🔥 Popular | Latest

Memes, Sang, and Indonesia: D-O-D Menolak Sejarah Omong Kosong Pangeran Diponegoro HUMANDoD Kisah hidup Pangeran Diponegoro dipenuhi misteri dan mitos. Kalah akibat dicurangi pada pertemuan di Magelang oleh Belanda, Pangeran Diponegoro pernah dianggap sebagai pemberontak cukup lama. Bahkan, kisah yang kemudian beredar serta dimasukkan dalam pelajaran sejarah di sekolah, Pangeran Diponegoro memberontak akibat tanah makam leluhurnya bakal dijadikan jalan raya oleh Belanda. Hal ini seperti mengecilkan peran sang pangeran dalam Perang Jawa 1825-1830 yang sangat terkenal tersebut. Tidak hanya karena lamanya durasi perang yang mencapai 5 tahun, Perang Jawa disebut sangat besar dan melelahkan lantaran besarnya biaya yang dihabiskan. Perang Jawa membuat kas Belanda terkuras, hingga dibutuhkan Tanam Paksa untuk mengembalikan uang kas yang kosong melompong. Pameo umum mengatakan sejarah ditulis oleh pemenang. Banyak tulisan, babad, tambo serta kitab dari berbagai penguasa baik yang ditulis sendiri maupun oleh juru tulis penuh puji-pujian dengan tujuan meningkatkan citra dirinya sendiri. Fakta mengenai Pangeran Diponegoro yang selama ini kita ketahui dalam pelajaran di bangku sekolah, ternyata sangat berbeda dan benar-benar salah. Misalnya saja, selain soal tanah makam, Pangeran Diponegoro disebutkan melawan Belanda karena dia ingin menjadi raja. Peter Carey, profesor tamu di Universitas Indonesia mengatakan, Pangeran Diponegoro menganggap dirinya sebagai Ratu Adil yang ditakdirkan membela rakyat Jawa dari penindasan. Tindakannya murni benar-benar ingin membela rakyat kecil. Perjuangan Diponegoro sangat sulit dikalahkan, sampai-sampai Belanda perlu menerapkan strategi khusus yang penuh tipu muslihat. Perjuangannya pada saat itu didukung tiga kelompok masyarakat, yakni: para bangsawan, rakyat, dan ulama. Pesona sang pangeran membuatnya tidak hanya ditakuti, tapi juga disegani oleh lawan. Wardiman Djojonegoro, pengusul Babad Diponegoro sebagai warisan dunia Unesco, mengatakan penelitian Peter Carey membuka wawasan baru terhadap pendapat para sejarawan Belanda yang sudah diyakini sebelumnya. Next🔻

HUMANDoD Kisah hidup Pangeran Diponegoro dipenuhi misteri dan mitos. Kalah akibat dicurangi pada pertemuan di Magelang oleh Belanda, Pangera...

Save
Memes, Indonesia, and Michael: Ditengah Operasi Trikora, Kopassus Dapat Misi Dadakan Cari Sosok Anak Konglomerat di Suku Kanibal Papua HUMANDoD Sejarah pernah mencatat, Kopassus menjalani misi pencarian anak konglomerat Amerika Serikat di hutan Papua. Kisah itu dijalani oleh Sintong Panjaitan yang juga pernah menjadi Danjen Kopassus. Lalu siapa sosok yang dicari Kopassus itu untuk diselamatkan dari hutan Papua yang terkenal dihuni oleh suku 'kanibal'. Dia adalah Michael Rockfeller. Kisah hidup Michael Rockefeller berakhir misterius di belantara Papua. Michael Rockefeller adalah anak dari miliarder Amerika Serikat, Nelson Rockefeller. Michael Rockefeller diketahui telah lama ingin menjelajahi hutan Papua yang dulunya disebut Irian Barat. Michael Rockefeller dikenal senang berpetualang di alam liar. Di tahun 1961, para antropolog dunia memang sedang menggandrungi penjelajahan ke daerah-daerah yang belum dijamah. Sebut saja daerah tersebut adalah 'unexpected area' di Bumi. Satu di antara sasaran penjelajahan ialah di Hindia New Guinea atau Papua. Tujuan Michael Rockefeller ini ingin menemui Suku Asmat yang saat itu sama sekali belum dijamah oleh kehidupan luar. Dari keinginannya itu lah petualangan penuh teka-teki ini dimulai pada 17 November 1961. Bersama dengan seorang antropolog Belanda, Rene Wassing, Michael Rockefeller menaiki sebuah perahu tradisional. Mereka menyusuri sungai-sungai di belantara hutan Papua. Apes bagi mereka, pada 19 November 1961, perahu yang mereka tumpangi terbalik dan hanyut di sungai. Sampai di bantaran sungai, hanya Rene Wassing pemandu lokal mereka yang selamat. Sedangkan Michael Rockefeller hilang. Raibnya Michael Rockefeller muda ini bahkan menjadi headline berita di berbagai belahan dunia. Keluarganya di AS yang mendengar hilangnya Michael Rockefeller berusaha melakukan operasi pencarian. Namun mereka kesulitan mendapat akses. Pasalnya, kala itu di Irian Barat sedang ada operasi militer skala besar (Trikora) yang dilakukan Indonesia untuk merebut Bumi Cenderawasih dari tangan Belanda. Walaupun begitu, pencarian Michael Rockefeller tetap dilaksanakan. Banyak spekulasi muncul mengenai nasib Michael Rockefeller. Dari ia mati dimakan buaya, tenggelam, hingga yang paling heboh menjadi korban kanibalisme di pedalaman Papua. Next🔻

HUMANDoD Sejarah pernah mencatat, Kopassus menjalani misi pencarian anak konglomerat Amerika Serikat di hutan Papua. Kisah itu dijalani oleh...

Save
Memes, Indonesia, and Malaysia: Penampakan Raja dan Buaya Puti Penunggu Sungai Siak HUMANDoD Sungai Siak menjadi nadi bagi masyarakat Kota Pekanbaru serta Kabupaten Siak. Dulunya, kapal-kapal pedagang dari Malaysia dan Singapura hilir mudik untuk mengangkut dagangan. Raja-raja Kerajaan Siak Sri Indrapura juga menjadikan sungai ini untuk memperluas kekuasaan hingga sampai ke Selat Malaka. Terlepas dari itu, sungai terdalam di Indonesia ini menyimpan cerita mistis di balik tenangnya arus di permukaan. Cerita itu mulai dari adanya gajah putih yang selalu keluar dari perairan hingga sepasang buaya putih, ikan duyung, dan seekor naga yang pernah dikabarkan muncul ke permukaan dan akhirnya menghilang. Banyak warga yang percaya bahwa hewan-hewan misterius itu adalah perwujudan dari makhluk halus yang mendiami Sungai Siak. Hanya saja dari sekian cerita itu, keberadaan sepasang buaya putih dan sosok disebut raja masih hidup sampai sekarang. Konon, sosok raja ini masih mendiami sebuah rumah di pinggir Sungai Siak, tepatnya di bawah jembatan Siak III. Rumah ini sampai sekarang masih terawat karena dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Rumah Tuan Kadi namanya. Dibangun sebelum tahun 1895, bangunan berarsitektur Melayu itu menjadi tempat singgah raja-raja Kerajaan Siak sebelum meneruskan perjalanan. Penuturan warga sekitar, tidak ada yang berani mendiami rumah itu, bahkan penjaga yang diberikan kepercayaan untuk membuka jendela di sana setiap harinya. Sosok raja ini disebut pernah menampakkan diri kepada pekerja pemugaran rumah itu berpenampilan raja-raja melayu. "Dulu kata pekerja, ada yang mengintip dari jendelanya. Sosok tinggi dan besar, warga di sini percaya itu raja yang pernah singgah di sana," ucap Vera, yang rumahnya hanya beberapa meter dari sana, Rabu 23 Januari 2019. Vera menyebut rumah orang tuanya hanya beberapa meter dari Rumah Tuan Kadi. Karena ada perluasan halaman rumah serta pembangunan tanah, terjadilah penggusuran. Dulu, sempat ada orang memberanikan diri tinggal tapi tidak lama. Kejadian aneh sering terjadi, penghuninya sering berpindah tempat secara tak sadar. "Kadang dipindah ke tangga, kadang di dapur, siapa yang kuat tinggal karena kejadiannya setiap malam. Next🔻

HUMANDoD Sungai Siak menjadi nadi bagi masyarakat Kota Pekanbaru serta Kabupaten Siak. Dulunya, kapal-kapal pedagang dari Malaysia dan Singa...

Save
Football, Dalai Lama, and Quite: I am making a film on the Tibetan football team and they took me to meet the Dalai Lama. I’m quite easy to spot

I am making a film on the Tibetan football team and they took me to meet the Dalai Lama. I’m quite easy to spot

Save