🔥 Popular | Latest

HUMANDoD Hukuman mati oleh gajah adalah suatu metode eksekusi yang selama ribuan tahun telah dilaksanakan di Asia Selatan dan Tenggara, khususnya di India. Gajah Asia, digunakan untuk meremukkan, menghancurkan, atau menyiksa tawanan di depan umum. Gajah-gajah tersebut telah dilatih sehingga mampu untuk langsung membunuh atau terlebih dulu menyiksa korbannya pelan-pelan. Metode ini pada zaman dahulu sering membuat ngeri orang-orang Eropa yang datang ke Asia. Banyak jurnal dan catatan yang dibuat oleh orang Eropa mengenai metode ini. Ketika bangsa Eropa menjajah bangsa-bangsa Asia, cara ini mulai dilarang. Di Eropa sendiri, bangsa Romawi dan Carthage pernah menggunakan cara ini untuk menghukum para prajurit yang memberontak. Beberapa catatan sejarah mengenai hukuman mati ini salah satunya berasal dari seorang Kaisar Sassanid (Persia) bernama Khosrau II, yang memiliki 3.000 istri dan 12.000 budak wanita. Suatu hari menginginkan Hadiqah (putri dari Na’aman) untuk dijadikan istri. Namun Na’man (yang beragama Kristen) tak mau putrinya memasuki agama Zoroaster. Karena penolakan ini, Na’man pun dihukum dengan cara diinjak oleh gajah sampai mati. Rabbi Petachiah, seorang pengelana dari Ratisbon, melaporkan eksekusi oleh gajah dilakukan di Mesopotamia utara yang saat itu dikuasai oleh Seljuk. Di sana, ketika Sultan sudah menyatakan hukuman mati untuk seseorang, maka ada orang-orang yang akan berkata pada gajah, “orang ini bersalah.” Gajah itu lalu akan mengambil sang korban dengan mulutnya, melemparkannya tinggi-tinggi dan membunuhnya. Pelaut Inggris bernama Robert Knox pada tahun 1681 pernah ditawan di Sri Lanka. Di sana dia menyaksikan eksekusi dengan memakai gajah. Knox mengatakan bahwa gajahnya memakai suatu besi dengan tiga ujung tajam di gadingnya. Gajah itu lalu menusuk korbannya dengan besi itu dan mengacak-acak organ tubuh sang korban. Gajah juga digunakan sebagai alat hukuman mati di Burma, juga di Kerajaan Champa. Sedangkan di Kerajaan Siam, gajah-gajah dilatih untuk melempar korban ke udara sebelum menginjak mereka sampai mati. Bagaimana, tertarik mencoba? Sumber: http:-terselubung.in: PARKSIDE Eksekusi Hukuman Mati yang Dilakukan oleh Gajah HUMANDoD Hukuman mati oleh gajah adalah suatu metode eksekusi yang selama ribuan tahun telah dilaksanakan di Asia Selatan dan Tenggara, khususnya di India. Gajah Asia, digunakan untuk meremukkan, menghancurkan, atau menyiksa tawanan di depan umum. Gajah-gajah tersebut telah dilatih sehingga mampu untuk langsung membunuh atau terlebih dulu menyiksa korbannya pelan-pelan. Metode ini pada zaman dahulu sering membuat ngeri orang-orang Eropa yang datang ke Asia. Banyak jurnal dan catatan yang dibuat oleh orang Eropa mengenai metode ini. Ketika bangsa Eropa menjajah bangsa-bangsa Asia, cara ini mulai dilarang. Di Eropa sendiri, bangsa Romawi dan Carthage pernah menggunakan cara ini untuk menghukum para prajurit yang memberontak. Beberapa catatan sejarah mengenai hukuman mati ini salah satunya berasal dari seorang Kaisar Sassanid (Persia) bernama Khosrau II, yang memiliki 3.000 istri dan 12.000 budak wanita. Suatu hari menginginkan Hadiqah (putri dari Na’aman) untuk dijadikan istri. Namun Na’man (yang beragama Kristen) tak mau putrinya memasuki agama Zoroaster. Karena penolakan ini, Na’man pun dihukum dengan cara diinjak oleh gajah sampai mati. Rabbi Petachiah, seorang pengelana dari Ratisbon, melaporkan eksekusi oleh gajah dilakukan di Mesopotamia utara yang saat itu dikuasai oleh Seljuk. Di sana, ketika Sultan sudah menyatakan hukuman mati untuk seseorang, maka ada orang-orang yang akan berkata pada gajah, “orang ini bersalah.” Gajah itu lalu akan mengambil sang korban dengan mulutnya, melemparkannya tinggi-tinggi dan membunuhnya. Pelaut Inggris bernama Robert Knox pada tahun 1681 pernah ditawan di Sri Lanka. Di sana dia menyaksikan eksekusi dengan memakai gajah. Knox mengatakan bahwa gajahnya memakai suatu besi dengan tiga ujung tajam di gadingnya. Gajah itu lalu menusuk korbannya dengan besi itu dan mengacak-acak organ tubuh sang korban. Gajah juga digunakan sebagai alat hukuman mati di Burma, juga di Kerajaan Champa. Sedangkan di Kerajaan Siam, gajah-gajah dilatih untuk melempar korban ke udara sebelum menginjak mereka sampai mati. Bagaimana, tertarik mencoba? Sumber: http:-terselubung.in

HUMANDoD Hukuman mati oleh gajah adalah suatu metode eksekusi yang selama ribuan tahun telah dilaksanakan di Asia Selatan dan Tenggara, k...

Save