Mindfulness
Mindfulness

Mindfulness

Kok
Kok

Kok

Yang
Yang

Yang

dan
 dan

dan

anda
anda

anda

oed
oed

oed

yuk
yuk

yuk

kalos
kalos

kalos

gue
gue

gue

dans
dans

dans

πŸ”₯ | Latest

Facebook, Memes, and Bank: Potret kehidupan bocah miskin ini ingatkan kita untuk selalu bersyukur la belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Ismarlina Mokodompit Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita rasakan setiap hari. Rumah yang luas, pakaian bersih, tempat tidur dan selimut yang hangat dan makanan enak yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setiap kali merasa lapar. Pernahkah kita mensyukuri nikmat tersebut? Potret seorang remaja berusia 13 tahun ini bisa membukakan mata sekaligus mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur. Selain harus menderita kelaparan setiap malam, diceritakan bahwa ia belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Sangat menyedihkan kehidupan yang ia jalani.Kisah hidup remaja yang tak diketahui identitasnya tersebut mulanya diceritakan oleh seorang netizen bernama Xu Jan Hao. Setelah berkenalan dengan remaja tersebut, Hao akhirnya diajak untuk berkunjung ke rumahnya. Disana, ia melihat keadaan rumahnya yang memprihatinkan. "Kita perlu belajar bagaimana merasa puas dengan kehidupan kita dan menghargai hal-hal yang kita miliki. Saya tahu mengapa dia menderita kelaparan, lihat saja keadaan rumahnya. Tidak ada gas di dapur, dan kompor masak juga telah rusak. Ayahnya orang Malaysia, tapi dia tidak punya uang untuk membuat Mykad," cerita Hao seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz, Sabtu (27-5). Hao membagikan kisah remaja tersebut dengan harapan agar ada orang lain yang bisa membantunya. "Saya membagikan ini karena saya ingin membantu mereka, dan saya harap kalian juga bisa membantu mereka. Kamu tidak perlu menyumbangkan uang saat ini, karena ayahnya belum memiliki rekening bank. Yang paling penting adalah dia bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Mari kita bantu mereka bersama," tambahnya. Mie Goreng Jawa Kisah remaja tersebut yang diunggah Ho ke laman Facebook kemudian viral dan mendapatkan respons dari netizen. Ada salah satu foto yang membuat netizen merasa terenyuh yakni saat remaja itu bisa tetap tersenyum gembira Mereka sangat bersimpati dan menawarkan untuk menyumbangkan kebutuhan sehari-hari, perabotan dan uang. "Kita perlu membersihkan rumahnya terlebih dahulu dan kemudian akan kita update langkah selanjutnya," kata Ho. salaminspirasi
Facebook, Memes, and Bank: Potret kehidupan bocah
 miskin ini ingatkan kita
 untuk selalu bersyukur
 la belum pernah merasakan bangku
 sekolah karena keluarganya sangat miskin.
 Ismarlina Mokodompit
Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita rasakan setiap hari. Rumah yang luas, pakaian bersih, tempat tidur dan selimut yang hangat dan makanan enak yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setiap kali merasa lapar. Pernahkah kita mensyukuri nikmat tersebut? Potret seorang remaja berusia 13 tahun ini bisa membukakan mata sekaligus mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur. Selain harus menderita kelaparan setiap malam, diceritakan bahwa ia belum pernah merasakan bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin. Sangat menyedihkan kehidupan yang ia jalani.Kisah hidup remaja yang tak diketahui identitasnya tersebut mulanya diceritakan oleh seorang netizen bernama Xu Jan Hao. Setelah berkenalan dengan remaja tersebut, Hao akhirnya diajak untuk berkunjung ke rumahnya. Disana, ia melihat keadaan rumahnya yang memprihatinkan. "Kita perlu belajar bagaimana merasa puas dengan kehidupan kita dan menghargai hal-hal yang kita miliki. Saya tahu mengapa dia menderita kelaparan, lihat saja keadaan rumahnya. Tidak ada gas di dapur, dan kompor masak juga telah rusak. Ayahnya orang Malaysia, tapi dia tidak punya uang untuk membuat Mykad," cerita Hao seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz, Sabtu (27-5). Hao membagikan kisah remaja tersebut dengan harapan agar ada orang lain yang bisa membantunya. "Saya membagikan ini karena saya ingin membantu mereka, dan saya harap kalian juga bisa membantu mereka. Kamu tidak perlu menyumbangkan uang saat ini, karena ayahnya belum memiliki rekening bank. Yang paling penting adalah dia bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Mari kita bantu mereka bersama," tambahnya. Mie Goreng Jawa Kisah remaja tersebut yang diunggah Ho ke laman Facebook kemudian viral dan mendapatkan respons dari netizen. Ada salah satu foto yang membuat netizen merasa terenyuh yakni saat remaja itu bisa tetap tersenyum gembira Mereka sangat bersimpati dan menawarkan untuk menyumbangkan kebutuhan sehari-hari, perabotan dan uang. "Kita perlu membersihkan rumahnya terlebih dahulu dan kemudian akan kita update langkah selanjutnya," kata Ho. salaminspirasi

Brilio.net - Hidup tercukupi dan segala kebutuhan hidup bisa terpenuhi membuat kita cenderung kurang menghargai hal sederhana yang kita rasa...

Memes, πŸ€–, and Url: Ini Bukan Acara 'Outbound' tapi Benar-benar Hidup Mereka kumparan Jurnalisme Foto Diterbitkan: 29/07/2017 10:23 13 URL DIGESER LIHAT FOTO SELANJUTNYA umparan Jurnalisme Foto Diterbitkan : 29-07-2017 10:23 LINEfacebooktwitterblackberrywhatsappKEEPCOPY13 Beberapa pelajar siswa berada di tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin dibantu personil Kodim 1412 Kolaka saat hendak ke sekolah dari Desa Maroko ke Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Pelajar di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk pergi ke sekolah mereka. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. Warga bersama sepeda motornya berada di tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin antara Desa Maroko dengan Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Warga di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk ke rumah dan ke kebunnya. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. Beberapa pelajar menyeberang dengan tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin, Desa Maroko ke Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Warga di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk ke rumah dan ke kebunnya. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. salaminspirasi Semoga pemerintah pusat dan pemerintah setempat membangun jembatan. Gak kebayang kalau tali putus ya ampun nyawa orang. Pasti berbahaya bgt. Bantu share guys @tnbgpedulisesama @thenewbikingregetanofficial
Memes, πŸ€–, and Url: Ini Bukan Acara 'Outbound'
 tapi Benar-benar Hidup
 Mereka
 kumparan Jurnalisme Foto
 Diterbitkan: 29/07/2017 10:23
 13
 URL
DIGESER LIHAT FOTO SELANJUTNYA umparan Jurnalisme Foto Diterbitkan : 29-07-2017 10:23 LINEfacebooktwitterblackberrywhatsappKEEPCOPY13 Beberapa pelajar siswa berada di tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin dibantu personil Kodim 1412 Kolaka saat hendak ke sekolah dari Desa Maroko ke Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Pelajar di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk pergi ke sekolah mereka. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. Warga bersama sepeda motornya berada di tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin antara Desa Maroko dengan Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Warga di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk ke rumah dan ke kebunnya. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. Beberapa pelajar menyeberang dengan tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin, Desa Maroko ke Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28-7). Warga di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk ke rumah dan ke kebunnya. ANTARA FOTO-Jojon-pd-17. salaminspirasi Semoga pemerintah pusat dan pemerintah setempat membangun jembatan. Gak kebayang kalau tali putus ya ampun nyawa orang. Pasti berbahaya bgt. Bantu share guys @tnbgpedulisesama @thenewbikingregetanofficial

DIGESER LIHAT FOTO SELANJUTNYA umparan Jurnalisme Foto Diterbitkan : 29-07-2017 10:23 LINEfacebooktwitterblackberrywhatsappKEEPCOPY13 Bebera...

Anaconda, Bailey Jay, and Memes: 05 Juli 2017 23:05 Kisah haru remaja banting tulang demi obati adiknya yang idap leukemia Sang kakak menolak untuk menyerah. Ismarlina Mokodompit Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang remaja yang banting tulang mengumpulkan uang untuk biaya perawatan adiknya ini.Remaja itu diketahui bernama Ma dan merupakan siswa SMA yang berasal dari sebuah desa miskin di provinsi Hubei, China. Kondisi keluarganya memprihatinkan dan hidup dalam keterbatasan. Keadaan keluarga Ma makin memburuk saat adik laki-laki Ma yang baru berusia 3 tahun didiagnosa menderita leukimia.Meskipun kondisi keluarganya memprihatinkan, Ma menolak untuk menyerah memperjuangkan sang adik. Jadi, ia memutuskan untuk giat belajar agar bisa menjadi seorang dokter dengan harapan kelak bisa mengobati sang adik."Aku harus masuk ke sekolah kedokteran, hanya dengan cara itu aku bisa mengobati adikku," katanya.Ma belajar dengan keras pada ujian akhirnya dan berhasil mendapatkan nilai 456. Sehari setelah menjalani ujian, Ma memutuskan untuk bekerja sebagai buruh bantu kedua orang tuanya juga bekerja sejak sebulan yang lalu. Sedangkan neneknya yang berusia 80 tahun tetap ada di rumah merawat sang adik yang sedang sakit.Ma mengaku rela melakukan apapun untuk mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan adiknya. Ia mengangkat batu bata, menyekop pasir dan melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan uang 100 Yuan atau sekitar Rp 200 ribu setiap harinya.Kisah hidupnya yang menyentuh ini dipublikasikan oleh media lokal dan jadi viral di dunia maya. Cerita tentang perjuangan Ma bahkan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. Selain itu tak sedikit masyarakat yang mengirimkan donasi untuk keluarga Ma.Hanya dalam waktu 24 jam, 600 ribu Yuan atau sekitar Rp 1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah ini cukup untuk membiayai operasi transplantasi sumsum tulang sang adik. Ma, yang saat itu sedang bekerja, menangis usai mengetahu kabar ini."Akhirnya, adikku bisa diselamatkan!" tambahnya .Salut untuk perjuangan Ma dan semoga adiknya bisa menjalani transplantasi sumsum tulang dengan selamat dan memenangkan pertarungan melawan leukemia. salaminspirasi
Anaconda, Bailey Jay, and Memes: 05 Juli 2017 23:05
 Kisah haru remaja banting
 tulang demi obati adiknya
 yang idap leukemia
 Sang kakak menolak untuk menyerah.
 Ismarlina Mokodompit
Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang remaja yang banting tulang mengumpulkan uang untuk biaya perawatan adiknya ini.Remaja itu diketahui bernama Ma dan merupakan siswa SMA yang berasal dari sebuah desa miskin di provinsi Hubei, China. Kondisi keluarganya memprihatinkan dan hidup dalam keterbatasan. Keadaan keluarga Ma makin memburuk saat adik laki-laki Ma yang baru berusia 3 tahun didiagnosa menderita leukimia.Meskipun kondisi keluarganya memprihatinkan, Ma menolak untuk menyerah memperjuangkan sang adik. Jadi, ia memutuskan untuk giat belajar agar bisa menjadi seorang dokter dengan harapan kelak bisa mengobati sang adik."Aku harus masuk ke sekolah kedokteran, hanya dengan cara itu aku bisa mengobati adikku," katanya.Ma belajar dengan keras pada ujian akhirnya dan berhasil mendapatkan nilai 456. Sehari setelah menjalani ujian, Ma memutuskan untuk bekerja sebagai buruh bantu kedua orang tuanya juga bekerja sejak sebulan yang lalu. Sedangkan neneknya yang berusia 80 tahun tetap ada di rumah merawat sang adik yang sedang sakit.Ma mengaku rela melakukan apapun untuk mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan adiknya. Ia mengangkat batu bata, menyekop pasir dan melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan uang 100 Yuan atau sekitar Rp 200 ribu setiap harinya.Kisah hidupnya yang menyentuh ini dipublikasikan oleh media lokal dan jadi viral di dunia maya. Cerita tentang perjuangan Ma bahkan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. Selain itu tak sedikit masyarakat yang mengirimkan donasi untuk keluarga Ma.Hanya dalam waktu 24 jam, 600 ribu Yuan atau sekitar Rp 1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah ini cukup untuk membiayai operasi transplantasi sumsum tulang sang adik. Ma, yang saat itu sedang bekerja, menangis usai mengetahu kabar ini."Akhirnya, adikku bisa diselamatkan!" tambahnya .Salut untuk perjuangan Ma dan semoga adiknya bisa menjalani transplantasi sumsum tulang dengan selamat dan memenangkan pertarungan melawan leukemia. salaminspirasi

Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya...