🔥 Popular | Latest

Memes, China, and Peta: llmuwan China yang Ciptakan Monyet Kloning, ikecam HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu diciptakan setelah gennya diedit, sehingga menjadi berpenyakit. Sekarang mereka telah menunjukkan tanda-tanda depresi, kurang tidur dan perilaku seperti skizofrenia. Menurut para ahli, percobaan itu dapat memungkinkan tim untuk menguji obat yang nantinya dapat digunakan pada manusia dengan kondisi neurologis. Namun kondisi kelima hewan itu telah memicu kekhawatiran. Dr Julia Baines, dari kelompok kampanye PETA UK, mengatakan bahwa "secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita." Namun para ahli membela penelitian mereka dengan mengatakan hewan kloning yang direkayasa menjadi sakit akan memungkinkan jumlah primata yang digunakan di laboratorium berkurang secara signifikan. "Lini penelitian ini akan membantu mengurangi jumlah MONYETTTT yang saat ini digunakan dalam penelitian biomedis di seluruh dunia," kata Poo Mu-Ming, penulis penelitian. "Tanpa campur tangan latar belakang genetik, jumlah MONYETTTT kloning yang jauh lebih kecil yang membawa penyakit mungkin cukup untuk tes praklinis," Sementara itu, Sun Qiang, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa menggunakan MONYETTTT kloning untuk penelitian medis dapat meningkatkan kecepatan pengembangan obat. Pada Januari 2018 dua MONYETTTT yang berbeda menjadi primata pertama yang dikloning, suatu perkembangan yang diklaim dapat membuka pintu untuk kloning manusia. Sumber: rakyatku.com

HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu d...

Save
Barbie, Memes, and Rosie: Kisah Boneka Barbie yang Jadi Pembongkar Kasus Pembunuhan Rumit Seorang Gadis 6 Tahun HUMANDoD Rosie Tapia, gadis 6 tahun dari Salt Lake City, Amerika Serikat, menjadi korban pembunuhan pada 1995. Sayangnya, pembunuhan tersebut cukup rumit dan belum terungkap hingga kini. Namun, pada minggu ini, polisi kembali mencoba mengungkap pembunuhan tersebut tepat pada ulang tahun Rosie ke-30, seperti diwartakan Daily Mirror pada Rabu (23-1-2019). Dan satu-satunya petunjuk tersisa yang bisa digunakan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini adalah sebuah boneka Barbie. Ibu anak sekolah itu, Lewine Tapia, mengatakan boneka itu ada di antara beberapa barang yang tersisa di kuburan putrinya. Sekarang, Koalisi Kasus Dingin Utah mengatakan, dua orang penyelidik yang terhubung dengan kasus tersebut, diduga memiliki fiksasi dengan boneka Barbie. Mainan itu dibawa pulang oleh Lewine, ia menjelaskan bahwa, benda itu bisa menjadi barang yang sangat berarti. Menurut tes DNA, boneka ini sedang diselidiki dari mana asalnya. Salah satu pendiri koalisi yang menyelidiki kasus ini, Karra Porter menjelaskan, "jika ada seseorang yang datang kesana mengetahui siapa yang meninggalkannya disana, mungkin informasi akan diterima. Bahkan mungkin, kami bisa menghemat sumber daya untuk menyelidiki kasus ini," terangnya. Meski demikian, ibunya, Lewine sendiri mengatakan tidak yakin bahwa investigasi ini akan membuahkan hasil. Dia hanya mengatakan bahwa, "Saya berharap Tuhan membiarkan saya hidup sampai kita menemukan orang yang membunuh putri saya." Rosie diculik dari rumahnya pada dini hari 13 Agustus 1995, dan secara brutal mengalami pelecehan seksual. Tubuhnya ditemukan di sebuah kanal beberapa jam kemudian. Tetapi, tidak ada yang pernah dihukum karena pembunuhan yang mengerikan itu belum berhasil terungkap. Satu-satunya benda yang mungkin bisa mengungkap pembunuhan itu hanyalah boneka Barbie yang secara misterius ditinggalkan di kuburannya. Sumber: intisari-online.com

HUMANDoD Rosie Tapia, gadis 6 tahun dari Salt Lake City, Amerika Serikat, menjadi korban pembunuhan pada 1995. Sayangnya, pembunuhan tersebu...

Save