🔥 Popular | Latest

GODDoD 1. Sebut Tuhan Bodoh. Jumat (26-6-2018) secara terbuka Duterte menghina Tuhan. Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi nasional Filipina, Duterte menyinggung kenapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa hanya untuk membiarkan mereka menyerah pada godaan iblis. "Siapa Tuhan yang bodoh ini? Si kurang ajar ini, benar-benar bodoh," sebut Duterte seperti dikutip dari Asocciated Press. "Bagaimana kalian bisa merasionalisasi sesosok Tuhan? apakah kalian percaya?" sambung dia. Ucapan Duterte, direspons juru bicara kepresidenan, Harry Roque. Menurutnya, ucapan Duterte adalah opini pribadi. 2. Akui Tuhan Sebagai Musuhnya. Pada 28 Juli 2018 Duterte mengakui punya banyak musuh, salah satunya Tuhan. "Saya punya banyak musuh, termasuk pula Tuhan (itu musuh saya). Saya percaya Tuhan, tetapi seperti yang saya bilang Tuhan saya bukan seperti Tuhan kalian," ujar Duterte "Tuhan saya masuk akal, Tuhan kalian tidak. Ada pemisah antara gereja dan negara. Jadi kalian harus menghormati dengan cara tidak memohon kepada Tuhan," sambung dia. 3. Menyuruh Warga Filipina Tak Usah ke Gereja. Masih pada 2018, Duterte mendorong umat Katolik di Filipina tak usah pergi ke gereja. "Bangun kapel sendiri di rumahmu dan berdoa saja di sana," sebut Duterte seperti dikutip dari Rappler. "Kalian tak perlu ke gereja untuk memberikan uang kepada orang-orang idiot itu," sambung dia. Perkataan idiot yang dilontarkan Duterte ditujukan untuk pemuka agama Katolik di Filipina. Ia mengklaim uang saku dari pastur dan pendeta berasal dari sedekah para jemaat. 4. Siap Mundur dari Presiden Jika Tuhan Benar-benar Ada. Pada Juli 2018 Duterte menyebut ia siap mundur dari Presiden jika Tuhan itu ada. "Bila Dia (Tuhan) memang ada, saya akan mengundurkan diri dari kepresidenan malam ini juga," tutur Duterte. 5. Memerintahkan untuk Membunuh Pastor. Duterte pada akhir 2018 menyebut pastor di Filipina sebagai kelompok tak berguna dan pantas dibunuh. "Para pastor yang kalian miliki, bunuh mereka. Mereka itu tak ada gunanya dan bodoh, yang bisa mereka lakukan cuma mengkritik," sebut Duterte. Sumber: kumparan.com: D-O-D 5 Ucapan Presiden Duterte yang Menghina Tuhan dan Gereia GODDoD 1. Sebut Tuhan Bodoh. Jumat (26-6-2018) secara terbuka Duterte menghina Tuhan. Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi nasional Filipina, Duterte menyinggung kenapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa hanya untuk membiarkan mereka menyerah pada godaan iblis. "Siapa Tuhan yang bodoh ini? Si kurang ajar ini, benar-benar bodoh," sebut Duterte seperti dikutip dari Asocciated Press. "Bagaimana kalian bisa merasionalisasi sesosok Tuhan? apakah kalian percaya?" sambung dia. Ucapan Duterte, direspons juru bicara kepresidenan, Harry Roque. Menurutnya, ucapan Duterte adalah opini pribadi. 2. Akui Tuhan Sebagai Musuhnya. Pada 28 Juli 2018 Duterte mengakui punya banyak musuh, salah satunya Tuhan. "Saya punya banyak musuh, termasuk pula Tuhan (itu musuh saya). Saya percaya Tuhan, tetapi seperti yang saya bilang Tuhan saya bukan seperti Tuhan kalian," ujar Duterte "Tuhan saya masuk akal, Tuhan kalian tidak. Ada pemisah antara gereja dan negara. Jadi kalian harus menghormati dengan cara tidak memohon kepada Tuhan," sambung dia. 3. Menyuruh Warga Filipina Tak Usah ke Gereja. Masih pada 2018, Duterte mendorong umat Katolik di Filipina tak usah pergi ke gereja. "Bangun kapel sendiri di rumahmu dan berdoa saja di sana," sebut Duterte seperti dikutip dari Rappler. "Kalian tak perlu ke gereja untuk memberikan uang kepada orang-orang idiot itu," sambung dia. Perkataan idiot yang dilontarkan Duterte ditujukan untuk pemuka agama Katolik di Filipina. Ia mengklaim uang saku dari pastur dan pendeta berasal dari sedekah para jemaat. 4. Siap Mundur dari Presiden Jika Tuhan Benar-benar Ada. Pada Juli 2018 Duterte menyebut ia siap mundur dari Presiden jika Tuhan itu ada. "Bila Dia (Tuhan) memang ada, saya akan mengundurkan diri dari kepresidenan malam ini juga," tutur Duterte. 5. Memerintahkan untuk Membunuh Pastor. Duterte pada akhir 2018 menyebut pastor di Filipina sebagai kelompok tak berguna dan pantas dibunuh. "Para pastor yang kalian miliki, bunuh mereka. Mereka itu tak ada gunanya dan bodoh, yang bisa mereka lakukan cuma mengkritik," sebut Duterte. Sumber: kumparan.com

GODDoD 1. Sebut Tuhan Bodoh. Jumat (26-6-2018) secara terbuka Duterte menghina Tuhan. Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi nasi...

Save
HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara, beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di terapkan terhadap kejahatan Narkotika di setiap negara berbeda-beda. Namun di Filipina kejahatan narkoba akan mendapatkan ganjaran yang sangat berat, tidak tanggung-tanggung tembak di tempat terhadap pengedar dan juga bandar sering di lakukan di Filipina. Wajar saja karena Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan dari sindikat penjualan narkoba terbesar di Asia Tenggara. Dan angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 104,9 triliun. Adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menerapkan kebijakan perang terhadap narkoba, dalam sebulan terakhir sejak dia berkuasa setidaknya sudah 400 orang pengedar narkoba meregang nyawa. Dalam suatu pidatonya, Duterte menegaskan tentang kebijakannya untuk tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba, dan hal itu berlaku untuk semua kalangan termasuk para politisi. Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga kemudian mengajak warga sipil untuk membunuh para bandar dan pengedar obat-obat terlarang dan akan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang. Uniknya para eksekutor yang di tugaskan untuk membasmi para gembong narkoba tidak hanya dari kalangan penegak hukum saja, namun juga melibatkan masyarakat yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran. Beberapa waktu terakhir Presiden Duterte terus diserang oleh dunia internasional terkait kebijakannya yang sangat kontroversial tersebut. Namun Duterte seperti menutup telinga terhadap kecaman dan juga kritik yang di lontarkan dunia international. Bahkan Duterte juga menyatakan bahwa dia siap mempertimbangkan untuk melaksanakan kembali hukuman mati bagi bandar dan juga pengedar narkotika di Filipina. Sumber: http:-www.adasaja.net: DARK SIDE .0F DIMENSION Aksi Palinq Brutal Terhada Kejahatan Narkoba di Filipina HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara, beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di terapkan terhadap kejahatan Narkotika di setiap negara berbeda-beda. Namun di Filipina kejahatan narkoba akan mendapatkan ganjaran yang sangat berat, tidak tanggung-tanggung tembak di tempat terhadap pengedar dan juga bandar sering di lakukan di Filipina. Wajar saja karena Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan dari sindikat penjualan narkoba terbesar di Asia Tenggara. Dan angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 104,9 triliun. Adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menerapkan kebijakan perang terhadap narkoba, dalam sebulan terakhir sejak dia berkuasa setidaknya sudah 400 orang pengedar narkoba meregang nyawa. Dalam suatu pidatonya, Duterte menegaskan tentang kebijakannya untuk tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba, dan hal itu berlaku untuk semua kalangan termasuk para politisi. Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga kemudian mengajak warga sipil untuk membunuh para bandar dan pengedar obat-obat terlarang dan akan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang. Uniknya para eksekutor yang di tugaskan untuk membasmi para gembong narkoba tidak hanya dari kalangan penegak hukum saja, namun juga melibatkan masyarakat yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran. Beberapa waktu terakhir Presiden Duterte terus diserang oleh dunia internasional terkait kebijakannya yang sangat kontroversial tersebut. Namun Duterte seperti menutup telinga terhadap kecaman dan juga kritik yang di lontarkan dunia international. Bahkan Duterte juga menyatakan bahwa dia siap mempertimbangkan untuk melaksanakan kembali hukuman mati bagi bandar dan juga pengedar narkotika di Filipina. Sumber: http:-www.adasaja.net

HUMANDoD Narkoba merupakan suatu masalah yang cukup besar dan pelik di setiap negara, beragam kebijakan dan juga undang-undang yang di te...

Save
Double tap and tag a friend! ViewPreviousPost WATCH FULL VIDEO ON FACEBOOK! (Link in bio) SUBSCRIBE ON YOUTUBE! @conspiracyfiles Anonymous recently released a message warning of impending global war based on their observance of increased international tensions between allied countries and North Korea. But unlike past world wars... the battle is likely to be fierce, brutal and quick. It will also be globally devastating, both on environmental and economical levels.” Anonymous delivers this unnerving forecast because of the recent collective actions of China, North Korea, Japan and the U.S., which they say allude to the "real story." "China has reportedly told its citizens living in North Korea to waste no time returning home," the group says in reference to the unprecedented message the Chinese Embassy in North Korea recently issued. Additionally, they call attention to statements made by Japanese government officials a few weeks ago. "The Japanese have told its citizens they will likely only have a ten-minute warning of impending nuclear strike against, but to find shelter in the most solid building they can find." The group also insinuates that the U.S. has preemptively placed 1250 troops in Australia, which they call a "strategic location in the Indian Ocean", under the guise of "rotational deployment" in anticipation of impending conflict. President Trump's recent meeting with Filipino President Rodrigo Duterte, they say, is another preparatory action. “When President Trump starts reaching out to those like President Rodrigo Duterte of the Philippines to assure they are on the same page, one must start to wonder,” Anonymous says in the video. “However, even Duterte has advised the US to back away from Kim Jong Un.” (Comment your thoughts below👇🏼) @brantnanton ConspiracyFiles ConspiracyFiles2 Anonymous AnonymousWW3Warning WW3 CorruptGovernment WakeUpSheeple Sheeple CorporationSlayer Rothschild UncleSam UncleScam PopulationReduction Illuminati Killuminati Bilderberg NewWorldOrder ConspiracyFact Conspiracy ConspiracyTheory ConspiracyFact ConspiracyTheories ConspiracyFiles Follow back up page! @conspiracyfiles2: ANONYMOUS WARNIND FOLLOW @CONSPIRACYFILESC.Eide ube WORLD WAR3 Double tap and tag a friend! ViewPreviousPost WATCH FULL VIDEO ON FACEBOOK! (Link in bio) SUBSCRIBE ON YOUTUBE! @conspiracyfiles Anonymous recently released a message warning of impending global war based on their observance of increased international tensions between allied countries and North Korea. But unlike past world wars... the battle is likely to be fierce, brutal and quick. It will also be globally devastating, both on environmental and economical levels.” Anonymous delivers this unnerving forecast because of the recent collective actions of China, North Korea, Japan and the U.S., which they say allude to the "real story." "China has reportedly told its citizens living in North Korea to waste no time returning home," the group says in reference to the unprecedented message the Chinese Embassy in North Korea recently issued. Additionally, they call attention to statements made by Japanese government officials a few weeks ago. "The Japanese have told its citizens they will likely only have a ten-minute warning of impending nuclear strike against, but to find shelter in the most solid building they can find." The group also insinuates that the U.S. has preemptively placed 1250 troops in Australia, which they call a "strategic location in the Indian Ocean", under the guise of "rotational deployment" in anticipation of impending conflict. President Trump's recent meeting with Filipino President Rodrigo Duterte, they say, is another preparatory action. “When President Trump starts reaching out to those like President Rodrigo Duterte of the Philippines to assure they are on the same page, one must start to wonder,” Anonymous says in the video. “However, even Duterte has advised the US to back away from Kim Jong Un.” (Comment your thoughts below👇🏼) @brantnanton ConspiracyFiles ConspiracyFiles2 Anonymous AnonymousWW3Warning WW3 CorruptGovernment WakeUpSheeple Sheeple CorporationSlayer Rothschild UncleSam UncleScam PopulationReduction Illuminati Killuminati Bilderberg NewWorldOrder ConspiracyFact Conspiracy ConspiracyTheory ConspiracyFact ConspiracyTheories ConspiracyFiles Follow back up page! @conspiracyfiles2
Save
@Regrann from @connecting_consciousness - 🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment like clay etc below the surface, this builds and builds until it releases, boom bang bing, quakey quake. Smh not hard to engineer as you may think. ▪️ Do this under the ocean and you can create a tsunami. Like what happened to Haiti. ▪️ This is the stuff they come up with in deep underground bases wit bazillion dollar budgets. Let's raise awareness about this how bout??🤔 ▪️ The more people know, the higher our odds💪🏿💪🏽💪 - regrann: INTERESTING FACT BANGKo SENTRAL 2 DAYS AFTER PHILLIPINE PRESIDENT DUTERTE ANNOUNCED HE WOULD REMOVE ROTHSCHILD-OWNED CENTRAL BANKS FROM THE NATION ONNECTING A 7.2 EARTHQUAKE ROCKS THE COUNTRY. ONE WOULD THINK THIS WAS A COINCIDENCE IF THEY WEREN'T AWARE OF THE CAPABILITIES OF NEXRAD @Regrann from @connecting_consciousness - 🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment like clay etc below the surface, this builds and builds until it releases, boom bang bing, quakey quake. Smh not hard to engineer as you may think. ▪️ Do this under the ocean and you can create a tsunami. Like what happened to Haiti. ▪️ This is the stuff they come up with in deep underground bases wit bazillion dollar budgets. Let's raise awareness about this how bout??🤔 ▪️ The more people know, the higher our odds💪🏿💪🏽💪 - regrann

@Regrann from @connecting_consciousness - 🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment l...

Save
🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment like clay etc below the surface, this builds and builds until it releases, boom bang bing, quakey quake. Smh not hard to engineer as you may think. ▪️ Do this under the ocean and you can create a tsunami. Like what happened to Haiti. ▪️ This is the stuff they come up with in deep underground bases wit bazillion dollar budgets. Let's raise awareness about this how bout??🤔 ▪️ The more people know, the higher our odds💪🏿💪🏽💪: INTERESTING FACT BANGKO SENTRAL 2 DAYS AFTER PHILLIPINE PRESIDENT DUTERTE ANNOUNCED HE WOULD REMOVEROTHSCHILD-OWNED CENTRAL BANKS FROM THE NATION BAIGRCONNECTINGCONSCIOUSNESS A 7.2 EARTHQUAKE ROCKS THE COUNTRY. ONE WOULD THINK THIS WAS A COINCIDENCE IF THEY WEREN'T AWARE OF THE CAPABILITIES OF NEXRAD 🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment like clay etc below the surface, this builds and builds until it releases, boom bang bing, quakey quake. Smh not hard to engineer as you may think. ▪️ Do this under the ocean and you can create a tsunami. Like what happened to Haiti. ▪️ This is the stuff they come up with in deep underground bases wit bazillion dollar budgets. Let's raise awareness about this how bout??🤔 ▪️ The more people know, the higher our odds💪🏿💪🏽💪

🤔 Beam trillion watt directed energy weapons of extremely low MHz at soft pockets of sediment like clay etc below the surface, this build...

Save
PresidentDuterte has vowed to “eradicate all traces of Rothschild financial criminality” from the Philippines, announcing that he will no longer respond to pressure or financial blackmail from the US government or Rothschild-controlled global banking institutions. The president, who claims to have killed cartel bosses with his own hands, is not one to be bullied, and he has now set his sights on cleaning up the financial corruption in his country, promising to “drive them out like the scavengers they are.“ Before RodrigoDuterte assumed the office of president, the Philippines was suffering from the effects of IMF-World Bank-imposed austerity and privatization that exploited its people and resources. It was also one of Asia’s most corrupt and troubled nations. Though the Filipino people, through strong showings of popular resistance over a period of years, were able to curb some of the most rampant crony corruption, many of the shackles imposed by these Rothschild-controlled institutions remained. President Duterte rode into power campaigning on a ticket of major change, but unlike Western politicians who pay lip service to change before letting down their supporters, the Philippines president has delivered on his promises – in spades. During the election campaign Duterte urged the people to kill him if he failed to resolve crime and corruption in the country during the first six months of his term. Over one year into his term and he has delivered on his promises. He’s now famous for more than calling PresidentObama a “son of a whore” at a regional summit in Laos last year. Much to the Rothschild-controlled international community’s outrage, Duterte is shooting from the hip, and cleaning up his country. In 2016, after warning those involved in the narcotics trade that “it’s either you kill me or I kill you“, an astonishing 1,007,153 narcotics criminals surrended to government, and 73 government officials were arrested for involvement in the illegal drug trade.: President Duterte Kicks Rothschilds Out of Philippines APRIL 28, 2017 AT 7:20 AM Red Ice News DU30 PresidentDuterte has vowed to “eradicate all traces of Rothschild financial criminality” from the Philippines, announcing that he will no longer respond to pressure or financial blackmail from the US government or Rothschild-controlled global banking institutions. The president, who claims to have killed cartel bosses with his own hands, is not one to be bullied, and he has now set his sights on cleaning up the financial corruption in his country, promising to “drive them out like the scavengers they are.“ Before RodrigoDuterte assumed the office of president, the Philippines was suffering from the effects of IMF-World Bank-imposed austerity and privatization that exploited its people and resources. It was also one of Asia’s most corrupt and troubled nations. Though the Filipino people, through strong showings of popular resistance over a period of years, were able to curb some of the most rampant crony corruption, many of the shackles imposed by these Rothschild-controlled institutions remained. President Duterte rode into power campaigning on a ticket of major change, but unlike Western politicians who pay lip service to change before letting down their supporters, the Philippines president has delivered on his promises – in spades. During the election campaign Duterte urged the people to kill him if he failed to resolve crime and corruption in the country during the first six months of his term. Over one year into his term and he has delivered on his promises. He’s now famous for more than calling PresidentObama a “son of a whore” at a regional summit in Laos last year. Much to the Rothschild-controlled international community’s outrage, Duterte is shooting from the hip, and cleaning up his country. In 2016, after warning those involved in the narcotics trade that “it’s either you kill me or I kill you“, an astonishing 1,007,153 narcotics criminals surrended to government, and 73 government officials were arrested for involvement in the illegal drug trade.
Save
Rasisme tengah marak terjadi. Laporan Amnesty International tahun 2017, dunia sedang digelayuti kebencian dan diskriminasi berdasarkan agama, ras, jenis kelamin, dan orientasi seksual. Perang Suriah, pelarangan masuk imigran, dan terorisme adalah wujud nyata kebencian tersebut. Perubahan paling terlihat terjadi di Amerika Serikat sejak dimulainya pemerintahan Donald Trump. Kampanye yang penuh kebencian dan kebijakan yang diskriminatif memicu gaya politik serupa ke seluruh dunia. Berikutnya diikuti oleh Rodrigo Duterte di Filipina, Bassar al Assad di Suriah, dan politisi ultra kanan Uni Eropa dijadikan contoh oleh Amnesty untuk menggambarkan 2016 sebagai tahun yang kelam bagi kemanusiaan. Ditengah kalut pesimisme, sebuah kisah manis muncul. Kisah menyejukkan dihembuskan oleh dua sahabat kulit putih-kulit hitam berusia 5 tahun dari Kentucky, AS bernama Jax Rosebush dan Reddy Weldon. Lewat status Facebook, seorang ibu bernama Lydia Stith Rosebush menceritakan bagaimana putranya memilih gaya potong rambut menjadi viral di dunia maya. Di suatu pagi bocah Stith Rosebush melihat rambut putranya Jax sudah waktunya dipotong. Si ibu mengajak Jax untuk potong rambut saat akhir pekan. Jax menyambut permintaan ibunya setuju. Sebagai bocah, dia kemudian mengutarakan keinginan gaya seperti apa rambutnya kelak. Sebelumnya, Jack terlihat begitu tampan dengan gaya rambut mohawk. Momen potong rambut kali ini, Jax tidak meminta gaya macam-macam. Jax minta dipotong cepak. Jax bilang, dia ingin terlihat sama seperti sahabatnya di sekolah yang bernama Reddy Weldon, yang berambut plontos. Alasan Jax memotong pendek rambutnya sesederhana ingin mengerjai gurunya. Jax berpikir, jika dia potong rambut pendek, dia akan mirip seperti Reddy. "Dia (Jax) bercerita bahwa dia tidak sabar untuk masuk sekolah di hari Senin dengan rambut seperti Reddy agar bisa membuat gurunya kebingungan karena tidak bisa membedakan mereka berdua," tulis status yang diunggah 24 Februari 2017. kisah ini benar-benar mengharukan banyak orang. Saat ini status Lydia Stith Rosebush telah mendapat Likes sebanyak 221 ribu, dan dibagi oleh 105 ribu orang. Salaminspirasi: Hitamnya, Bocah di AS Minta Digundul kumparan Rabu, 08 Maret 2017-6:19 Rasisme tengah marak terjadi. Laporan Amnesty International tahun 2017, dunia sedang digelayuti kebencian dan diskriminasi berdasarkan agama, ras, jenis kelamin, dan orientasi seksual. Perang Suriah, pelarangan masuk imigran, dan terorisme adalah wujud nyata kebencian tersebut. Perubahan paling terlihat terjadi di Amerika Serikat sejak dimulainya pemerintahan Donald Trump. Kampanye yang penuh kebencian dan kebijakan yang diskriminatif memicu gaya politik serupa ke seluruh dunia. Berikutnya diikuti oleh Rodrigo Duterte di Filipina, Bassar al Assad di Suriah, dan politisi ultra kanan Uni Eropa dijadikan contoh oleh Amnesty untuk menggambarkan 2016 sebagai tahun yang kelam bagi kemanusiaan. Ditengah kalut pesimisme, sebuah kisah manis muncul. Kisah menyejukkan dihembuskan oleh dua sahabat kulit putih-kulit hitam berusia 5 tahun dari Kentucky, AS bernama Jax Rosebush dan Reddy Weldon. Lewat status Facebook, seorang ibu bernama Lydia Stith Rosebush menceritakan bagaimana putranya memilih gaya potong rambut menjadi viral di dunia maya. Di suatu pagi bocah Stith Rosebush melihat rambut putranya Jax sudah waktunya dipotong. Si ibu mengajak Jax untuk potong rambut saat akhir pekan. Jax menyambut permintaan ibunya setuju. Sebagai bocah, dia kemudian mengutarakan keinginan gaya seperti apa rambutnya kelak. Sebelumnya, Jack terlihat begitu tampan dengan gaya rambut mohawk. Momen potong rambut kali ini, Jax tidak meminta gaya macam-macam. Jax minta dipotong cepak. Jax bilang, dia ingin terlihat sama seperti sahabatnya di sekolah yang bernama Reddy Weldon, yang berambut plontos. Alasan Jax memotong pendek rambutnya sesederhana ingin mengerjai gurunya. Jax berpikir, jika dia potong rambut pendek, dia akan mirip seperti Reddy. "Dia (Jax) bercerita bahwa dia tidak sabar untuk masuk sekolah di hari Senin dengan rambut seperti Reddy agar bisa membuat gurunya kebingungan karena tidak bisa membedakan mereka berdua," tulis status yang diunggah 24 Februari 2017. kisah ini benar-benar mengharukan banyak orang. Saat ini status Lydia Stith Rosebush telah mendapat Likes sebanyak 221 ribu, dan dibagi oleh 105 ribu orang. Salaminspirasi

Rasisme tengah marak terjadi. Laporan Amnesty International tahun 2017, dunia sedang digelayuti kebencian dan diskriminasi berdasarkan ag...

Save