🔥 Popular | Latest

[Colorized] During WWI on Christmas Eve, the sounds of rifles firing and shells exploding began to fade away as soldiers began to declare their own unofficial truce. ⁣ ⁣ The country’s participating in the war refused to create any sort of official cease fire, so the soldiers took it into their own hands. Starting on Christmas Eve, British and German troops sang Christmas carols to each other across the lines. On Christmas Day, German soldiers began to emerge from their trenches and approach Allied lines across no-man’s-land, calling out “Merry Christmas” in their enemy’s native tongues. ⁣ ⁣ At first the Allied soldiers feared it was a trick, but seeing the German soldiers unarmed, they also began to emerge from their trenches and began shaking hands with German soldiers and even exchanging gifts like cigarettes and plum pudding. ⁣ ⁣ This Christmas Truce was unfortunately the last of it’s kind. Future cease fire attempts were stopped by officers with threats of disciplinary action.: Christmas in the trenches, 1914 [Colorized] During WWI on Christmas Eve, the sounds of rifles firing and shells exploding began to fade away as soldiers began to declare their own unofficial truce. ⁣ ⁣ The country’s participating in the war refused to create any sort of official cease fire, so the soldiers took it into their own hands. Starting on Christmas Eve, British and German troops sang Christmas carols to each other across the lines. On Christmas Day, German soldiers began to emerge from their trenches and approach Allied lines across no-man’s-land, calling out “Merry Christmas” in their enemy’s native tongues. ⁣ ⁣ At first the Allied soldiers feared it was a trick, but seeing the German soldiers unarmed, they also began to emerge from their trenches and began shaking hands with German soldiers and even exchanging gifts like cigarettes and plum pudding. ⁣ ⁣ This Christmas Truce was unfortunately the last of it’s kind. Future cease fire attempts were stopped by officers with threats of disciplinary action.

[Colorized] During WWI on Christmas Eve, the sounds of rifles firing and shells exploding began to fade away as soldiers began to declare...

Save
Brilio.net - Keajaiban bisa terjadi dalam hidup setian insan di dunia. Seperti kisah yang dialami oleh bayi yang lahir selamat dari seorang ibu di Provinsi Nueva Ecija, Filipina. Dikutip brilio.net dari Viral4real, Senin (26-12), dalam cerita yang diunggah oleh akun Facebook Coco Marvin, sang ibu awalnya dilarikan ke rumah sakit setelah berada di ruang kerja sejak sehari sebelumnya. Staf rumah sakit terkejut menemukan kepala bayi sudah terlihat setengah dan terjebak dalam 'lubang kelahiran' ibunya. Tak menunggu waktu lama, tim medis segera memberikan penanganan terhadap sang ibu dan bayinya. Namun rupanya tim medis masih harus menghadapi masalah lain. Bayi itu tidak responsif alias tidak menangis begitu dilahirkan dan tampaknya susah bernapas. Sang ibu menangis saat menyadari ada sesuatu yang tak beres dengan buah hatinya.Dokter yang bertanggung jawab, Marie Jo meminta sang ibu untuk tidak menangis namun sebaiknya berdoa. Selama beberapa menit, Marie beserta timnya, Minerva dan Carol bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa bayi. Mereka tidak memotong tali pusar ketika mencoba untuk menyadarkan si kecil supaya ia tidak kehilangan banyak darah dan tetap menerima asupan oksigen melalui ibunya.Setelah susah payah, para dokter lega mendengar bayi itu akhirnya menjerit kecil kemudian menangis. Tangisan tersebut menandakan bahwa ia masih hidup dan sehat. Sungguh momen menegangkan dan haru biru salaminspirasi Perjuangan seorang ibu: Usaha dokter selamatkan bayi ini bikin tegang dan air mata menetes Kepala bayi sudah terlihat setengah dan terjebak dalam 'lubang kelahiran' ibunya. Ismarlina Mokodompit Brilio.net - Keajaiban bisa terjadi dalam hidup setian insan di dunia. Seperti kisah yang dialami oleh bayi yang lahir selamat dari seorang ibu di Provinsi Nueva Ecija, Filipina. Dikutip brilio.net dari Viral4real, Senin (26-12), dalam cerita yang diunggah oleh akun Facebook Coco Marvin, sang ibu awalnya dilarikan ke rumah sakit setelah berada di ruang kerja sejak sehari sebelumnya. Staf rumah sakit terkejut menemukan kepala bayi sudah terlihat setengah dan terjebak dalam 'lubang kelahiran' ibunya. Tak menunggu waktu lama, tim medis segera memberikan penanganan terhadap sang ibu dan bayinya. Namun rupanya tim medis masih harus menghadapi masalah lain. Bayi itu tidak responsif alias tidak menangis begitu dilahirkan dan tampaknya susah bernapas. Sang ibu menangis saat menyadari ada sesuatu yang tak beres dengan buah hatinya.Dokter yang bertanggung jawab, Marie Jo meminta sang ibu untuk tidak menangis namun sebaiknya berdoa. Selama beberapa menit, Marie beserta timnya, Minerva dan Carol bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa bayi. Mereka tidak memotong tali pusar ketika mencoba untuk menyadarkan si kecil supaya ia tidak kehilangan banyak darah dan tetap menerima asupan oksigen melalui ibunya.Setelah susah payah, para dokter lega mendengar bayi itu akhirnya menjerit kecil kemudian menangis. Tangisan tersebut menandakan bahwa ia masih hidup dan sehat. Sungguh momen menegangkan dan haru biru salaminspirasi Perjuangan seorang ibu

Brilio.net - Keajaiban bisa terjadi dalam hidup setian insan di dunia. Seperti kisah yang dialami oleh bayi yang lahir selamat dari seora...

Save