🔥 Popular | Latest

HUMANDoD 1. Belanda. Pada bulan April 2002, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan prkatik suntik mati dan asistensi bunuh diri. Satu aturan ketat yang harus ditaati: pemohon bunuh diri haruslah orang yang menderita sakit tak tertahankan, sakit yang tidak bisa disembuhkan dan permintaan harus dibuat oleh pasien dalam kesadaran penuh.bDalam praktik ini, pasien dengan harapan hidup dua minggu atau kurang akan dibuat koma dengan sengaja lalu semua alat bantu dan nutrisinya akan ditarik. 2. Perancis. Euthanasia dan asistensi bunuh diri masih bertentangan dengan hukum, meski presiden Francois Hollande dulu berjanji untuk memikirkan pentingnya hak mati. Tapi hukum Leonetti tahun 2005 memperkenalkan konsep hak untuk dibiarkan mati. Dalam kondisi pasien yang terburuk, dokter bisa memutuskan untuk membatasi atau menghentikan pengobatan. Bisa juga menggunakan obat untuk mempersingkat hidup karena kondisi pasien yang tak mungkin disembuhkan. 3. Amerika Serikat. Ada lima negara bagian Amerika Serikat yang mengizinkan dokter meresepkan dosis obat yang mematikan bagi pasien yang sakit parah. Oregon, Washington DC, Vermont, Montana dan New Mexico telah melegalkan praktik tersebut. Lada tahun 2013, sekiar 230 meninggal karena mengonsumsi obat yang mematikan itu. 4&5. Jerman dan Swiss Di Jerman dan Swiss, asistensi bunuh diri yang dibantu oleh dokter adalah kegiatan ilegal. Namun dalam keadaan tertentu, asistensi bunuh diri masih diperbolehkan. Di Jerman, pasien yang meminum obat mematikan tidak boleh dibantu siapa pun dan tidak boleh ada yang membimbing. Aturan di Swiss lebih longgar. Orang yang ingin melakukan asistensi bunuh diri diperbolehkan selama ada motif yang kuat. Bahkan Swiss memiliki organisasi asistensi bunuh diri seperti Dignitas dan Exit yang menyediakan layanan bantuan mati dengan biaya tertentu. 6. Belgia. Belgia mengesahkan undang-undang yang melegalkan suntik mati pada tahun 2002. Dokter dapat membantu pasien untuk mengakhiri hidup mereka dengan permintaan pasien. Ini hanya bisa dilakukan pada pasien dengan kondisi sakit yang tak tertahankan dan mustahil sembuh. Bagaimana, tertarik mencoba? Sumber: suar.id: 6 Negara Ini Mengizinkan Warganya untuk Bunuh Diri atau Disuntik Mati HUMANDoD 1. Belanda. Pada bulan April 2002, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan prkatik suntik mati dan asistensi bunuh diri. Satu aturan ketat yang harus ditaati: pemohon bunuh diri haruslah orang yang menderita sakit tak tertahankan, sakit yang tidak bisa disembuhkan dan permintaan harus dibuat oleh pasien dalam kesadaran penuh.bDalam praktik ini, pasien dengan harapan hidup dua minggu atau kurang akan dibuat koma dengan sengaja lalu semua alat bantu dan nutrisinya akan ditarik. 2. Perancis. Euthanasia dan asistensi bunuh diri masih bertentangan dengan hukum, meski presiden Francois Hollande dulu berjanji untuk memikirkan pentingnya hak mati. Tapi hukum Leonetti tahun 2005 memperkenalkan konsep hak untuk dibiarkan mati. Dalam kondisi pasien yang terburuk, dokter bisa memutuskan untuk membatasi atau menghentikan pengobatan. Bisa juga menggunakan obat untuk mempersingkat hidup karena kondisi pasien yang tak mungkin disembuhkan. 3. Amerika Serikat. Ada lima negara bagian Amerika Serikat yang mengizinkan dokter meresepkan dosis obat yang mematikan bagi pasien yang sakit parah. Oregon, Washington DC, Vermont, Montana dan New Mexico telah melegalkan praktik tersebut. Lada tahun 2013, sekiar 230 meninggal karena mengonsumsi obat yang mematikan itu. 4&5. Jerman dan Swiss Di Jerman dan Swiss, asistensi bunuh diri yang dibantu oleh dokter adalah kegiatan ilegal. Namun dalam keadaan tertentu, asistensi bunuh diri masih diperbolehkan. Di Jerman, pasien yang meminum obat mematikan tidak boleh dibantu siapa pun dan tidak boleh ada yang membimbing. Aturan di Swiss lebih longgar. Orang yang ingin melakukan asistensi bunuh diri diperbolehkan selama ada motif yang kuat. Bahkan Swiss memiliki organisasi asistensi bunuh diri seperti Dignitas dan Exit yang menyediakan layanan bantuan mati dengan biaya tertentu. 6. Belgia. Belgia mengesahkan undang-undang yang melegalkan suntik mati pada tahun 2002. Dokter dapat membantu pasien untuk mengakhiri hidup mereka dengan permintaan pasien. Ini hanya bisa dilakukan pada pasien dengan kondisi sakit yang tak tertahankan dan mustahil sembuh. Bagaimana, tertarik mencoba? Sumber: suar.id

HUMANDoD 1. Belanda. Pada bulan April 2002, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan prkatik suntik mati dan asistensi bunuh diri....

Save
HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu diciptakan setelah gennya diedit, sehingga menjadi berpenyakit. Sekarang mereka telah menunjukkan tanda-tanda depresi, kurang tidur dan perilaku seperti skizofrenia. Menurut para ahli, percobaan itu dapat memungkinkan tim untuk menguji obat yang nantinya dapat digunakan pada manusia dengan kondisi neurologis. Namun kondisi kelima hewan itu telah memicu kekhawatiran. Dr Julia Baines, dari kelompok kampanye PETA UK, mengatakan bahwa "secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita." Namun para ahli membela penelitian mereka dengan mengatakan hewan kloning yang direkayasa menjadi sakit akan memungkinkan jumlah primata yang digunakan di laboratorium berkurang secara signifikan. "Lini penelitian ini akan membantu mengurangi jumlah MONYETTTT yang saat ini digunakan dalam penelitian biomedis di seluruh dunia," kata Poo Mu-Ming, penulis penelitian. "Tanpa campur tangan latar belakang genetik, jumlah MONYETTTT kloning yang jauh lebih kecil yang membawa penyakit mungkin cukup untuk tes praklinis," Sementara itu, Sun Qiang, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa menggunakan MONYETTTT kloning untuk penelitian medis dapat meningkatkan kecepatan pengembangan obat. Pada Januari 2018 dua MONYETTTT yang berbeda menjadi primata pertama yang dikloning, suatu perkembangan yang diklaim dapat membuka pintu untuk kloning manusia. Sumber: rakyatku.com: llmuwan China yang Ciptakan Monyet Kloning, ikecam HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu diciptakan setelah gennya diedit, sehingga menjadi berpenyakit. Sekarang mereka telah menunjukkan tanda-tanda depresi, kurang tidur dan perilaku seperti skizofrenia. Menurut para ahli, percobaan itu dapat memungkinkan tim untuk menguji obat yang nantinya dapat digunakan pada manusia dengan kondisi neurologis. Namun kondisi kelima hewan itu telah memicu kekhawatiran. Dr Julia Baines, dari kelompok kampanye PETA UK, mengatakan bahwa "secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita." Namun para ahli membela penelitian mereka dengan mengatakan hewan kloning yang direkayasa menjadi sakit akan memungkinkan jumlah primata yang digunakan di laboratorium berkurang secara signifikan. "Lini penelitian ini akan membantu mengurangi jumlah MONYETTTT yang saat ini digunakan dalam penelitian biomedis di seluruh dunia," kata Poo Mu-Ming, penulis penelitian. "Tanpa campur tangan latar belakang genetik, jumlah MONYETTTT kloning yang jauh lebih kecil yang membawa penyakit mungkin cukup untuk tes praklinis," Sementara itu, Sun Qiang, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa menggunakan MONYETTTT kloning untuk penelitian medis dapat meningkatkan kecepatan pengembangan obat. Pada Januari 2018 dua MONYETTTT yang berbeda menjadi primata pertama yang dikloning, suatu perkembangan yang diklaim dapat membuka pintu untuk kloning manusia. Sumber: rakyatku.com

HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT it...

Save
HUMANDoD Tepat lewat tengah malam pada 15 April 1912, dua kapal layar melihat sinyal darurat dari Titanic, yang terancam tenggelam setelah menabrak gunung es di bagian utara samudera Atlantik. Titanic tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling tragis di dunia. Kisahnya bahkan diangkat dalam film yang laku keras di pasaran. Setiap korban Titanic punya cerita masing-masing. Sejumlah kisah ini dianggap menjadi bukti betapa mengerikannya kecelakaan kapal itu. Berikut lima kisahnya. 1. Sisa Sepatu Jenazah. Pada tahun 2004, mengemuka sebuah foto sepasang sepatu yang tergeletak di dasar laut di lokasi tenggelamnya Titanic. Pada peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic, foto itu dirilis ke publik. Sepatu itu begitu berdekatan sehingga ahli menyebut tubuh jenazah telah habis dan menyisakan sepatunya saja. Peneliti menyebut, satu-satunya hal yang tersisa dari penumpang yang tidak selamat adalah pakaian yang mereka kenakan dan barang-barang pribadi, terutama sepatu. 2. Kapal Terbelah Dua. Ketika sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Robert Ballard akhirnya menemukan bangkai kapal pada tahun 1985, hal pertama yang dicari adalah pemberitaan bahwa kapal terbelah dua. Setelah 73 tahun tenggelam, itu semua akhirnya terjawab. Kapal itu ditemukan dalam dua bagian. 3. Kunci yang Diklaim Bisa Selamatkan Titanic. Pada tahun 2007, 95 tahun setelah tenggelam, ada sebuah kunci yang disiapkan dalam acara pelelangan. Penampakannya biasa saja, tak terlihat ada yang khusus. Namun, kunci ini diklaim sebagai benda yang sebenarnya bisa menyelamatkan Titanic dari kecelakaan. Itu adalah kunci dari sebuah loker yang menyimpan teropong alat yang berpotensi menyelamatkan Titanic. Teropong sangat penting dalam mendeteksi ancaman bagi pelaut pada hari itu. Petugas pemegang kunci, David Blair, telah dihapus dari daftar kru sebelum Titanic berlayar. Sehingga tak jelas siapa sebenarnya yang bertugas memegang kunci itu. Apabila loker itu lebih cepat dibuka dan teropong digunakan, maka kemungkinan kecelakaan lebih kecil. 4. Biola dan Kisah Cinta. Wallace Hartley memimpin orkestra yang terdiri dari 8 musisi. Next🔻: 5 Bukti Bahwa Tragedi Tenggelamnya Titanic Sangat Mengerikan HUMANDoD Tepat lewat tengah malam pada 15 April 1912, dua kapal layar melihat sinyal darurat dari Titanic, yang terancam tenggelam setelah menabrak gunung es di bagian utara samudera Atlantik. Titanic tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling tragis di dunia. Kisahnya bahkan diangkat dalam film yang laku keras di pasaran. Setiap korban Titanic punya cerita masing-masing. Sejumlah kisah ini dianggap menjadi bukti betapa mengerikannya kecelakaan kapal itu. Berikut lima kisahnya. 1. Sisa Sepatu Jenazah. Pada tahun 2004, mengemuka sebuah foto sepasang sepatu yang tergeletak di dasar laut di lokasi tenggelamnya Titanic. Pada peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic, foto itu dirilis ke publik. Sepatu itu begitu berdekatan sehingga ahli menyebut tubuh jenazah telah habis dan menyisakan sepatunya saja. Peneliti menyebut, satu-satunya hal yang tersisa dari penumpang yang tidak selamat adalah pakaian yang mereka kenakan dan barang-barang pribadi, terutama sepatu. 2. Kapal Terbelah Dua. Ketika sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Robert Ballard akhirnya menemukan bangkai kapal pada tahun 1985, hal pertama yang dicari adalah pemberitaan bahwa kapal terbelah dua. Setelah 73 tahun tenggelam, itu semua akhirnya terjawab. Kapal itu ditemukan dalam dua bagian. 3. Kunci yang Diklaim Bisa Selamatkan Titanic. Pada tahun 2007, 95 tahun setelah tenggelam, ada sebuah kunci yang disiapkan dalam acara pelelangan. Penampakannya biasa saja, tak terlihat ada yang khusus. Namun, kunci ini diklaim sebagai benda yang sebenarnya bisa menyelamatkan Titanic dari kecelakaan. Itu adalah kunci dari sebuah loker yang menyimpan teropong alat yang berpotensi menyelamatkan Titanic. Teropong sangat penting dalam mendeteksi ancaman bagi pelaut pada hari itu. Petugas pemegang kunci, David Blair, telah dihapus dari daftar kru sebelum Titanic berlayar. Sehingga tak jelas siapa sebenarnya yang bertugas memegang kunci itu. Apabila loker itu lebih cepat dibuka dan teropong digunakan, maka kemungkinan kecelakaan lebih kecil. 4. Biola dan Kisah Cinta. Wallace Hartley memimpin orkestra yang terdiri dari 8 musisi. Next🔻

HUMANDoD Tepat lewat tengah malam pada 15 April 1912, dua kapal layar melihat sinyal darurat dari Titanic, yang terancam tenggelam setela...

Save
Stockholm Syndrome in Disney movies: Examples of Stockholm Syndrome in Disney trademarkednothing Frollo and Quasimodo Mother Gothel and Rapunzel Frollo and Mother Gothel convince Quasimodo and Rapunzel that their lives are dependent on them. The two villains claim the outside world is a terrible place even though they know this is not true. They also constantly emotionally abuse their victims by implying their Quasimodo and Rapunzel sympathize with their captors and even believe their captors are protecting them and treating them with kindness. However, both captors are merely using and manipulating their victims for their own selfish purposes. NOT Belle does not sympathize with the Beast when she is treated poorly She becomes angry and leaves the castle, only returning by her own wish so that the Beast (who saves her) does not freeze to death. She does not respond nicely towards the Beast until he treats her with respect. In this situation, Belle has control and is not manipulated into feeling for the Beast, nor does the Beast treat her disrespectfully after the first night. While the Beast does have an underlying motive as to keeping Belle in his castle, he abandons this idea and sets her free to make her happy. If anything, this story is a case of Lima Syndrome where the captor starts to sympathize with the victim. Check out this post which refocuses the purpose of Beauty and the Beast from merely (and wrongly) being about Stockholm Syndrome to it's original purpose onlyleigh FUCKING FINALLY spiritsonic I don't usually reblog stuff like this, but Beauty and the Beast is my favorite movie and l'd like to have this on my pagel toasterlyreasons this is actually a very good analysis. I take back all the times I've called Beauty and the Beast a 'stockholm syndrome' romance segasister If anything, the story of Beauty and the Beast falls under Lima Syndrome, where the captor sympathizes with their captives and, in some cases, lets them go. This term originated after a group of terrorists held the Japanese Ambassador's residence in Lima, Peru hostage in 1996 (fives years after this film was released). To quote from the film's entry on the Lima Syndrome TV Tropes page agrees to be the Beast's prisoner in exchange for letting her father go. When he puts her happiness ahead of his own, he eventually lets her go too. She retuns to him later to help him, but this is because HE has made the greater improvement in his attitude towards her. By the film's own admission it was he who first fell in love with her, and Lima Syndrome is more prevalent than the Stockholm Syndrome some believe is at work. It is worth noting that the movie takes place over several months." Stockholm Syndrome in Disney movies
Save