum resmi berdiri, "pemerintah" Asgardia sudah menyeleksi calon penduduk. Kini, lebih dari setengah juta penduduk Bumi mendaftar jadi warga negara Asgardia, termasuk mereka yang tinggal di Indonesia. Setidaknya 2.609 orang di Indonesia sudah mendaftarkan diri jadi penduduk Asgardia. Indonesia menempati urutan ke-18 di antara negara-negara lain. Misalnya saja Tiongkok (32.464 orang), Turki (29.545 orang), Amerika Serikat (29.153 orang), Brasil (10.000 orang), Inggris (9.575 orang), Italia, Meksiko, Spanyol, India, Rusia, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Malaysia, dan lain-lain. Ketika diklik, lebih dari 80 persen orang yang mendaftarkan diri menjadi warga negara Asgardia berjenis kelamin laki-laki, sedangkan pendaftar perempuan lebih sedikit. Selain itu, dari peta terlihat pula persebaran pendaftar dari Indonesia yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia. Misalnya saja dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut apakah orang yang mendaftar jadi warga negara Asgardia ini merupakan warga negara Indonesia atau kaum ekspatriat yang tinggal dan menetap di Indonesia. Kemungkinan, sebagian di antaranya mungkin adalah orang Indonesia. Hal ini terlihat dari bahasa yang dikuasainya, yakni bahasa Indonesia, meski jumlahnya minoritas. Sekadar diketahui, mereka yang direkrut menjadi warga negara akan mengantongi sertifikat Asgardia dan resmi menjadi Asgardian (julukan warga negara Asgardia), tetapi tetap memiliki status dwikewarganegaraan. Layaknya negara-negara Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut. Sumber: Liputan6: ASGAR 02.00017 JUNE 19.2017 ASGARDIA DARK SIDE NATIONMENSION THE SPACE NATION PACE JURISDICTION PARLIAMENT FINANCE SOUTH JAKARTA 71% , 29% □ 090 FEMALE Kucling Gorontalo Ternate LANGUAGES SPOKEN: ENGLISH 91% 35% 1496 Banjagmasin Ammon INDONESIAN Makessar LOG IN/ APPLY kupang Orang indonesica Daftar Jadi Penduduk Negara Pertama buar Angkasa HUMANDoD Beberapa hari lalu, dunia heboh dengan kabar pendirian sebuah negara baru, yakni Asgardia. Menariknya, negara yang dicetuskan ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli ini tak akan berlokasi di Bumi, tetapi di luar angkasa dengan wilayah berupa wahana raksasa. Walaupun belum resmi berdiri, "pemerintah" Asgardia sudah menyeleksi calon penduduk. Kini, lebih dari setengah juta penduduk Bumi mendaftar jadi warga negara Asgardia, termasuk mereka yang tinggal di Indonesia. Setidaknya 2.609 orang di Indonesia sudah mendaftarkan diri jadi penduduk Asgardia. Indonesia menempati urutan ke-18 di antara negara-negara lain. Misalnya saja Tiongkok (32.464 orang), Turki (29.545 orang), Amerika Serikat (29.153 orang), Brasil (10.000 orang), Inggris (9.575 orang), Italia, Meksiko, Spanyol, India, Rusia, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Malaysia, dan lain-lain. Ketika diklik, lebih dari 80 persen orang yang mendaftarkan diri menjadi warga negara Asgardia berjenis kelamin laki-laki, sedangkan pendaftar perempuan lebih sedikit. Selain itu, dari peta terlihat pula persebaran pendaftar dari Indonesia yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia. Misalnya saja dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut apakah orang yang mendaftar jadi warga negara Asgardia ini merupakan warga negara Indonesia atau kaum ekspatriat yang tinggal dan menetap di Indonesia. Kemungkinan, sebagian di antaranya mungkin adalah orang Indonesia. Hal ini terlihat dari bahasa yang dikuasainya, yakni bahasa Indonesia, meski jumlahnya minoritas. Sekadar diketahui, mereka yang direkrut menjadi warga negara akan mengantongi sertifikat Asgardia dan resmi menjadi Asgardian (julukan warga negara Asgardia), tetapi tetap memiliki status dwikewarganegaraan. Layaknya negara-negara Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut. Sumber: Liputan6

HUMANDoD Beberapa hari lalu, dunia heboh dengan kabar pendirian sebuah negara baru, yakni Asgardia. Menariknya, negara yang dicetuskan il...

Save
HUMANDoD Kemanapun Suku Bugis Makassar pasti selalu identik dengan senjata yang satu ini. Selain dari keberanian para penduduk asli Sulawesi Selatan melawan penjajah, ada banyak cerita yang menyeremkan dibalik Badik. Senjata kecil ini selalu dihantui pamor yang terkadang sulit untuk diterima oleh akal sehat. Salah satu cerita seram di balik badik adalah Ammoso. Ammoso adalah satu istilah Makasar yang secara harfiah berarti beracun. Maksudnya ketika Badik digunakan untuk menikam seseorang tidak butuh waktu lama sampai orang tersebut meninggal bahkan tanpa mengeluarkan darah sedikitpun. Beberapa cerita mengatakan bahwa pamor Ammoso ini berasal dari racun yang digunakan saat mencuci Badik. Sama halnya dengan keris Jawa yang dilumuri arsenik sehingga tidak butuh waktu lama untuk orang yang tertikam terkena racun yang langsung menyerang jantung. Ini adalah jawaban yang paling ilmiah dari sifat Ammoso dari sebuah Badik Namun, beberapa cerita terdahulu juga mengatakan bahwa pamor Ammoso dari Badik muncul dari sang penempa yang mengisinya dengan ilmu (biasanya jin atau ajian) Sumber: http:-www.dzargon.com: Pusaka Badik Bugis Makassar HUMANDoD Kemanapun Suku Bugis Makassar pasti selalu identik dengan senjata yang satu ini. Selain dari keberanian para penduduk asli Sulawesi Selatan melawan penjajah, ada banyak cerita yang menyeremkan dibalik Badik. Senjata kecil ini selalu dihantui pamor yang terkadang sulit untuk diterima oleh akal sehat. Salah satu cerita seram di balik badik adalah Ammoso. Ammoso adalah satu istilah Makasar yang secara harfiah berarti beracun. Maksudnya ketika Badik digunakan untuk menikam seseorang tidak butuh waktu lama sampai orang tersebut meninggal bahkan tanpa mengeluarkan darah sedikitpun. Beberapa cerita mengatakan bahwa pamor Ammoso ini berasal dari racun yang digunakan saat mencuci Badik. Sama halnya dengan keris Jawa yang dilumuri arsenik sehingga tidak butuh waktu lama untuk orang yang tertikam terkena racun yang langsung menyerang jantung. Ini adalah jawaban yang paling ilmiah dari sifat Ammoso dari sebuah Badik Namun, beberapa cerita terdahulu juga mengatakan bahwa pamor Ammoso dari Badik muncul dari sang penempa yang mengisinya dengan ilmu (biasanya jin atau ajian) Sumber: http:-www.dzargon.com

HUMANDoD Kemanapun Suku Bugis Makassar pasti selalu identik dengan senjata yang satu ini. Selain dari keberanian para penduduk asli Sulaw...

Save
MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah. Uang receh senilai Rp 1 juta milik Duta dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. "Uang Rp 1 juta yang tadinya untuk seragam kami kembalikan, tapi dalam bentuk tabungan, supaya bisa digunakan Duta untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara uang seragam sudah kami bebaskan," kata Kepala MAN 1 Kota Magelang, Kasnawi, Rabu (21-6-2017). Selain itu, remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu tidak akan dipungut biaya pendidikan. Semangat belajar yang tinggi serta ketekunan Duta membuat sekolah mengambil kebijakan itu. "Biaya jangan menjadi kendala untuk sekolah. Yang penting, anak masuk dulu dan nanti akan dibina. Karena anak ini memiliki akhlak yang baik, semangatnya tinggi, nilai akademis tidak menjadi soal," ucapnya. Agung Dwi Lasmono, guru MAN 1 Kota Magelang menambahkan, Eka Duta Prasetya berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang. "Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya," tutur Agung. Selain tekun, lanjut Agung, Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah. Bahkan, uang tabungan Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi. "Di lingkungan rumah, Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin," tutur Agung yang selalu mendampingi Duta. Setelah foto Duta viral di media sosial sejak Selasa (20-6-2017), banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu. Duta tidak perlu lagi bersedih karena kesulitan biaya pendidikan. Para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya. salaminspirasi: MAN 1 Magelang Bebaskan Biaya Duta, Anak yang Daftar Pakai Uang Receh Kompas.com Reni Susant Diterbitkan 22/06/2017 07:48 83 URL MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah. Uang receh senilai Rp 1 juta milik Duta dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. "Uang Rp 1 juta yang tadinya untuk seragam kami kembalikan, tapi dalam bentuk tabungan, supaya bisa digunakan Duta untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara uang seragam sudah kami bebaskan," kata Kepala MAN 1 Kota Magelang, Kasnawi, Rabu (21-6-2017). Selain itu, remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu tidak akan dipungut biaya pendidikan. Semangat belajar yang tinggi serta ketekunan Duta membuat sekolah mengambil kebijakan itu. "Biaya jangan menjadi kendala untuk sekolah. Yang penting, anak masuk dulu dan nanti akan dibina. Karena anak ini memiliki akhlak yang baik, semangatnya tinggi, nilai akademis tidak menjadi soal," ucapnya. Agung Dwi Lasmono, guru MAN 1 Kota Magelang menambahkan, Eka Duta Prasetya berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang. "Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya," tutur Agung. Selain tekun, lanjut Agung, Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah. Bahkan, uang tabungan Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi. "Di lingkungan rumah, Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin," tutur Agung yang selalu mendampingi Duta. Setelah foto Duta viral di media sosial sejak Selasa (20-6-2017), banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu. Duta tidak perlu lagi bersedih karena kesulitan biaya pendidikan. Para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya. salaminspirasi

MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Dut...

Save
HUMANDoD Dusun Karang Kenek, yang terletak di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur memiliki kisah misterius yang masih belum terpecahkan. Warga setempat percaya kalau dusun ini terkena kutukan. Bagaimana tidak, selama puluhan tahun lamanya, dusun ini hanya dihuni oleh 26 kepala keluarga (KK). Karena penghuninya sedikit, dusun itu seperti kampung yang terpencil dan sangat sepi. Usut punya usut, rupanya ada kepercayaan mistis kenapa di dusun yang terletak di dekat Pabrik Gula Olean itu hanya memiliki 26 KK saja selama puluhan tahun. Meskipun belum ada yang tahu pasti, tapi warga di sekitar percaya kalau Dusun Karang Kenek terkena kutukan. Menurut mitos yang beredar, jika ada penduduk atau keluarga baru pindah ke dusun ini, maka sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Warga setempat percaya akan ada bencana atau kematian jika KK bertambah di dusun ini. Ketua RT Dusun Karang Kenek, Syaiful Arif, pernah mengatakan pada tahun 2012 lalu bahwa Dusun Karang seolah-olah tidak mau menerima warga baru. Ia menceritakan kalau di dusun itu awalnya hanya ada dua rumah tapi keturunan pemilik rumah itu tidak mau pindah. Hingga suatu hari, rumah tersebut mau dipindahkan, dan tiba-tiba pemilik rumah jadi gila. Entah benar atau tidak mitos ini, penduduk di sana tetap pecaya kalau tempat mereka tinggal tidak ingin ada penduduk baru lagi. Sumber: https:-solosoloku.com: DEDIMENSION Karang Henek Dusun "Terkutuk' yang Ada di indonesia HUMANDoD Dusun Karang Kenek, yang terletak di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur memiliki kisah misterius yang masih belum terpecahkan. Warga setempat percaya kalau dusun ini terkena kutukan. Bagaimana tidak, selama puluhan tahun lamanya, dusun ini hanya dihuni oleh 26 kepala keluarga (KK). Karena penghuninya sedikit, dusun itu seperti kampung yang terpencil dan sangat sepi. Usut punya usut, rupanya ada kepercayaan mistis kenapa di dusun yang terletak di dekat Pabrik Gula Olean itu hanya memiliki 26 KK saja selama puluhan tahun. Meskipun belum ada yang tahu pasti, tapi warga di sekitar percaya kalau Dusun Karang Kenek terkena kutukan. Menurut mitos yang beredar, jika ada penduduk atau keluarga baru pindah ke dusun ini, maka sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Warga setempat percaya akan ada bencana atau kematian jika KK bertambah di dusun ini. Ketua RT Dusun Karang Kenek, Syaiful Arif, pernah mengatakan pada tahun 2012 lalu bahwa Dusun Karang seolah-olah tidak mau menerima warga baru. Ia menceritakan kalau di dusun itu awalnya hanya ada dua rumah tapi keturunan pemilik rumah itu tidak mau pindah. Hingga suatu hari, rumah tersebut mau dipindahkan, dan tiba-tiba pemilik rumah jadi gila. Entah benar atau tidak mitos ini, penduduk di sana tetap pecaya kalau tempat mereka tinggal tidak ingin ada penduduk baru lagi. Sumber: https:-solosoloku.com

HUMANDoD Dusun Karang Kenek, yang terletak di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur memiliki kisah misterius yang masih belum terpe...

Save
Suara.com - Nia Anggia menceritakan kedermawanan kakaknya, Julia Perez alias Jupe semasih hidup. Bahkan, saat berada di ranjang rumah sakit, Jupe masih sempat memikirkan perbaikan sebuah musala di Serang. "Dia jual cincin (berlian) buat musala, sampai yang pegawai toko tuh nangis dikiranya buat pengobatan, Jupe yang jual cincin. Ini Jupe jual cincin? Semoga cepat sembuh. Bukan, ini buat bangun musala. Dia nangis," kata Nia saat ditemui di kediaman Jupe di Raffles Hills, Jawa Barat, Senin (12-6-2017) malam. Menurut Nia, Musala yang dimaksud selama ini tak memiliki atap. Jupe ingin nantinya warga di sana bisa salat tarawih di musala tersebut. "Padahal dia lagi sakit nggak ada uang. Aku tahu banget di rekening dia nggak ada duit. Katanya ada rezeki nanti dan memang benar ada saja rejeki, ada saja yang bantu ya," ujarnya. Selain di Serang, Jupe juga ikut membantu pembanunan musala di Papua. Bantuan akan terus diberikan sampai pembangunan selesai. "Insya Allah akan diteruskan," katanya. Jupe meninggal dunia dalam perawatan di RSCM, Jakarta Pusat pada 10 Juni 2107. Dia sudah cukup lama berjuang melawan kanker serviks yang diidap. salaminspirasi Patut dicontoh: Jupe Pegawai Toko Bikin Berlian Menangis Suara com Yazir Farouk Diterbitkan 13/06/2017 08:55 URL REST IN PEACE JUP E 12 Suara.com - Nia Anggia menceritakan kedermawanan kakaknya, Julia Perez alias Jupe semasih hidup. Bahkan, saat berada di ranjang rumah sakit, Jupe masih sempat memikirkan perbaikan sebuah musala di Serang. "Dia jual cincin (berlian) buat musala, sampai yang pegawai toko tuh nangis dikiranya buat pengobatan, Jupe yang jual cincin. Ini Jupe jual cincin? Semoga cepat sembuh. Bukan, ini buat bangun musala. Dia nangis," kata Nia saat ditemui di kediaman Jupe di Raffles Hills, Jawa Barat, Senin (12-6-2017) malam. Menurut Nia, Musala yang dimaksud selama ini tak memiliki atap. Jupe ingin nantinya warga di sana bisa salat tarawih di musala tersebut. "Padahal dia lagi sakit nggak ada uang. Aku tahu banget di rekening dia nggak ada duit. Katanya ada rezeki nanti dan memang benar ada saja rejeki, ada saja yang bantu ya," ujarnya. Selain di Serang, Jupe juga ikut membantu pembanunan musala di Papua. Bantuan akan terus diberikan sampai pembangunan selesai. "Insya Allah akan diteruskan," katanya. Jupe meninggal dunia dalam perawatan di RSCM, Jakarta Pusat pada 10 Juni 2107. Dia sudah cukup lama berjuang melawan kanker serviks yang diidap. salaminspirasi Patut dicontoh

Suara.com - Nia Anggia menceritakan kedermawanan kakaknya, Julia Perez alias Jupe semasih hidup. Bahkan, saat berada di ranjang rumah sak...

Save
ALIENDoD 1. Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jabar ini, memang terkenal karena mitos Nyai Roro Kidul. Bahkan di sekitar pantai tersebut ada sebuah hotel yang membuat kamar khusus untuk Sang Ratu. Hotel Inna Samudera namanya. Tak cuma pantai, di atas bukit Pelabuhan Ratu juga terdapat sebuah vihara bernama Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa 2. Hotel Inna Samudera, Jawa Barat. Hotel ini juga terkenal karena memiliki kamar untuk Nyai Roro Kidul. Mitosnya, salah satu tempat yang dipercaya sebagai tempat istirahat Nyai Roro Kidul adalah kamar 308 Hotel Inna Samudera. Kamar ini pun tak penah sepi dari pelancong, yang ingin meminta ilmu dan berdoa di kamar tersebut. Tidak harus menginap, cukup membayar sekitar Rp 35.000 untuk melihat dari dekat kamar ini. Warna hijau dan bau-bau dupa serta sesajen dapat traveler rasakan saat memasuki kamar ini. Di dekat kasur, terpampang lukisan Nyai Roro Kidul. Selain itu, juga terdapat banyak perhiasan, baju, dan pemberian-pemberian orang-orang yang bertapa untuk Nyai Roro Kidul. 3. Pantai Parangtritis, DI Yogyakarta. Pantai Parangtritis menyimpan banyak legenda tentang penguasa laut selatan, Nyai Roro Kidul. Sebagian orang percaya bahwa pengunjung dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau saat berada di pantai ini. Kisahnya, mereka yang memakai baju hijau akan menjadi sasaran Nyai Roro Kidul untuk dijadikan pelayannya 4. Pantai Sembukan, Jawa Tengah. Pantai Sembukan yang berlokasi di Dusun Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri ini, konon dianggap sebagai pintu ke-13 untuk Ratu Laut Selatan menghadiri pertemuan dengan raja-raja Kasunanan Surakarta 5. Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah. Di balik keindahan bangunannya, terselip pula kisah Nyai Roro Kidul di keraton ini. Konon, Panggung Sangga Buwana yang ada di keraton ini menjadi tempat bercengkerama antara Sultan Surakarta dengan Kanjeng Ratu. Sang Ratu akan menunjukkan wajah sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda. Namun, lama-kelamaan wajahnya akan terlihat berangsur-angsur memburuk Sumber: http:-makinseru.com: DARK SIDE F DIMENSION 'Pintu' Menuju Alam Nyali Roro Kidul Berani? ALIENDoD 1. Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jabar ini, memang terkenal karena mitos Nyai Roro Kidul. Bahkan di sekitar pantai tersebut ada sebuah hotel yang membuat kamar khusus untuk Sang Ratu. Hotel Inna Samudera namanya. Tak cuma pantai, di atas bukit Pelabuhan Ratu juga terdapat sebuah vihara bernama Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa 2. Hotel Inna Samudera, Jawa Barat. Hotel ini juga terkenal karena memiliki kamar untuk Nyai Roro Kidul. Mitosnya, salah satu tempat yang dipercaya sebagai tempat istirahat Nyai Roro Kidul adalah kamar 308 Hotel Inna Samudera. Kamar ini pun tak penah sepi dari pelancong, yang ingin meminta ilmu dan berdoa di kamar tersebut. Tidak harus menginap, cukup membayar sekitar Rp 35.000 untuk melihat dari dekat kamar ini. Warna hijau dan bau-bau dupa serta sesajen dapat traveler rasakan saat memasuki kamar ini. Di dekat kasur, terpampang lukisan Nyai Roro Kidul. Selain itu, juga terdapat banyak perhiasan, baju, dan pemberian-pemberian orang-orang yang bertapa untuk Nyai Roro Kidul. 3. Pantai Parangtritis, DI Yogyakarta. Pantai Parangtritis menyimpan banyak legenda tentang penguasa laut selatan, Nyai Roro Kidul. Sebagian orang percaya bahwa pengunjung dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau saat berada di pantai ini. Kisahnya, mereka yang memakai baju hijau akan menjadi sasaran Nyai Roro Kidul untuk dijadikan pelayannya 4. Pantai Sembukan, Jawa Tengah. Pantai Sembukan yang berlokasi di Dusun Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri ini, konon dianggap sebagai pintu ke-13 untuk Ratu Laut Selatan menghadiri pertemuan dengan raja-raja Kasunanan Surakarta 5. Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah. Di balik keindahan bangunannya, terselip pula kisah Nyai Roro Kidul di keraton ini. Konon, Panggung Sangga Buwana yang ada di keraton ini menjadi tempat bercengkerama antara Sultan Surakarta dengan Kanjeng Ratu. Sang Ratu akan menunjukkan wajah sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda. Namun, lama-kelamaan wajahnya akan terlihat berangsur-angsur memburuk Sumber: http:-makinseru.com

ALIENDoD 1. Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jabar ini, memang terkenal karena mitos Nyai Roro Kidul...

Save
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang anak laki-laki asal Jember, Jawa Timur, telah menginspirasi banyak orang untuk tetap semangat dalam kondisi apapun. Meskipun tak memiliki kaki, bocah itu tetap semangat sekolah dan tak minder dengan kondisinya itu. Senyum ceria Ahmad, nama anak itu, ketika menerima hadiah dari seorang anggota polisi, seolah menunjukkan rasa bahagia yang tak terkira. Sama seperti kebanyakan anak-anak lain, wajah bocah itu juga tidak menunjukkan ekspresi sedih ataupun putus asa. Menurut postingan tersebut, tak hanya kondisi fisik saja yang dihadapi bocah kecil itu. Namun, keadaan ekonomi keluarganya juga pas-pasan. Ayah dan ibunya pun telah bercerai, sehingga beban hidup untuk anak seusianya, tergolong tidak mudah. Belum diketahui bagaimana cara Ahmad beraktivitas sehari-hari, termasuk untuk pulang dan pergi sekolah. Tribunjogja.com masih berupaya menghubungi Hadi, untuk bertanya lebih lanjut soal itu Pendidikan yang semakin lama harus menciptakan anak-anak dengan kemampuan yang luar biasa. Tak terkecuali bagi Ahmad kecil yang berkebutuhan khusus, ia ingin mengembangkan diri. Kita tidak tahu apa yang dirasakan dalam hatinya dalam keadaan seperti ini. Meski ia tak berucap apa, namun kita mencoba merasakannya Kalau ia punya kebutuhan khusus, akui dirinya. Terimalah apa adanya. Ia butuh orang yang setia merawat, mengajari, memperhatikan dan mengasihi dengan hati yang tulus. Ia juga ingin bisa bermain, bercanda tawa seperti teman-temannya yang normal. Ia juga butuh sahabat yang peduli kepadanya dan mampu memberi motivasi yang membuat Ia semakin berlari tuk mengejar ketinggalannya. Mungkin kelak nanti, Ia mampu membuat sahabat tersenyum bangga, meskipun keadaannya serba kekurangan. Terima kasih sahabat atas pemberianmu. Engkau telah membuatnya tersenyum. salaminspirasi dr ahmad 😊 Yg mau bagikan foto, kisah inspiratif boleh Add dan kirim ke line >>>@sayaphati <<< Dibio ya: Senyum Ceria Bocah Ini Bikin Terenyuh, Tetap Semangat Meski Fisiknya batas @sayaphati TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang anak laki-laki asal Jember, Jawa Timur, telah menginspirasi banyak orang untuk tetap semangat dalam kondisi apapun. Meskipun tak memiliki kaki, bocah itu tetap semangat sekolah dan tak minder dengan kondisinya itu. Senyum ceria Ahmad, nama anak itu, ketika menerima hadiah dari seorang anggota polisi, seolah menunjukkan rasa bahagia yang tak terkira. Sama seperti kebanyakan anak-anak lain, wajah bocah itu juga tidak menunjukkan ekspresi sedih ataupun putus asa. Menurut postingan tersebut, tak hanya kondisi fisik saja yang dihadapi bocah kecil itu. Namun, keadaan ekonomi keluarganya juga pas-pasan. Ayah dan ibunya pun telah bercerai, sehingga beban hidup untuk anak seusianya, tergolong tidak mudah. Belum diketahui bagaimana cara Ahmad beraktivitas sehari-hari, termasuk untuk pulang dan pergi sekolah. Tribunjogja.com masih berupaya menghubungi Hadi, untuk bertanya lebih lanjut soal itu Pendidikan yang semakin lama harus menciptakan anak-anak dengan kemampuan yang luar biasa. Tak terkecuali bagi Ahmad kecil yang berkebutuhan khusus, ia ingin mengembangkan diri. Kita tidak tahu apa yang dirasakan dalam hatinya dalam keadaan seperti ini. Meski ia tak berucap apa, namun kita mencoba merasakannya Kalau ia punya kebutuhan khusus, akui dirinya. Terimalah apa adanya. Ia butuh orang yang setia merawat, mengajari, memperhatikan dan mengasihi dengan hati yang tulus. Ia juga ingin bisa bermain, bercanda tawa seperti teman-temannya yang normal. Ia juga butuh sahabat yang peduli kepadanya dan mampu memberi motivasi yang membuat Ia semakin berlari tuk mengejar ketinggalannya. Mungkin kelak nanti, Ia mampu membuat sahabat tersenyum bangga, meskipun keadaannya serba kekurangan. Terima kasih sahabat atas pemberianmu. Engkau telah membuatnya tersenyum. salaminspirasi dr ahmad 😊 Yg mau bagikan foto, kisah inspiratif boleh Add dan kirim ke line >>>@sayaphati <<< Dibio ya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang anak laki-laki asal Jember, Jawa Timur, telah menginspirasi banyak orang untuk tetap semangat dalam kondisi...

Save
Seorang pengemis yang berpura-pura ngesot terjaring razia Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat. Pengemis itu kedapatan sedang beroperasi di area Car Free Day (CFD) Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati, mengatakan pengemis modus ngesot itu telah mempelajari jam kerja petugas dan daerah mana saja yang jauh dari jangkauan petugas. "Dia juga menggunakan anaknya untuk memata-matai petugas. Jika melihat petugas, dengan segera si anak memberi tahu ibunya," kata Susan saat dihubungi Minggu (11-6). Susan menjelaskan, baru dua jam mengemis, pengemis modus ngesot yang diketahui bernama Aldriana itu sudah memperoleh uang Rp 249 ribu. Kepada petugas, Aldriana mengaku, aktivitas ini dilakoni demi memenuhi kebutuhan keempat anaknya. Sebab, anak pertama yang tinggal di Bekasi masih kuliah. Sedangkan, anak kedua dan ketiga tinggal bersama dia. Lalu anak keempat tinggal bersama mantan suaminya di Cianjur, Jawa Barat. Anak bungsunya itu baru berumur satu tahun dan mempunyai kelainan jantung, sehingga memerlukan biaya pengobatan. Meski bersama mantan suaminya, Aldriana tetap mengirimkan uang untuk pengobatan. Karena mantan suaminya hanya bekerja sebagai kuli pemotong kayu. "Keluarga besar Aldriana tidak tahu kalau profesinya sehari-hari sebagai pengemis. Mereka tahunya kalau Aldriana kerjanya jadi pemulung," ujar Susan. Hari-hari biasa, Aldriana memanfaatkan Pasar Tanah Abang untuk mengemis. Namun, setiap Minggu ia meminta-minta di area CFD, persisnya samping Hotel Indonesia. Di sana banyak pedagang dan pembeli sehingga ramai warga berkumpul. "Sebenarnya di Pasar Tanah Abang banyak orang yang tahu ia ngesot itu cuma modus. Ada juga pengunjung pasar yang meledek dan mencibir, tapi dia enggak ambil pusing," ujar salaminspirasi 😔😔😔 susah sekali cr uang: Ngaku Demi Biayai Kuliah Anak, Aldriana Jadi Pengemis Ngesot' Liputan6.com Andry Haryanto Diterbitkan 11/06/2017 17:28 Diperbarui 11/06/2017 18:37 65 URL Seorang pengemis yang berpura-pura ngesot terjaring razia Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat. Pengemis itu kedapatan sedang beroperasi di area Car Free Day (CFD) Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati, mengatakan pengemis modus ngesot itu telah mempelajari jam kerja petugas dan daerah mana saja yang jauh dari jangkauan petugas. "Dia juga menggunakan anaknya untuk memata-matai petugas. Jika melihat petugas, dengan segera si anak memberi tahu ibunya," kata Susan saat dihubungi Minggu (11-6). Susan menjelaskan, baru dua jam mengemis, pengemis modus ngesot yang diketahui bernama Aldriana itu sudah memperoleh uang Rp 249 ribu. Kepada petugas, Aldriana mengaku, aktivitas ini dilakoni demi memenuhi kebutuhan keempat anaknya. Sebab, anak pertama yang tinggal di Bekasi masih kuliah. Sedangkan, anak kedua dan ketiga tinggal bersama dia. Lalu anak keempat tinggal bersama mantan suaminya di Cianjur, Jawa Barat. Anak bungsunya itu baru berumur satu tahun dan mempunyai kelainan jantung, sehingga memerlukan biaya pengobatan. Meski bersama mantan suaminya, Aldriana tetap mengirimkan uang untuk pengobatan. Karena mantan suaminya hanya bekerja sebagai kuli pemotong kayu. "Keluarga besar Aldriana tidak tahu kalau profesinya sehari-hari sebagai pengemis. Mereka tahunya kalau Aldriana kerjanya jadi pemulung," ujar Susan. Hari-hari biasa, Aldriana memanfaatkan Pasar Tanah Abang untuk mengemis. Namun, setiap Minggu ia meminta-minta di area CFD, persisnya samping Hotel Indonesia. Di sana banyak pedagang dan pembeli sehingga ramai warga berkumpul. "Sebenarnya di Pasar Tanah Abang banyak orang yang tahu ia ngesot itu cuma modus. Ada juga pengunjung pasar yang meledek dan mencibir, tapi dia enggak ambil pusing," ujar salaminspirasi 😔😔😔 susah sekali cr uang

Seorang pengemis yang berpura-pura ngesot terjaring razia Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial J...

Save
Kapanlagi.com - Selama beberapa dekade terakhir, fenomena single parent atau orangtua tunggal marak terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wibowo, didapatkan perbandingan jumlah janda dan duda di Indonesia adalah 469:100. Hal tersebut menunjukkan bahwa duda yang tidak menikah hanya 1-5 dari jumlah janda yang tak menikah lagi. Dengan data demikian, dapat disimpulkan bahwa orangtua tunggal dari pihak ibu lebih banyak daripada orangtua tunggal dari pihak ayah. Data ini didukung oleh temuan Badan Pusat Statistik bahwa sebanyak 778.156 orang kepala keluarga adalah perempuan. Gerobak bakso Pak Heri, pedagang yang mengajak serta putri berusia 2 tahun untuk bekerja © Facebook.com-Egha Abdi Meski memang lebih banyak single parent perempuan, ada seorang orangtua tunggal pria yang latar belakang kondisinya cukup memprihatinkan. Adalah Bapak Heri, pria asal Malang, Jawa Timur yang mencuri perhatian netizen karena kisahnya berdagang bakso keliling sembari membawa putri semata wayang yang masih berusia dua tahun. Kisah Bapak Heri ini dibagikan oleh seorang pengguna Facebook Egha Abdi dan menarik perhatian warganet. Bapak Heri terpaksa membawa serta anaknya yang masih balita saat bekerja karena istrinya pergi meninggalkan rumah. Pria ini mengajak serta anaknya bekerja karena sang istri meninggalkan rumah © Facebook.com-Egha Abdi "Kasihan lihat Bapak ini jualan bakso sama bawa anaknya yang masih umur 2 tahun. Katanya si Ibu pergi meninggalkan rumah. Kalau dulur-dulur sedang melintasi jalan raya Karangketug, tepatnya di masjid Karangketug, mohon menyisakan waktunya buat beli bakso bapak ini untuk menghidupi anaknya," tulis Egha. Di salah satu foto yang diunggah Egha dalam postingan tersebut, Bapak penjual bakso ini sempat tidur di pelataran masjid bersama sang anak yang hanya berselimutkan selendang. Untuk hidupnya, Bapak Heri tinggal di rumah kos di daerah Gang Masjid, Randusari, Gadingrejo, Pasuruan. salaminspirasi Yuk yg ketemu boleh dibeli ya Yg mau bagikan foto, kisah inspiratif boleh Add dan kirim ke line >>>@sayaphati <<< Dibio ya: Dagang Bakso Keliling Bawa Bayi, Alasan Bapak Ini Bikin Trenyuh! @Saya phati SIMAK KISAHNYA!!! Kapanlagi.com - Selama beberapa dekade terakhir, fenomena single parent atau orangtua tunggal marak terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wibowo, didapatkan perbandingan jumlah janda dan duda di Indonesia adalah 469:100. Hal tersebut menunjukkan bahwa duda yang tidak menikah hanya 1-5 dari jumlah janda yang tak menikah lagi. Dengan data demikian, dapat disimpulkan bahwa orangtua tunggal dari pihak ibu lebih banyak daripada orangtua tunggal dari pihak ayah. Data ini didukung oleh temuan Badan Pusat Statistik bahwa sebanyak 778.156 orang kepala keluarga adalah perempuan. Gerobak bakso Pak Heri, pedagang yang mengajak serta putri berusia 2 tahun untuk bekerja © Facebook.com-Egha Abdi Meski memang lebih banyak single parent perempuan, ada seorang orangtua tunggal pria yang latar belakang kondisinya cukup memprihatinkan. Adalah Bapak Heri, pria asal Malang, Jawa Timur yang mencuri perhatian netizen karena kisahnya berdagang bakso keliling sembari membawa putri semata wayang yang masih berusia dua tahun. Kisah Bapak Heri ini dibagikan oleh seorang pengguna Facebook Egha Abdi dan menarik perhatian warganet. Bapak Heri terpaksa membawa serta anaknya yang masih balita saat bekerja karena istrinya pergi meninggalkan rumah. Pria ini mengajak serta anaknya bekerja karena sang istri meninggalkan rumah © Facebook.com-Egha Abdi "Kasihan lihat Bapak ini jualan bakso sama bawa anaknya yang masih umur 2 tahun. Katanya si Ibu pergi meninggalkan rumah. Kalau dulur-dulur sedang melintasi jalan raya Karangketug, tepatnya di masjid Karangketug, mohon menyisakan waktunya buat beli bakso bapak ini untuk menghidupi anaknya," tulis Egha. Di salah satu foto yang diunggah Egha dalam postingan tersebut, Bapak penjual bakso ini sempat tidur di pelataran masjid bersama sang anak yang hanya berselimutkan selendang. Untuk hidupnya, Bapak Heri tinggal di rumah kos di daerah Gang Masjid, Randusari, Gadingrejo, Pasuruan. salaminspirasi Yuk yg ketemu boleh dibeli ya Yg mau bagikan foto, kisah inspiratif boleh Add dan kirim ke line >>>@sayaphati <<< Dibio ya

Kapanlagi.com - Selama beberapa dekade terakhir, fenomena single parent atau orangtua tunggal marak terjadi di berbagai negara termasuk I...

Save
ALIENDoD Dalam buku ‘’Tahta Untuk Rakyat Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX’’, terbitan Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (1982), almarhum Sultan HB IX atau ayah dari Sultan HB X yang juga Gubernur DIY sekarang, mengaku pernah mendapat kesempatan untuk “melihat” Nyai Roro Kidul. Sultan HB IX menyatakan dirinya bisa bertemu Nyai Roro Kidul setelah melakukan ritual tertentu seperti puasa selama beberapa hari dan menjalani ritual-ritual lainnya. Tapi Sultan HB IX menyebut Ratu Laut Jawa itu sebagai Eyang Roro Kidul. Pasalnya pada waktu bulan naik atau menjelang purnama, Eyang Roro Kidul akan tampak sebagai gadis yang sangat cantik. Tapi sebaliknya jika bulan posisinya makin menurun, Roro Kidul akan tampak sebagai wanita yang makin menua. Lalu tentang setiap raja di Jawa dianggap sebagai “suami” dari Nyai Roro Kidul, Sultan HB IX menerangkan bahwa menurut kepercayaan lama memang demikian halnya. Selain itu untuk menghormati penguasa Laut Jawa, Keraton Yogyakarta juga selalu mengadakan acara labuan tiap tahunnya. Acara labuan itu biasanya diselenggarakan bertetapan dengan ulang tahun raja. Barang-barang yang dilabuh antara lain pakaian baru dan pakaian lama raja. Semua barang ditaruh di atas semacam gethek lalu didorong ke tengah laut. Biasanya barang-barang raja itu segera hilang. Namun setelah beberapa hari, pakaian raja yang lama akan kembali dengan sendirinya.bSebagai seorang raja, Sultan HB IX semasa hidupnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan pencetus Serangan Umum 1 Maret 1948. Akibat Serangan Umum itu kota Yogyakarta berhasil dikuasai pasukan RI selama 6 jam dan berujung pada mundurnya pasukan kolonial Belanda dari Indonesia. Sumber: http:-intisari.grid.id: DARK SIDE 0FDIMENSIO Sultan HB J% Akui Pernah Bertemu Nyai Roro Kidul ini Caranya ALIENDoD Dalam buku ‘’Tahta Untuk Rakyat Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX’’, terbitan Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (1982), almarhum Sultan HB IX atau ayah dari Sultan HB X yang juga Gubernur DIY sekarang, mengaku pernah mendapat kesempatan untuk “melihat” Nyai Roro Kidul. Sultan HB IX menyatakan dirinya bisa bertemu Nyai Roro Kidul setelah melakukan ritual tertentu seperti puasa selama beberapa hari dan menjalani ritual-ritual lainnya. Tapi Sultan HB IX menyebut Ratu Laut Jawa itu sebagai Eyang Roro Kidul. Pasalnya pada waktu bulan naik atau menjelang purnama, Eyang Roro Kidul akan tampak sebagai gadis yang sangat cantik. Tapi sebaliknya jika bulan posisinya makin menurun, Roro Kidul akan tampak sebagai wanita yang makin menua. Lalu tentang setiap raja di Jawa dianggap sebagai “suami” dari Nyai Roro Kidul, Sultan HB IX menerangkan bahwa menurut kepercayaan lama memang demikian halnya. Selain itu untuk menghormati penguasa Laut Jawa, Keraton Yogyakarta juga selalu mengadakan acara labuan tiap tahunnya. Acara labuan itu biasanya diselenggarakan bertetapan dengan ulang tahun raja. Barang-barang yang dilabuh antara lain pakaian baru dan pakaian lama raja. Semua barang ditaruh di atas semacam gethek lalu didorong ke tengah laut. Biasanya barang-barang raja itu segera hilang. Namun setelah beberapa hari, pakaian raja yang lama akan kembali dengan sendirinya.bSebagai seorang raja, Sultan HB IX semasa hidupnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan pencetus Serangan Umum 1 Maret 1948. Akibat Serangan Umum itu kota Yogyakarta berhasil dikuasai pasukan RI selama 6 jam dan berujung pada mundurnya pasukan kolonial Belanda dari Indonesia. Sumber: http:-intisari.grid.id

ALIENDoD Dalam buku ‘’Tahta Untuk Rakyat Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX’’, terbitan Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (198...

Save
HUMANDoD Soeharto adalah Presiden ke-2 yang memimpin Indonesia selama 31 tahun. Sosok Soeharto terkenal dengan aturan hidup yang kental dengan budaya Jawa. Hal itu juga yang membuat Soeharto tak lepas dari kesan mistis. Benar saja, ternyata selama memimpin bangsa ini, Soeharto dibantu oleh Mayor Jenderal Sudjono Humardani. Dia adalah staf pribadi Soeharto yang memegang urusan keuangan dan ekonomi. Kedekatan Sudjono dan Soeharto diungkap dalam buku biografi Liem Sioe Liong berjudul 'Liem Sioe Liong's Salim Group: The Business Pillar of Suharto's Indonesia. Dalam buku itu diketahui, hanya Soedjono yang boleh masuk ke kamar Soeharto selain Ibu Tien. Bukan hanya staf pribadi, Sudjono juga dikenal sebagai dukun andal yang menjadi penasihat spiritual Soeharto. Para jurnalis asing yang tak mengerti konsep mistis Jawa, melihat Sudjono adalah sosok yang aneh. Keterangan salah satu jurnalis mengungkap bahwa Sudjono menerima duta negara barat di ruangan gelap. "Dia mengenakan semacam kostum Jawa, berjalan dengan kaki telanjang dan ada beberapa barang yang sepertinya mengandung kekuatan gaib," kata jurnalis itu dalam buku tersebut. Ya, saat itu Sudjono diketahui menerima tamu dengan kaki telanjang. Dia menerima tamunya di ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin. Hingga akhirnya muncul julukan untuk Soedjono, yaitu 'Menteri Urusan Mistis'. Namun bila ditelisik ke belakang, hubungan Soeharto dan Sudjono memang sudah lama terjalin. Keduanya adalah murid spiritual Romo Diyat. Pada waktu itu, Romo Diyat pernah berpesan kepada Sudjono untuk menjaga Soeharto yang diramalkan akan menjadi orang hebat. Namun Soeharto justru mengecilkan peran Sudjono. Dia membantah menjadikan Sudjono sebagai guru spiritualnya. Hal itu disampaikan Soeharto dalam buku biografinya yang berjudul Soeharto: My Thoughts, Words and Deeds; An Autobiography'. "Saya mendengar orang-orang mengatakan bahwa dia mengetahui ilmu mistis lebih dari saya, namun Djono dulu sering sungkem ke saya. Dia menganggap saya sebagai senior yang mempunyai lebih banyak mengetahui soal mistis jadi bagi siapa yang berpikir bahwa Djono adalah guru mistis saya, maka dia salah,"kata Soeharto. Sumber: https:-m.otonomi.co: RKSD Sosok Dukun yang hadi Penasihat Spiritual Soeharto HUMANDoD Soeharto adalah Presiden ke-2 yang memimpin Indonesia selama 31 tahun. Sosok Soeharto terkenal dengan aturan hidup yang kental dengan budaya Jawa. Hal itu juga yang membuat Soeharto tak lepas dari kesan mistis. Benar saja, ternyata selama memimpin bangsa ini, Soeharto dibantu oleh Mayor Jenderal Sudjono Humardani. Dia adalah staf pribadi Soeharto yang memegang urusan keuangan dan ekonomi. Kedekatan Sudjono dan Soeharto diungkap dalam buku biografi Liem Sioe Liong berjudul 'Liem Sioe Liong's Salim Group: The Business Pillar of Suharto's Indonesia. Dalam buku itu diketahui, hanya Soedjono yang boleh masuk ke kamar Soeharto selain Ibu Tien. Bukan hanya staf pribadi, Sudjono juga dikenal sebagai dukun andal yang menjadi penasihat spiritual Soeharto. Para jurnalis asing yang tak mengerti konsep mistis Jawa, melihat Sudjono adalah sosok yang aneh. Keterangan salah satu jurnalis mengungkap bahwa Sudjono menerima duta negara barat di ruangan gelap. "Dia mengenakan semacam kostum Jawa, berjalan dengan kaki telanjang dan ada beberapa barang yang sepertinya mengandung kekuatan gaib," kata jurnalis itu dalam buku tersebut. Ya, saat itu Sudjono diketahui menerima tamu dengan kaki telanjang. Dia menerima tamunya di ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin. Hingga akhirnya muncul julukan untuk Soedjono, yaitu 'Menteri Urusan Mistis'. Namun bila ditelisik ke belakang, hubungan Soeharto dan Sudjono memang sudah lama terjalin. Keduanya adalah murid spiritual Romo Diyat. Pada waktu itu, Romo Diyat pernah berpesan kepada Sudjono untuk menjaga Soeharto yang diramalkan akan menjadi orang hebat. Namun Soeharto justru mengecilkan peran Sudjono. Dia membantah menjadikan Sudjono sebagai guru spiritualnya. Hal itu disampaikan Soeharto dalam buku biografinya yang berjudul Soeharto: My Thoughts, Words and Deeds; An Autobiography'. "Saya mendengar orang-orang mengatakan bahwa dia mengetahui ilmu mistis lebih dari saya, namun Djono dulu sering sungkem ke saya. Dia menganggap saya sebagai senior yang mempunyai lebih banyak mengetahui soal mistis jadi bagi siapa yang berpikir bahwa Djono adalah guru mistis saya, maka dia salah,"kata Soeharto. Sumber: https:-m.otonomi.co

HUMANDoD Soeharto adalah Presiden ke-2 yang memimpin Indonesia selama 31 tahun. Sosok Soeharto terkenal dengan aturan hidup yang kental d...

Save
Sekitar 17 Agutusan lalu, seorang yang beridentitas @hlmhzlf berjalan di sekitar pelataran ruko di sepanjang jalan dekat altara,pasar besar Malang ,Jawa timur. Ini kisahnya. Saya menemukan seorang kakek tua yang sedang duduk dipelataran ruko dengan dagangan dua keranjang jeruk didepanya, ketika disapa ,beliau merunduk menjawab sapaan saya ketika saya bertanya berapa harga yang harus saya bayar untuk dagangan beliau dan beliaupun menjawab " Rp.20.000 mbak 2kg, Rp.25.000 3kg". Beliau menjawab pertanyaan saya sembari mencari tas kresek untuk wadah jeruknya ,beliau meraba tidak melihat. Kisah Inspirasi: Kakek Renta Katarak Akut Tidak Pernah Menyerah Dagang Jeruk Untuk Hidupi Istri yang lagi Sakit Maka menangislah saya seketika di depan bapak tua itu yang ternyata beliau memiliki penyakit katarak akut katarak yang susah sembuh kata dokter .namun penyakit yang ada bukan alasan bagi sang kakek untuk pasrah menghadapi kerasnya hidup.buktinya beliau menjajakan dagangannya dengan sabar menunggu pelanggan "Mbah sehaaaaaaaaat trus ya.." Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberikan rezeki yg barokah ‪ ‎aamiin‬. Semoga dlm euforia kemerdekaan ini mbah dapat merasakan betul kemerdekaan yg seharusnya mbah rasakan Jangan lupa dibeli ya sahabat yang sering lewat situ biar mbahnya cepat pulang kerumah nge rawat isterinya yang sakit, jangan lupa sedekahnya yaaaa ,karena ketika kita memberi dan ketika itu Allah berjanji akan melipat gandakannya aamiin. jadi jangan takut sedekah yaaaa ,sedekah ga bakal buat kita miskin .bahkan ngebuat kita kaya amal diakhirat nanti ‪ ‎inshaa‬ ‪ ‎Allah‬jadilah generasi muda yang peka terhadap lingkungan. Dari kisah ini bukan cerita sedih dan menyentuhnya yang kita ambil, ok lah kalau menyentuh kita dan membuat air mata keluar atau paling tidak mata berkaca-kaca saat membaca ini sembari mendoakan kakek ini dimudahkan segala urusannya. Lebih dari itu ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil pelajaran sebagai inspirasi untuk kita, yaitu; 1. Kakek ini sangat bertanggung jawab terhadap menafkahi keluarganya. 2. Tidak pernah menyerah dengan keadaan 3. Kesetiaan seorang Suami diusia senja terhadap isterinya. salaminspirasi: RYA Sekitar 17 Agutusan lalu, seorang yang beridentitas @hlmhzlf berjalan di sekitar pelataran ruko di sepanjang jalan dekat altara,pasar besar Malang ,Jawa timur. Ini kisahnya. Saya menemukan seorang kakek tua yang sedang duduk dipelataran ruko dengan dagangan dua keranjang jeruk didepanya, ketika disapa ,beliau merunduk menjawab sapaan saya ketika saya bertanya berapa harga yang harus saya bayar untuk dagangan beliau dan beliaupun menjawab " Rp.20.000 mbak 2kg, Rp.25.000 3kg". Beliau menjawab pertanyaan saya sembari mencari tas kresek untuk wadah jeruknya ,beliau meraba tidak melihat. Kisah Inspirasi: Kakek Renta Katarak Akut Tidak Pernah Menyerah Dagang Jeruk Untuk Hidupi Istri yang lagi Sakit Maka menangislah saya seketika di depan bapak tua itu yang ternyata beliau memiliki penyakit katarak akut katarak yang susah sembuh kata dokter .namun penyakit yang ada bukan alasan bagi sang kakek untuk pasrah menghadapi kerasnya hidup.buktinya beliau menjajakan dagangannya dengan sabar menunggu pelanggan "Mbah sehaaaaaaaaat trus ya.." Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberikan rezeki yg barokah ‪ ‎aamiin‬. Semoga dlm euforia kemerdekaan ini mbah dapat merasakan betul kemerdekaan yg seharusnya mbah rasakan Jangan lupa dibeli ya sahabat yang sering lewat situ biar mbahnya cepat pulang kerumah nge rawat isterinya yang sakit, jangan lupa sedekahnya yaaaa ,karena ketika kita memberi dan ketika itu Allah berjanji akan melipat gandakannya aamiin. jadi jangan takut sedekah yaaaa ,sedekah ga bakal buat kita miskin .bahkan ngebuat kita kaya amal diakhirat nanti ‪ ‎inshaa‬ ‪ ‎Allah‬jadilah generasi muda yang peka terhadap lingkungan. Dari kisah ini bukan cerita sedih dan menyentuhnya yang kita ambil, ok lah kalau menyentuh kita dan membuat air mata keluar atau paling tidak mata berkaca-kaca saat membaca ini sembari mendoakan kakek ini dimudahkan segala urusannya. Lebih dari itu ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil pelajaran sebagai inspirasi untuk kita, yaitu; 1. Kakek ini sangat bertanggung jawab terhadap menafkahi keluarganya. 2. Tidak pernah menyerah dengan keadaan 3. Kesetiaan seorang Suami diusia senja terhadap isterinya. salaminspirasi

Sekitar 17 Agutusan lalu, seorang yang beridentitas @hlmhzlf berjalan di sekitar pelataran ruko di sepanjang jalan dekat altara,pasar bes...

Save
Dream - Kisah pilu seorang wanita tua membuat netizen bercucuran air mata. Bagaimana tidak! Seorang ibu dengan sabarnya menunggu kepulangan anaknya selama 13 tahun di tempat terakhir dia ditinggalkan. Wanita tua yang hanya dikenal sebagai Karfiah ini tinggal di sebuah gubuk usang di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia setia menunggu janji anaknya untuk kembali sejak 13 tahun lalu. Di gubuk itulah sang ibu ditinggalkan dan disuruh menunggu sekejap oleh anaknya sendiri. Namun waktu terus berjalan dan sang yang dikenal sebagai Rina tidak pernah kembali. Saat wartawan berkunjung di rumahnya yang berada tepat di tepi jalan Gerilya Timur, Berkoh, Purwokerto, kondisi Karfiah sangat memperihatinkan. Adopsi Seorang Bayi Dengan penuh harap, sesekali dia mengintai keluar rumah ketika ada kendaraan atau bus yang berhenti. Tidak lama setelah itu dia masuk kembali dengan wajah terpancar rasa kecewa. Menurut akun @cakbudi yang mengunggah kisah ini di Instagram, Karfiah dalam pernikahannya tidak dikaruniai anak. Setelah suaminya meninggal dunia, dia mengadopsi seorang bayi yang diberi nama Rina Yanti. Rina dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Termasuk disekolahkan sampai masuk perguruan tinggi seperti anak kandung sendiri. Seperti orang lain beliau juga menikahkan anaknya itu dengan pria pilihan anaknya sendiri. Dibawa ke Tepi Jalan Singkat cerita, rumah peninggalan almarhum suaminya dijual karena Rina berjanji ingin membelikan rumah baru untuk mereka tinggal. Karfiah pun akhirnya setuju. Pada satu hari, Karfiah dibawa ke tepi jalan oleh anaknya. Di situ dia disuruh menunggu karena Rina ingin mengambil uang hasil penjualan rumah mereka. Apa yang terjadi selanjutnya sungguh memilukan. Sampai ke hari ini, sudah 13 tahun berlalu Rina tidak pernah kembali dan Karfiah masih setia menunggu kedatangan anaknya itu. Sungguh memilukan. Kesetiaan dan kasih sayang seorang ibu, tidak pernah pupus. Karfiah juga tidak marah apalagi dendam dengan anaknya, walaupun sudah dibohongi. Salaminspirasi 😔😔😔: San Mari lan lanun Tunggu Anak di Lokasi la Ditinggalkan Dream.co.id Diterbitkan 02/04/2017 15:49 URL 62 Dream - Kisah pilu seorang wanita tua membuat netizen bercucuran air mata. Bagaimana tidak! Seorang ibu dengan sabarnya menunggu kepulangan anaknya selama 13 tahun di tempat terakhir dia ditinggalkan. Wanita tua yang hanya dikenal sebagai Karfiah ini tinggal di sebuah gubuk usang di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia setia menunggu janji anaknya untuk kembali sejak 13 tahun lalu. Di gubuk itulah sang ibu ditinggalkan dan disuruh menunggu sekejap oleh anaknya sendiri. Namun waktu terus berjalan dan sang yang dikenal sebagai Rina tidak pernah kembali. Saat wartawan berkunjung di rumahnya yang berada tepat di tepi jalan Gerilya Timur, Berkoh, Purwokerto, kondisi Karfiah sangat memperihatinkan. Adopsi Seorang Bayi Dengan penuh harap, sesekali dia mengintai keluar rumah ketika ada kendaraan atau bus yang berhenti. Tidak lama setelah itu dia masuk kembali dengan wajah terpancar rasa kecewa. Menurut akun @cakbudi yang mengunggah kisah ini di Instagram, Karfiah dalam pernikahannya tidak dikaruniai anak. Setelah suaminya meninggal dunia, dia mengadopsi seorang bayi yang diberi nama Rina Yanti. Rina dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Termasuk disekolahkan sampai masuk perguruan tinggi seperti anak kandung sendiri. Seperti orang lain beliau juga menikahkan anaknya itu dengan pria pilihan anaknya sendiri. Dibawa ke Tepi Jalan Singkat cerita, rumah peninggalan almarhum suaminya dijual karena Rina berjanji ingin membelikan rumah baru untuk mereka tinggal. Karfiah pun akhirnya setuju. Pada satu hari, Karfiah dibawa ke tepi jalan oleh anaknya. Di situ dia disuruh menunggu karena Rina ingin mengambil uang hasil penjualan rumah mereka. Apa yang terjadi selanjutnya sungguh memilukan. Sampai ke hari ini, sudah 13 tahun berlalu Rina tidak pernah kembali dan Karfiah masih setia menunggu kedatangan anaknya itu. Sungguh memilukan. Kesetiaan dan kasih sayang seorang ibu, tidak pernah pupus. Karfiah juga tidak marah apalagi dendam dengan anaknya, walaupun sudah dibohongi. Salaminspirasi 😔😔😔

Dream - Kisah pilu seorang wanita tua membuat netizen bercucuran air mata. Bagaimana tidak! Seorang ibu dengan sabarnya menunggu kepulang...

Save
Nusantara dan Arab Saudi diikat oleh benang merah persahabatan, kedekatan keyakinan, juga sejarah yang dibuktikan dalam banyak hal, termasuk keberadaan harta karun berupa batu permata besar yang diduga milik keturunan Nabi Muhammad. Penemuan permata itu berawal dari laporan ditemukannya bangkai kapal harta karun yang diduga berasal dari Abad ke-10 oleh para nelayan yang menjala ikan 80 mil dari Pelabuhan Cirebon, antara pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Tumpukan harta karun terbaring di dasar laut Indonesia selama lebih dari 1.000 tahun. Sebanyak 270 ribu objek termasuk kristal, permata, keramik, porselen Tiongkok, mutiara, dan emas ditemukan para penyelam. Tim penyelam harus melakukan 22 ribu perjalanan dari kapal barang tersebut untuk mengambil muatannya. Di antara benda berharga yang ditemukan adalah batu permata besar yang konon milik Dinasti Fatimiyah yang hijrah di Mesir. Berdasarkan catatan sejarah, Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad. Fatimah merupakan putri bungsu Nabi Muhammad dari istri pertama, Khadidjah. Nilai total harta karun itu pada 2010 diperkirakan Rp 720 miliar. Namun, pelelangan pada tahun itu sepi peminat. Tak ada yang berniat menawar. Gara-garanya, tak ada peminat yang menyerahkan uang jaminan sebesar 20 persen dari harga limit atau sekitar US$ 16 juta. Uang jaminan atau deposit itu cukup tinggi karena harta karun itu dilelang dalam satu paket. Cirebon adalah destinasi awal para pedagang Muslim di Nusantara. Menurut para ahli sejarah, Islam datang ke wilayah Indonesia pada Abad ke-12. Temuan tersebut juga diharapkan memecahkan misteri mengapa raja-raja Jawa Abad ke-10 pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, demikian menurut John Miksic, sejarawan maritim di National University of Singapore, seperti dikutip dari New York Times. Indonesia dikenal sebagai 'kuburan kapal' pada masa lalu. Baru sekitar 500 bangkai bahtera yang telah ditemukan hingga saat ini, ribuan lainnya masih belum diketahui posisinya. Sumber: Liputan6: DARK SIDE DIMENSION Kisah Harta Karun fermata Milik Kerabat Nabi di Lautan indonesia Nusantara dan Arab Saudi diikat oleh benang merah persahabatan, kedekatan keyakinan, juga sejarah yang dibuktikan dalam banyak hal, termasuk keberadaan harta karun berupa batu permata besar yang diduga milik keturunan Nabi Muhammad. Penemuan permata itu berawal dari laporan ditemukannya bangkai kapal harta karun yang diduga berasal dari Abad ke-10 oleh para nelayan yang menjala ikan 80 mil dari Pelabuhan Cirebon, antara pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Tumpukan harta karun terbaring di dasar laut Indonesia selama lebih dari 1.000 tahun. Sebanyak 270 ribu objek termasuk kristal, permata, keramik, porselen Tiongkok, mutiara, dan emas ditemukan para penyelam. Tim penyelam harus melakukan 22 ribu perjalanan dari kapal barang tersebut untuk mengambil muatannya. Di antara benda berharga yang ditemukan adalah batu permata besar yang konon milik Dinasti Fatimiyah yang hijrah di Mesir. Berdasarkan catatan sejarah, Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad. Fatimah merupakan putri bungsu Nabi Muhammad dari istri pertama, Khadidjah. Nilai total harta karun itu pada 2010 diperkirakan Rp 720 miliar. Namun, pelelangan pada tahun itu sepi peminat. Tak ada yang berniat menawar. Gara-garanya, tak ada peminat yang menyerahkan uang jaminan sebesar 20 persen dari harga limit atau sekitar US$ 16 juta. Uang jaminan atau deposit itu cukup tinggi karena harta karun itu dilelang dalam satu paket. Cirebon adalah destinasi awal para pedagang Muslim di Nusantara. Menurut para ahli sejarah, Islam datang ke wilayah Indonesia pada Abad ke-12. Temuan tersebut juga diharapkan memecahkan misteri mengapa raja-raja Jawa Abad ke-10 pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, demikian menurut John Miksic, sejarawan maritim di National University of Singapore, seperti dikutip dari New York Times. Indonesia dikenal sebagai 'kuburan kapal' pada masa lalu. Baru sekitar 500 bangkai bahtera yang telah ditemukan hingga saat ini, ribuan lainnya masih belum diketahui posisinya. Sumber: Liputan6

Nusantara dan Arab Saudi diikat oleh benang merah persahabatan, kedekatan keyakinan, juga sejarah yang dibuktikan dalam banyak hal, terma...

Save