Was
Was

Was

Gara
Gara

Gara

Yang
Yang

Yang

episode
 episode

episode

ironically
ironically

ironically

aae
aae

aae

11 11
11 11

11 11

bung
bung

bung

bastards
bastards

bastards

gue
gue

gue

๐Ÿ”ฅ Popular | Latest

Memes, Sang, and Indonesia: Info fakta menarik dibalik berdirinya Patung Pancoran Sejarah Mitos Patung Pancoran merupakan salah satu monumen patung yang cukup populer di Jakarta. Ada 5 fakta menarik dari patung ini yaitu . 1. "Patung Pancoran" Bukanlah Nama Aslinya. . Kebanyakan warga Jakarta hanya mengenal monumen patung tersebut sebagai Patung Pancoran, padahal "Pancoran" hanyalah daerah tempat patung tersebut berdiri. Nama Patung Pancoran yang sebenarnya adalah Monumen Patung Dirgantara. . Dirgantara sendiri memiliki arti ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa (diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia) . 2. Bung Karno Rela Menjual Mobil Pribadinya Demi Membangun Patung Pancoran . Total biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat Patung Pancoran 12 juta rupiah. . Biaya awal pembangunan Patung Pancoran ditanggung oleh seniman yang pemahat patung tersebut yaitu Edhi Sunarso. Sedangkan pemerintah sendiri hanya mengeluarkan uang sebesar 5 juta rupiah. Edhi merasa tak sanggup untuk melanjutkan pembuatan Patung Pancoran, mengingat dirinya sudah dililit hutang untuk pekerjaan tersebut dan proyek pembuatan monumen yang dia kerjakan atas perintah Soekarno tidak menggunakan dokumen perintah resmi negara. Melihat kondisi tersebut Soekarno memanggil Edhi dan memberinya uang lebih dari 1 juta, yang merupakan hasil menjual mobil . 3. Bung Karno adalah Model Patung Pancoran . Bung Karno sang penggagas Patung Pancoran (Patung Dirgantara) berkali-kali mencontohkan dengan tubuhnya, bagaimana seharusnya Monumen Patung Dirgantara berdiri kepada Edhi. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan. . 4. Sang Seniman Melihat Mobil Jenazah Bung Karno dari Puncak Patung Pancoran . Pagi hari, di hari Minggu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970. Edhi sedang berada di Puncak Patung Pancoran untuk mengerjakan pembuatan Patung Pancoran. Saat melihat ke bawah, Edi melihat iring-iringan mobil jenazah. Seorang pekerja yang ada di bawah memberitahu Edhi, kalau mobil jenazah yang baru lewat merupakan iring-iringan mobil jenazah Bung Karno. Mendengar hal tersebut Edhi langsung turun dari puncak Patung Pacoran dengan rasa sedih, dan pergi ke Blitar untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang presiden.

Patung Pancoran merupakan salah satu monumen patung yang cukup populer di Jakarta. Ada 5 fakta menarik dari patung ini yaitu . 1. "Patung Pa...

Future, God, and Mahatma Gandhi: defines mystic talent as 'God-given' by Kathy Streed when she was seven. Internationally Mrs. Dixon says she has heard known prophet- the voices of Christ and angels ess Jeane Dixon, in an appear- in her revelations. Her foresight ance Sept. 12 at Morris Civic of John F. Kennedy's assassina- Auditorium, spoke of her extra tion was a revelation. sensory perceptions, the world's future, and man's Telepathy describes the vibra- earth. purpose on tion and thoughts Mrs. Dixon Mrs. Dixon, a Washington D.c. receives from men. Through real estate broker whose prop telepathy, she knew of Martin ecies brought her national Luther King's and Robert F attention in the 50's, Kennedy's impending assassina peace will come to the world in tions Through telepathy, Mrs. Dixon the year 2000, but will be pre- ceded by "great trouble" in 1998 has decided that the majority of Americans consider today's most 99. She says, Peace will be ours serious concerns to be economic by divine intervention." A deeply religious woman, Mrs. well-being, war, and politics. Dixon advises all men to usethe "This talent is not something talents the bes push Hetika eane Dixon Meramalkan Kejatuhan Bung Karno ALIENDoD Pada masanya, Amerika Serikat pernah mempunyai seorang peramal yang sangat tersohor bernama Jeane Dixon. Ramalannya paling terkenal adalah soal kematian John F. Kennedy yang ia ungkapkan pada 22 November 1963. Bukan cuma sekali ini ramalannya tentang orang-orang terkemuka terbukti. Jeane Dixon juga meramalkan kejatuhan Bung Karno menjelang 1966. Tahun 1952 ia juga meramalkan bahwa presiden AS yang terpilih tahun 1960, seorang Demokrat, akan tewas akibat kekerasan. Ramalannya itu dimuat dalam majalah Parade 13 Mei 1956. Namun ketika pemilihan presiden 1960 makin dekat, ia malah meramalkan Richard Nixon dari Partai Republik-lah yang akan menang dan ramalan ini meleset la juga meramalkan AS akan mengalami bentrokan rasial dan baru akan aman tahun 1980. Akhir tahun 1956 Jeane diwawancara di muka umum. Seorang wartawan bertanya, bagaimana nasib Jawaharlal Nehru, tokoh kemerdekaan India dan tokoh dunia waktu itu, yang sudah menjadi perdana menteri sejak 1947?. Jawaharlal Nehru akan digantikan oleh orang yang namanya dimulai huruf S Jeane menjawab bahwa, kira-kira tujuh tahun lagi. Tanggal 27 Mei 1964, Nehru ayah Indira Gandhi dan kakek Rajiv Gandhi yang kedua duanya kelak menjadi PM India akan meninggal. Parlemen India memilih Lai Bahadur Shastri sebagai penggantinya. Jeane juga meramalkan pembunuhan atas Mahatma Gandhi, Senator Robert F. Kennedy, kematian Marilyn Monroe akibat bunuh diri, dan pesawat udara yang ditumpangi sekretaris jenderal PBB waktu itu, Dag Hammarskjold, akan jatuh. Ramalan ini terbukti Akhir tahun 1965, Jeane Dixon meramalkan Presiden Sukarno akan "turun takhta" sebelum akhir tahun 1966 dan Partai Komunis Indonesia akan kehilangan pegangan. Kejadian itu sebenarnya sudah bisa diduga banyak orang, juga oleh bukan cenayang. Soalnya ketika itu Presiden Soekarno sudah kehilangan pamornya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) sudah turun ke jalan. Sumber: http:-intisari.grid.id

ALIENDoD Pada masanya, Amerika Serikat pernah mempunyai seorang peramal yang sangat tersohor bernama Jeane Dixon. Ramalannya paling terkenal...

Anaconda, Memes, and History: OS History Bang Pei adalah mantan bospreman di Pasar Senen yang diangkat menjadi mentri keamanan pada masa Presiden Soekarno Di era 1950, kawasan Senen identik dengan nama Imam Syafei alias Bang Peโ€™i, lelaki asli Betawi kelahiran 1923. Sosok Bang Peโ€™i pada zamannya amat disegani baik oleh kalangan preman, tokoh masyarakat, dan aparat kemanan, termasuk tentara Belanda. Dalam beberapa literatur disebutkan, Bang Peโ€™i dikenal sebagai jawara Senen yang mengendalikan keamanan di daerah tersebut. Sejak kecil ia sudah bergaul dengan kehidupan keras di Jakarta dan harus banting tulang mencari uang untuk ibu dan adik-adiknya karena ayahnya telah meninggal dunia. Di usia belasan tahun, ia mampu mengkoordinir preman, copet dan begundal di daerah Senen. Bang Peโ€™i mengutip uang iuran kepada para pedagang kelontong, asongan, tukang becak dan lainnya. Uang itu dikumpulkan dan diberikan kepada preman-preman supaya tak membuat onar. Nama Bang Peโ€™i terkenal sebagai tokoh preman yang ditakuti sebagai penguasa Senen. Konon ia pernah membunuh lawannya bernama Muhayar hingga Bang Peโ€™i makin ditakuti. Di sisi lain, Bang Peโ€™i dikenal sangat anti Belanda, juga membenci serdadu Jepang. Dia ikut berjuang melawan Belanda hingga sampai daerah Karawang. Pada tahun 1946 Bang Peโ€™i yang buta huruf bergabung menjadi anggota tentara. Ia bahkan membentu laskar perjuangan dengan anggota mantan pencopet dan pencuri. Setelah perang kemerdekaan, terjadi reorganisasi di TNI dimana anggota yang buta huruf diberhentikan. Tapi tidak dengan Bang Peโ€™i yang sudah mencapai pangkat kapten, ia tetap tentara. Anak buah Bang Peโ€™i di laskar perjuangan akhirnya ditampung di satu wadah organisasi. Bang Peri membentuk kelompok atau geng bernama Cobra. Geng inilah yang menguasai daerah Senen dan sangat ditakuti. Sosok Bang Paโ€™i yang mantan preman menjadi simbol keamanan wilayah Senen karena ia bisa mengendalikan para preman. Bang Peโ€™i yang berhasil meraih pangkat Letkol, mencapai puncak kariernya ketika ia masuk dalam kabinet 100 menteri di era Bung Karno. Bang Peโ€™i ditunjuk menjadi Menteri Urusan Kemanan. Tapi pergolakan politik saat itu membuat hidup Bang Peโ€™i berakhir menyedihkan. Source: poskotanews.com

Di era 1950, kawasan Senen identik dengan nama Imam Syafei alias Bang Peโ€™i, lelaki asli Betawi kelahiran 1923. Sosok Bang Peโ€™i pada zamannya...

Memes, Orange, and April: Usaha Pembunuhan Soekarno HUMANDoD Sejak 1950-1965 telah terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno, yaitu: 1. Penggranatan di Cikini. Terjadi pada tanggal 30 November 1957, di Cikini, dimana pada saat itu Bung Karno menghadiri peringatan ulang tahun Yayasan Perguruan Cikini. Guntur & Megawati adalah murid SD Yayasan Perguruan Cikini. Bung Karno sempat meninjau berkeliling sekitar 25 menit & ketika pulang tiba-tiba terdengar ledakan hebat, yang ternyata adalah ledakan granat yang dilempar dari sekitar sekolah tetapi meleset. Para pelakunya Juyuf Ismail, Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar berhasil dibekuk dan di hadapkan ke pengadilan militer. Mereka di jatuhi hukuman mati pada 28 April 1958. 2. Penembakan dengan Pesawat MIG-17 ke Istana Negara. Pada tanggal 9 Maret 1960, Bung Karno sedang berada di Istana Merdeka. Sebuah pesawat terbang MIG 15 terbang rendah & meluncurkan roket tepat mengenai Istana Merdeka. Namun, Letnan Penerbang Maukar, pilot pesawat itu mendaratkan pesawatnya di persawahan daerah garut karena kehabisan bahan bakar 3. Usaha penembakan dalam acara Idhul Adha. Pada tanggal 14 Mei 1962, Bung Karno hendak melaksanakan Sholat Idul Adha dengan mengambil tempat di lapangan rumput antara Istana Merdeka & Istana Negara, tiba-tiba terdengar tembakan pistol bertubi-tubi diarahkan kepada Bung Karno dari jarak 4 shaf dibelakangnya Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bung Karno yang dibidiknya ada 2 orang dan menjadi bingunglah ia hendak menembak yang mana. Tembakannya meleset tidak mengenai Bung Karno yang menjadi sasaran, sebaliknya menyerempet bahu Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang mengimami shalat. 4. Serangan mortar dari gerombolan Kahar Muzakar. Di jalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai menuju kota. Peluru mortar diarahkan untuk mengenai kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. 5. Pelemparan granat di Makassar. Bung Karno dilempar granat pada malam hari di Jalan Cenderawasih, saat Bung Karno dalam perjalanan menuju Gedung Olahraga Mattoangin untuk menghadiri suatu acara, tetapi juga meleset. Usaha Pembunuhan Soekarno Sumber: www.munsypedia.com

HUMANDoD Sejak 1950-1965 telah terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno, yaitu: 1. Penggranatan di Cikini. Terjadi pad...