Oao
Oao

Oao

Wishes
Wishes

Wishes

Scaling
Scaling

Scaling

No Yes
No Yes

No Yes

Noticias
Noticias

Noticias

Hungryness
Hungryness

Hungryness

Anae
Anae

Anae

scottie
 scottie

scottie

essay
 essay

essay

cells
 cells

cells

🔥 | Latest

Memes, Buddha, and Indonesia: D-O-D DARKSIDE OFDIMENSION VISHNU SANGKARA AMBHU OKMAHADEVA SHIVA NDR RUDRA MAHESOR RAHMA NET Agama Gajah Mada dan Majapahit ana oebenarnua khirnya Oiungkap HUMANDoD Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan berkat tulisan Arif Barata di situs portal-islam id. Bagaimana tak ramai dibicarakan, tulisan yang mengutip buku "Kasultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi" karya Herman Janutama itu menyatakan, Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan. Reaksi atas tulisan itu beragam terapi umumnya mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir sebenarnya juga tak bisa menunjukkan dasar argumennya. Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22-6-2017), arkeolog menuturkan bahwa jika tak memahami sejarah dan arkeologi, sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah tentang Majapahit. Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar, mengatakan, artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan. Meski ada artefak berbau Islam, arkeolog tetap berkeyakinan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Samudera Pasai, bukan Majapahit. Koin dengan tulisan Arab, nisan dengan kalimat syahadat tidak cukup menjadi bukti keislaman kerajaan yang berpusat di Trowulan itu. Arkeolog dan penulis buku "Catuspatha: Arkeologi Majapahit", Agus Aris Munandar, mengungkapkan identitas agama Gajah Mada dan Majapahit bisa dilihat dari prasasti dan hingga sistem pemerintahan. Gelar raja, misalnya, sudah bisa menjadi bukti bahwa Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Agama Gajah Mada sendiri dipercaya adalah Buddha. Bukti penguatnya adalah catatan kitab Negarakertagama yang menyebut bahwa setelah pensiun, dia dianugerahi tanah Kebuddhaan yang bernama Madakarupira. Lokasi tanah itu berada di selatan Pasuruan. Sumber: Kompas
Memes, Buddha, and Indonesia: D-O-D
 DARKSIDE
 OFDIMENSION
 VISHNU
 SANGKARA
 AMBHU
 OKMAHADEVA
 SHIVA
 NDR
 RUDRA
 MAHESOR
 RAHMA
 NET
 Agama Gajah Mada
 dan Majapahit
 ana oebenarnua
 khirnya Oiungkap
HUMANDoD Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan berkat tulisan Arif Barata di situs portal-islam id. Bagaimana tak ramai dibicarakan, tulisan yang mengutip buku "Kasultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi" karya Herman Janutama itu menyatakan, Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan. Reaksi atas tulisan itu beragam terapi umumnya mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir sebenarnya juga tak bisa menunjukkan dasar argumennya. Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22-6-2017), arkeolog menuturkan bahwa jika tak memahami sejarah dan arkeologi, sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah tentang Majapahit. Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar, mengatakan, artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan. Meski ada artefak berbau Islam, arkeolog tetap berkeyakinan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Samudera Pasai, bukan Majapahit. Koin dengan tulisan Arab, nisan dengan kalimat syahadat tidak cukup menjadi bukti keislaman kerajaan yang berpusat di Trowulan itu. Arkeolog dan penulis buku "Catuspatha: Arkeologi Majapahit", Agus Aris Munandar, mengungkapkan identitas agama Gajah Mada dan Majapahit bisa dilihat dari prasasti dan hingga sistem pemerintahan. Gelar raja, misalnya, sudah bisa menjadi bukti bahwa Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Agama Gajah Mada sendiri dipercaya adalah Buddha. Bukti penguatnya adalah catatan kitab Negarakertagama yang menyebut bahwa setelah pensiun, dia dianugerahi tanah Kebuddhaan yang bernama Madakarupira. Lokasi tanah itu berada di selatan Pasuruan. Sumber: Kompas

HUMANDoD Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan berkat tulisan Arif Barata di situs porta...